Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 21:00:11 WIB, 7 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kematian Maulana Suryadi Janggal, RS Polri Angkat Bicara - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Keluarga Maulana Suryadi, 23, korban tewas dalam kerusuhan 25 September 2019 di kawasan Slipi, Jakarta Barat melihat kejanggalan terhadap jenazah korban. Sebab, saat dikebumikan, Yadi terus mengeluarkan darah dari bagian kepala. Namun, RS Polri langsung merespons pernyataan keluarga tersebut.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan pihaknya tidak menemukan pendarahan di kepala Maulana Suryadi saat jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Bercak darah pun tak dijumpai pada baju juga celana juru pakrir itu.



“Yang pasti saat datang di kamar jenazah tidak tampak pendarahan pada kepala. Baju dan celananya juga tidak ada bercak-bercak darahnya,” kata Edi, Jumat (4/10).

Dia menjelaskan setiap jasad manusia mengalami pendarahan di bagian hidung dan telinga usai meninggal. Hal itu karena proses pembekuan darah tidak aktif. Maka dari itu bisanya dilakukan penutupan di lubang yang ada di jasad memakai kapas.

Polisi melepaskan water canon dan gas airmata ke arah mahasiswa yang berada di depan pagar gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Foto : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

“Oleh sebab itu, semua jenazah dilakukan penutupan pada lubang-lubang yang ada di seluruh jasadnya dengan kapas, biasanya padat dan banyak,” kata dia.

Maka dari itu, foto di media sosial yang menunjukkan pada jasad korban muncul banyak darah di kain kafannya dimana darah muncul di bagian kepala saat hendak dimakamkan oleh pihak keluargany bisa jadi karena penutupan kapas pada lubang di tubuhnya yang tak dipasang dengan benar.

“Bila jasad seseorang tidak diformalin dan penutupan dengan kapas yang kurang pas. Maka, memungkinkan akan terjadi seperti itu,” ujar dia lagi.

Uang Duka Cita

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono pun membatantas jika ada tanda-tanda kekerasan di jenazah Yadi. Bahkan, ibu kandung Yadi, Maspupah melihat langsung kondisi anaknya saat berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

“Ibu kandung almarhum atas nama Maspupah datang ke RS Polri melihat jenasah anaknya untuk di bawa pulang. Ibu kandung melihat sendiri jenasah anaknya, dan melihat tidak ada tanda-tanda kekerasan apapun,” ujar Argo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Wildan Ibnu Walid/gudangberitaviral.com)

Kepada polisi, Maspupah mengakui anaknya memiliki riwayat sesak napas. Atas dasar itu pula, keluarga korban menolak jenazah dilakukan otopsi. “Ibu kandung tidak mau di otopsi karena memang anaknya mempunyai riwayat sesak napas. Ada pernyataan di tandatangani di atas meterai 6000,” tegas Argo.

Di sisi lain, Argo membenarkan jika polisi memberikan uang senilai Rp 10 juta kepada Maspupah. Namun, uang tersebut hanya bentuk duka cita. Dan meringankan keluarga dalam proses pemakaman. “Kalau misalnya seseorang turut berduka boleh atau tidak? Ya boleh ya,” terangnya.

Keluarga Ikhlas

Terpisah, saat ditemui di kediamannya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Maspupah tak banyak merespon. Dia hanya menyebut telah mengikhlaskan kepergian Yadi. “Sekarang saya nerusin kerjaan anak saya. Saya sudah ikhlas,” kata Maspupah sambil meninggalkan kediamannya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Inilah Pemicu Kenaikan Harga Emas Berjangka  - Gudang Berita Viral Inilah Pemicu Kenaikan Harga Emas Berjangka
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Harga Minyak Mentah Bisa Naik 1%  - Gudang Berita Viral Harga Minyak Mentah Bisa Naik 1%
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi  - Gudang Berita Viral Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print