Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 19:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kemandirian Daerah dan Siaga Resesi Global - Gudang Berita Viral

HINGGA kuartal III/2019, situasi global ekonomi masih belum menentu yang dipicu beberapa hal. Mulai tak kunjung usai perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, ketidakpastian polemik Brexit, terbaliknya kurva yield surat utang AS, peristiwa Agustus kelabu di Wallstreet dengan terpuruknya harga saham dan penjualan saham besar-besaran oleh investor, hingga rilis prediksi bank sentral AS The Fed atas kinerja gross domestic product (GDP) riil AS pada posisi 12 persen di bawah tren potensial output-nya. Semua itu secara gamblang menandakan terjadinya missing recovery karena meroketnya tail risk sebagai indikator SKEW adalah proksi atas sentimen investor sejak 2015 dan enggan turun.

Risiko perubahan kebijakan The Fed akhir-akhir ini memang menjadi permasalahan krusial. Terlebih tagar #TrumpRecession yang sempat menjadi trending topic di media sosial pada pekan kedua Agustus.



Di luar kondisi perekonomian AS, terjadi pola peningkatan tekanan disinflasi di beberapa negara, pelemahan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara seperti Jerman, Argentina, dan Singapura, serta penurunan surplus neraca berjalan Tiongkok. Itu berarti sejumlah risiko geopolitik makin menekan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia, yang pada gilirannya menekan intensitas perdagangan dunia melalui harga komoditas.

Indonesia perlu mewaspadai fenomena global tersebut. Sebab, ekonomi domestik tertekan oleh dua faktor. Pertama, sebagai imbas faktor eksternal yang telah dijelaskan. Kedua, faktor internal seperti defisit neraca dagang dan pembayaran yang gampang sekali diikuti pelemahan mata uang yang lebih dalam, gap pendapatan yang masih menganga, dan pertumbuhan ekonomi yang terus melandai, serta menyurutnya job creation secara kualitas dan jumlah.

Gambaran jelasnya adalah tren pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia melambat dan cenderung stagnan di angka 5 persen sejak 2014. Kekhawatiran atas konjungtur menurun pertumbuhan ekonomi Indonesia beriringan dengan melambatnya perekonomian global. Belum lagi isu terperangkap di koridor negara berpendapatan menengah yang membayangi masa depan ekonomi Indonesia. Terus, apa yang harus dilakukan pemerintah ke depan di tengah ancaman resesi ekonomi global yang sudah ada di depan mata?

Disadari bahwa mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru memang punya beragam resep ekonomi, baik berkaca pada teori maupun empiris, juga bisa dalam dimensi makro maupun mikro. Ke depan perlu strategi yang lebih hadap masalah, yaitu memberikan ruang pengembangan ekonomi daerah yang lebih cermat dan perinci atas potensi dan tantangannya di Indonesia. Telisik lagi kebijakan yang menyumbat aliran agen ekonomi yang bergerak di sektor ekonomi produktif dari hulu ke hilir perlu dicermati ulang. Mengurai lagi sumber pertumbuhan ekonomi daerah dari dinamika sektor primer, sektor sekunder, hingga sektor tersier dengan segala keunikan dan penekanannya.

Lainnya adalah jika hanya bergantung kepada alokasi anggaran belanja dan pembangunan daerah, sangat sempit untuk mendongkrak secara signifikan pertumbuhan ekonomi daerah dan jamak teralokasi untuk pembiayaan rutin daerah. Kebijakan generik pemerintah pusat perlu diartikulasikan dengan baik di tingkat pemerintah daerah. Mengingat keberagaman karakteristik, potensi, kondisi, dan sumber daya yang dimiliki tiap-tiap wilayah. Menuntut pemerintah untuk jeli merilis strategi pengembangan daerah dengan sektor ekonomi unggulan yang sesuai. Dari 34 provinsi di Indonesia, isu disparitas pertumbuhan ekonomi antardaerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, memang tidak dapat dimungkiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi 2015–2018 di Jawa berkisar 5,3 persen masih tertinggal jika dibanding dengan provinsi di Sulawesi yang menjejak di nominal 6,7 persen. Meskipun, di sisi lain pertumbuhan beberapa provinsi masih di bawah 5 persen. Bahkan, Kalimantan Timur dan Riau tidak beranjak di angka 2 persen.

Inovasi dan kreasi pemangku kepentingan ekonomi daerah yang dihela oleh kebijakan daerah yang memiliki afirmasi ke tahap menggairahkan ekonomi dan bisnis dalam skala ekonomi dan kemudahan berusaha di daerah dengan ukuran yang jelas perlu dipertontonkan oleh pemerintah daerah. Baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hal itu diperlukan, mengingat daerah memiliki tantangan yang tidak kecil. Paling tidak pergantian kepala daerah pascapemilu, rendahnya kemandirian daerah, tingginya tingkat upah menjadi penanda betapa menyegerakan kemandirian ekonomi daerah bisa meredam potensi resesi ekonomi.

Oleh karena itu, beberapa hal yang bisa diinisasi ialah memahami ulang struktur ekonomi daerah, mencermati potensi di daerah masing-masing, memetakan tantangan pengembangan ekonomi daerah, membuat konstruksi perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta membuat rencana aksi dan pembagian tugas antar stakeholder terkait, menyinergikan antara pemerintah pusat dan daerah, dan tentunya perlu monitoring dan evaluasi atas semua implementasi kebijakan dan strategi dalam jangka pendek.

Inisiasi riil yang dapat dilakukan adalah segera menaikkan level UMKM daerah dan sektor industri untuk lebih memiliki daya saing. Juga strategi penciptaan iklim investasi secara kondusif bisa menjadi syarat utama percepatan ekonomi daerah. Mengefektifkan strategi kemudahan melakukan usaha di daerah dengan mengutamakan efisiensi serta kualitas regulasi yang menggairahkan agen ekonomi serta bisnis seperti perizinan terpadu satu pintu dan online single submission (OSS).

Pendek kata, kewaspadaan terhadap resesi ekonomi global perlu disikapi dengan membangun kemandirian ekonomi daerah sebagai salah satu langkah antisipasi yang rasional dan objektif dengan menafkahi sektor produktif ekonomi daerah untuk memiliki daya saing. (*)


*) Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, menyelesaikan pendidikan doktor pada University of George-August, Goettingen- Jerman




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Putra Daerah Papua Jadi Pangdam Cenderawasih - Gudang Berita Viral Putra Daerah Papua Jadi Pangdam Cenderawasih
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Nana Mirdad dan Andrew White Wawancarai Brad Pitt di Tokyo - Gudang Berita Viral Nana Mirdad dan Andrew White Wawancarai Brad Pitt di Tokyo
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Anies Kirim 65 Satgas Untuk Ikut Tanggulangi Karhutla - Gudang Berita Viral Anies Kirim 65 Satgas Untuk Ikut Tanggulangi Karhutla
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print