Minggu, 20 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 05 Okt 2019, 16:00:06 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Kepastian Spin Off BTN Syariah, Tunggu Tahun Depan  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Yogyakarta - Tahun depan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BTN) harus sudah memutuskan kepastian rencana spin of (pemisahaan) Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS).

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Keuangan & Treasury BTN, Nixon LP Napitupulu dalam acara Media Gathering BTN di DI Yogyakarta, Jumat (4/10/2019).  "Tahun depan, rencana spin off UUS akan disampaikan ke OJK, setelah itu perseroan memiliki waktu hingga 2023 untuk segera merealisasikan aksi korporasi tersebut," kata Nixon.

Adapun untuk memuluskan spin off menurut Nixon dibutuhkan dana sekitar Rp4,5 triliun sampai Rp5 triliun untuk modal BTN Syariah. "Beberapa opsi sedang kami kaji untuk melakukan spin off antara lain mengakuisisi bank syariah lain, merger dengan bank BUMN syariah dan mendirikan anak usaha baru. Yang terpenting ada cangkangnya (wadah atau perusahaan) dulu sebagai tempat BTN syariah," papar Nixon.



Sementara, Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria menuturkan, rencana spin off UUS (BTN Syariah) menjadi BUS, memberikan efek positif bagi kinerja bank yang fokus kepada pembiayaan perumahan tersebut.

Budi mengungkapkan, selama ini, kinerja UUS BTN sudah sangat baik. Namun, karena masih berupa unit usaha sehingga ruang untuk ekspansi sangat terbatas. Untuk itu diharapkan dengan menjadi entitas bisnis yang berdiri sendiri ruang gerak BTN Syariah dalam mengembangkan bisnisnya ke depan akan semakin besar.

Ketika BTN Syariah sudah menjadi perseroan terbatas (PT) dalam hal kebutuhan pembiayaan maka banyak pilihan yang bisa diambil, salah satunya dengan melakukan go public atau penawaran umum saham perdana," papar Budi.

Selain itu, BTN Syariah juga bisa menerbitkan berbagai instrumen produk pasar modal seperti obligasi ataupun KIK EBA. “BTN Syariah akan menjadi satu-satunya bank syariah dengan core bussinisnya sama dengan induknya, sehingga infrastrukturnya lengkap,” tegas Budi.

Kepala Ekonom BTN, Winang Budoyo menuturkan, relaksasi regulasi yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) terhadap sektor properti bisa menjadi momentum yang tepat bagi BTN untuk melakukan spin off unit syariahnya.

Pasalnya, terdapat hubungan positif antara penyaluran kredit perbankan ke sektor properti dengan pertumbuhan ekonomi sektor Real Estat.
Terlihat bahwa relaksasi yang diberikan oleh BI dan OJK terhadap sektor perumahan berbuah pada terus meningkatnya pertumbuhan sektor Real Estat selama satu tahun terakhir yaitu dari 3,07% di kuartal II/2018 menjadi 5,74% di kuartal II/2019.

“Pertumbuhan ekonomi sektor Real Estate sudah melampaui pertumbuhan PDB sejak kuartal I/2019 yaitu 5,46% dan 5,74%di kuartal II/2019 (yoy). Namun karena sumbangan sektor ini ke PDB masih kecil, yaitu hanya2,8% terhadap PDB, maka tidak mempunyai daya dorong yang cukup untuk dapat mendongkrak pertumbuhan PDB  Indonesia,” jelas Winang.

Pengamat pasar modal Haryajid Ramelan menuturkan, instrumen syariah sangat dibutuhkan masyarakat di Indonesia. Adanya BTN Syariah yg masuk dalam core bisnis yang sama dengan induknya dengan cara syar'i menjadikan masyarakat tidak lagi berpindah bank. "Besarnya masyarakat muslim yg mulai hijrah ke instrumen syariah memberikan peluang besar bagi BTN Syariah," katanya.

Menurut Haryajid, lesunya pasar properti saat ini dengan pembiayaan konvensional tentu akan bagus jika dilakukan pembiayaan secara syariah. Banyaknya yang beralihnya dari instrumen konvensional ke instrumen syariah  menjadi ceruk tersendiri bagi BTN Syariah.

"Pembiayaan syariah maupun penyimpanan secara syariah menunjukkan tren peningkatan, tentu hal ini tak akan disia-siakan oleh BTN yang selain selama ini bermain di sektor properti dan juga demand yang masih besar," katanya.

Sementara mengenai berbagai aksi korporasi yang akan dilakukan BTN, menurut Haryajid membuat saham dengan kode BBTN tersebut layak untuk dikoleksi dalam jangka panjang. "Aksi korporasi ini tentu membuat kinerja BTN semakin baik, sehingga investor akan tertarik untuk bisa mengoleksi saham BBTN," pungkasnya.

Hingga akhir Juni 2019, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan aset di level 19,67% (yoy) menjadi Rp29,17 triliun. Kenaikan aset tersebut disokong peningkatan pembiayaan sebesar 16,54% (yoy) menjadi Rp23,16 triliun per Juni 2019.

Sedangkan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 18,15% (yoy) menjadi Rp23,03 triliun pada akhir Juni 2019. Dengan capaian kinerja tersebut, per Juni 2019, BTN Syariah meraup laba senilai Rp105,23 miliar. [tar]

 
    
    
   




Sumber: inilah.com

Tag: News



Inspirasi Pakaian Hitam Putih dari Kate Middleton saat di Pakistan - Gudang Berita Viral Inspirasi Pakaian Hitam Putih dari Kate Middleton saat di Pakistan
Minggu, 20 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Umuh Mundur dari Calon Exco, Pilih Dukung Tommy Apriantono - Gudang Berita Viral Umuh Mundur dari Calon Exco, Pilih Dukung Tommy Apriantono
Minggu, 20 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kirim Karangan Bunga, AHY Ucapkan Selamat dan Sukses Untuk Ma’ruf Amin - Gudang Berita Viral Kirim Karangan Bunga, AHY Ucapkan Selamat dan Sukses Untuk Ma’ruf Amin
Minggu, 20 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print