Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 28 Sep 2019, 15:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kenapa Ditembak, Kenapa Dia Ditembak - Gudang Berita Viral

Ayah Randi masih tak percaya sang anak meninggal. Kematian Yusuf juga dituntut pihak keluarga agar diusut tuntas. Tapi, peluru yang menewaskan dua mahasiswa itu belum ditemukan.



SERAYA menangis, Wa Nasrifa tak henti memanggil nama anaknya. Histeris. Keluarga dan tetangga harus memapah dia lantaran nyaris terjatuh karena pingsan.

Lolongan kesedihan Wa Nasrifa itu meruap begitu ambulans yang membawa jenazah sang anak, Himawan Randi, tiba di rumah duka di Desa Lakarinta, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kemarin (27/9). Randi, 21, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, tewas Kamis (26/9) akibat tembakan saat mengikuti demonstrasi. Unjuk rasa di Kendari itu, sebagaimana aksi serupa di berbagai kota di tanah air beberapa waktu belakangan, dihelat untuk menolak Undang-Undang (UU) KPK dan sejumlah RUU kontroversial lain.

”Kembalikan anakku, kembalikan anakku. Kasihan dia,” jerit Wa Nasrifa sambil dibopong kerabat yang lain seperti dikutip dari kendaripos.co.id.

La Sali, ayahanda Randi, tak kalah terpukul. Dia menangis, terbata-bata, dan masih tak percaya sang anak telah terbujur kaku. Kerabat dan tetangga yang memadati rumah duka sama-sama tak kuasa menahan air mata.

”Kenapa ditembak. Kenapa dia ditembak,” teriak sejumlah kerabat.

Jenazah Randi tiba di rumah duka sekitar pukul 08.30 Wita. Jenazah diberangkatkan dari Kendari via Torobula–Tampo. Beberapa personel Polres Muna ikut mengawal jenazah hingga ke rumah duka.

Selain Randi, satu mahasiswa juga jadi korban tewas sebagai buntut demonstrasi di ibu kota Sultra pada Kamis lalu itu. Muhammad Yusuf Kardawi, mahasiswa Fakultas Teknik UHO, mengembuskan napas terakhir kemarin dini hari, pukul 04.05 Wita.

Yusuf sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari. Dia sempat dijenguk Gubernur Sultra Ali Mazi sebelum dioperasi.

Mahasiswa Jurusan D-3 Teknik Sipil Fakultas Teknik UHO tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di ICU pascaoperasi. ”Kami keluarga minta kasus ini tetap dikawal, diusut tuntas,” kata Rahman, salah seorang kerabat mahasiswa berusia 19 tahun itu, kepada Kendari Pos.

Dari Jakarta, Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal mengatakan, gugurnya dua mahasiswa di Kendari itu telah dipastikan akibat tembakan. Sayang, proyektil peluru tidak ditemukan karena luka tembakan ban. Ada petunjuk lain yang didalami, yakni tertembaknya seorang ibu yang tinggal dekat dari lokasi unjuk rasa.

Otopsi untuk Randi, kata Iqbal, telah dilakukan secara terbuka. Adapun untuk Yusuf masih dalam proses. ”Otopsi ini dilakukan di tempat netral sehingga keluarga dan mahasiswa bisa mengikutinya,” paparnya.

Kedua korban diduga mengalami luka tembus. Peluru masuk dan keluar dari tubuh korban. Namun, untuk mengetahui siapa dan bagaimana proses penembakan, yang dibutuhkan tidak hanya otopsi.

Diperlukan uji balistik untuk mengetahui dari senjata jenis apa. ”Proyektil peluru belum ditemukan,” terangnya.

Ada petunjuk lain yang saat ini sedang didalami. Yakni, adanya seorang ibu yang tertembak di dekat lokasi unjuk rasa. Ibu tersebut diduga tertembak karena sebuah rikoset alias pantulan peluru.

Saat ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah membentuk dua tim, dari Propam dan Itwasum Polri. Tim dari Propam dipimpin Brigjen Hendro Pandowo dan tim dari Itwasum dipimpin Brigjen Dedi Gabriel.

Polri menjamin, bila oknum aparat, pelakunya tegas akan diproses hukum. Namun, asas praduga tidak bersalah tetap harus diutamakan. ”Perlu pembuktian terlebih dahulu,” papar dia di kantor Divhumas, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menginstruksi Tito Karnavian untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo. Sebab, melakukan tindakan kekerasan, apalagi pembunuhan, tidak diperbolehkan dalam menghadapi aksi.

”Yang disampaikan Kapolri kepada saya, tidak ada perintah apa pun dalam rangka demo ini membawa senjata. Jadi, ini akan ada investigasi lebih lanjut,” ujar dia seusai salat Jumat di Masjid Baiturrahman, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin (27/9).

Bisa Keluar dari ICU Hari Ini

Faisal Amir, mahasiwa Universitas Al Azhar Indonesia. (Dokumen Keluarga)

Tidak banyak kata yang diucapkan Faisal Amir. Hanya iya, disusul kedipan mata. Tapi, itu pertanda nyata bahwa kondisinya telah membaik.

”Tadi siang sempat tanya sudah berapa lama di sini,” ucap Sukarliono, menirukan pertanyaan yang disampaikan sang anak. ”Empat hari, saya jawab,” lanjutnya.

Kemarin sore (27/9), pukul 17.45, Jawa Pos dengan ditemani Sukarliono berkesempatan menjenguk mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia yang biasa disapa Ical itu. Dia masih berada di ruang Intensive Care Unit RS Pelni, Jakarta.

Selasa malam lalu (24/9) Ical dilarikan ke rumah sakit tersebut setelah ditemukan bersimbah darah. Padahal, sejumlah kawan kali terakhir melihat dia masih membantu evakuasi sejumlah demonstran untuk menghindari gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.

Walau mengalami luka parah di kepala dan bahu kanan, Ical mampu melalui masa kritis dengan baik. Bahkan, kemarin tim dokter memberikan kabar baik lain: Ical bisa segera dipindah ke ruang perawatan biasa.

”Besok siang kalau sudah baik bisa pindah ruangan,” kata Asma Ratu Agung, ibunda Ical yang setiap hari mendampingi sang buah hati.

Kemarin Ratu secara resmi sudah melaporkan kasus anaknya kepada Komnas HAM. ”Respons Komnas HAM sangat positif,” imbuhnya. Namun, laporan kepada kepolisian belum dibuat. Rencananya, laporan itu dibuat pekan depan. ”Kami kumpulkan bukti dan saksi,” ujar dia.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK - Gudang Berita Viral Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak - Gudang Berita Viral Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta - Gudang Berita Viral OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print