Jumat, 15 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 09 Nov 2019, 02:00:51 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Kemenkes Diminta Buat Kajian Ilmiah Rokok Elektrik  - Gudang Berita Viral

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan didorong untuk melakukan kajian terkait kehadiran rokok elektrik. Hal ini untuk menentukan kebijakan atas produk tembakau alternatif (PTA) itu yang diklaim menjadi solusi menurunkan angka prevalensi perokok aktif.

”Kami mengajak pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan kajian ilmiah. Hari ini kami lampirkan surat ke dokter Terawan (Menkes) untuk membahas masalah ini,” kata Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto di Jakarta, Jumat (7/11/2019).

Kajian ilmiah itu sangat penting dilakukan seiring dengan munculnya wacana melarang rokok elektrik di Indonesia. Aryo mengatakan, kebijakan yang baik harus berdasarkan kajian yang matang dan berlandaskan fakta ilmiah. ”Mudah-mudahan segera ada jawaban dari Kemenkes,” ucapnya.



Terlebih rokok elektrik sudah menjadi bagian dari industri yang berkontribusi terhadap Negara. Pada 2018, setoran cukai dari rokok elektrik mencapai sekitar Rp500 miliar.

”Ditargetkan tahun ini Rp2 triliun. Mudah-mudahan tercapai. Itu sumbangsih ke negara,” ungkap Aryo.

Atas dasar itu pula maka Aryo meminta rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012 dibatalkan. Sebab ada rencana pelarangan rokok elektrik itu melalui revisi peraturan tersebut.

”Tolong revisi PP dibatalkan karena industri baru dan industrinya yang tadinya berjualan dengan ini sudah dikasih cukai. Cukai maksimal, tertinggi 57 persen sekarang ditambah aturan lebih berat lagi sampai ada kemungkinan dilarang,” tandas dia.

Aryo menjelaskan bahwa industri rokok elektrik dihuni generasi muda dengan kreativitas tinggi. ”Sesuai dengan harapan Pak Presiden terhadap anak muda kita. Jadi kita berharap pemerintah bisa support,” ujarnya.

Senada dengan APVI, tiga asosiasi Industri Hasil Tembakau (IHT), yakni Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), dan Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) juga meminta pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk memperhatikan kelangsungan industri tembakau dari ancaman kebijakan yang akan mematikan IHT.

Terkait usulan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk merevisi Peraturan Pemerintah 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, dinilai akan memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi IHT, baik dari sisi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja. Maka itu, ketiga asosiasi ini secara tegas menolak rencana revisi PP 109/2012.

“Kami akan segera menyurati Bapak Presiden untuk menyuarakan dan menjelaskan penolakan kami atas usulan revisi PP 109/2012. Kami harap beliau dapat mempertimbangkan dan merumuskan keputusan yang tepat,” ujar Ketua Umum Gaprindo Muhaimin Moefti di Jakarta, baru-baru ini.




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Kemenkes Diminta Buat Kajian Ilmiah Rokok Elektrik

Tag: News



Ginting dan Jonatan Lolos ke Perempat Final Dengan Perjuangan Berbeda - Gudang Berita Viral Ginting dan Jonatan Lolos ke Perempat Final Dengan Perjuangan Berbeda
Jumat, 15 Nov 2019, 12:00:21 WIB, Dibaca : 3 Kali
Jabatan Ahok di BUMN Diputuskan Desember - Gudang Berita Viral Jabatan Ahok di BUMN Diputuskan Desember
Jumat, 15 Nov 2019, 12:00:21 WIB, Dibaca : 1 Kali
Erick Thohir Bakal Pecat Karyawan BUMN yang Terlibat Terorisme - Gudang Berita Viral Erick Thohir Bakal Pecat Karyawan BUMN yang Terlibat Terorisme
Jumat, 15 Nov 2019, 12:00:21 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print