Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 31 Agu 2019, 14:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Keluarga Gus Dur Dihormati dan Perlu Jadi Negosiator Masalah Papua - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pemerintah saat ini terus mencari solusi mengenai permasalahan atas kerusuhan yang belakangan terjadi di Provinsi Papua. Akibat kerusuhan ini, beberapa fasilitas umum dan gedung pemerintahan sempat rusak. Bahkan, aktivitas warga Papua pun menjadi lumpuh karena beberapa aksi demonstrasi yang digelar di beberapa titik.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara mengusulkan supaya keluarga Abdurahman Wahid atau Gus Dur ikut andil dalam membantu menuntaskan masalah di Papua. Kerena memang Gus Dur memiliki sejarah manis dengan masyarakat Papua.



‎”Saya kira bisa jadi keluarga Gus Dur, bagaimanapun juga keluarga Gus Dur masih sangat dihormati di Papua,” ujar Beka kepada gudangberitaviral.com di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8).

Beka mengatakan nantinya keluarga Gus Dur bisa menjadi juru runding atau negositator dari permasalahan yang saat ini melanda di Papua. Sebab nama Gus Dur dna juga keluarganya cukup dihormati.

“Bisa saja keluarga Gus Dur diajukan sebagai juru runding. Atau kemudian negosiator, menjadi mediator antara pemerintah Jokowi dengan teman-teman di Papua itu bagus juga‎,” katanya.

‎Beka berujar ada pendekatan yang berbeda kala Gus Dur meminpin Indonesia terhadap masyarakat Papua. Gus Dur kala itu lebih mengedepankan kepada kebudayaan. Memang saat ini cara yang dilakukan pemerintah bagus misalnya membuat jalan di daerah tersisolir di Papua.

Namun baginya perlu ada pendekatan lain yang dikakukan oleh pemerintah. Bisa mencontoh seperti Gus Dur yang cukup dihormati dengan masyarakat Papua. “Itulah keluarga Gus Dur dihormati di situ. Dengan jalan kebudayaan ini penting bagi temen-temen Papua sehingga bisa menerima,” pungkasnya.

Aparat keamanan melakukan patroli di kawasan Jayapura, Papua pascarusuh beberapa hari yang lalu. (Elfira/Cenderawasih Pos)

Sekadar informasi, dikutip NU Online. Dalam publikasi 12 Desember 2018, media resmi milik PBNU itu menyebut acara dialog antara Gus Dur dan masyarakat Papua di pengujung Desember 1999 didatangi oleh banyak orang.

‘Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan Gubernur di Jayapura. Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat,’ demikian dikutip dari artikel NU Online berjudul Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua.

Dalam dialog itu Gus Dur disebut mempersilakan mereka yang hadir untuk berbicara lebih dulu. Ada beragam pendapat, dari keras menuntut kemerdekaan sampai yang memuji pemerintah. Setelah semua pendapat diungkapkan baru Gus Dur merespons. Dalam salah satu responsnya Gus Dur bahkan mengubah nama Irian Jaya jadi Papua.

“Saya akan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua. Alasannya? Pertama, nama Irian itu jelek. Kata itu berasal dari bahasa Arab yang artinya telanjang (Urryan). Dulu ketika orang-orang Arab datang ke pulau ini menemukan masyarakatnya masih telanjang, sehingga disebut Irian,” ujar Gus Dur kala itu.

Gus Dur lalu melanjutkan, “Kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau punya anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh. Biasanya sih namanya Slamet. Tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua.” ujar Gus Dur menambahkan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 MUI Dukung Revisi Permen Halal untuk Daging Impor  - Gudang Berita Viral MUI Dukung Revisi Permen Halal untuk Daging Impor
Selasa, 17 Sep 2019, 04:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Barcelona Pasti Tak Senang Segrup dengan Inter  - Gudang Berita Viral Barcelona Pasti Tak Senang Segrup dengan Inter
Selasa, 17 Sep 2019, 04:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ini Perbedaan Asteroid, Komet, dan Meteor  - Gudang Berita Viral Ini Perbedaan Asteroid, Komet, dan Meteor
Selasa, 17 Sep 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print