Sabtu, 16 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 28 Okt 2019, 11:00:48 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Keinginan Berbagi Memanggil Antoni Tsaputra untuk Pulang - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Tawaran kepada Antoni Tsaputra itu sejatinya menggiurkan. Menjadi asisten sang profesor untuk melakukan penelitian. Tentu saja disertai iming-iming berbagai fasilitas yang lebih dari cukup.

Sang guru besar yang menjadi pembimbing S-3 di University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, yang langsung menawarinya. ”Setahu saya, tak banyak orang Indonesia, bahkan Australia juga, yang mendapatkan kesempatan itu,” tutur Antoni kepada Adetio Purtama dari Padang Ekspres.



Tapi, Antoni akhirnya menolak tawaran tersebut. Suami Yuki Melani itu memilih bersetia pada janji yang dia ucapkan jauh sebelum berkuliah S-3 di Australia. Pulang ke Indonesia. Berkontribusi untuk kampung halamannya di Sumatera Barat. Wabil khusus kepada para penyandang disabilitas.

Jadilah setelah menyelesaikan kuliah S-3, dia balik ke Padang. Sembari menggondol catatan sebagai difabel berat pertama yang meraih doktor di kampus luar negeri.

”Saya merupakan penyandang disabilitas berat sejak lahir. Neuromuscular dystrophy namanya, sekelompok penyakit yang menyebabkan lemah progresif dan hilangnya massa otot,” jelasnya.

Karena itu, Antoni tidak bisa menggerakkan anggota tubuh selain tangan dan kepala. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dia biasanya dibantu kursi roda khusus. Juga, bantuan orang tua dan istri.

Dalam posisi seperti itu, banyak orang yang mungkin akan memilih menyerah. Tapi, tidak demikian dengan Antoni. Tekadnya untuk menuntut ilmu terus menyala.

Setelah menyelesaikan S-1 jurusan sastra Inggris di Universitas Andalas, Padang, dia menyeberang ke Brisbane, Australia. Kuliah S-2 program studi jurnalisme dan komunikasi massa dia tuntaskan di Griffith University. Dan, dipuncaki gelar doktor dari UNSW jurusan Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan yang Inklusi Disabilitas.

Semua dicapai lewat perjuangan yang tak mudah. Untuk mengejar gelar doktor, misalnya, dia harus memulainya pada 2015. Setelah mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Di UNSW, Antoni diperlakukan sama dengan mahasiswa lain. ”Hanya, bedanya, saya selalu ditemani istri saya di dalam kelas sampai jam kuliah habis,” ungkap pria yang saat ini bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padang itu.

Saking rutinnya menemani, Yuki diberi fasilitas oleh pihak kampus berupa sebuah kursi untuk menunggu sang suami kuliah. ”Istri saya menemani karena saya tidak bisa melakukan apa pun sendiri,” ujarnya.

Dia mengaku beruntung karena teman-teman kuliahnya sangat suportif. ”Pergi ke perpustakaan bareng, mengerjakan tugas bareng, dan diskusi masalah perkuliahan pun sering bersama-sama. Jadi, tidak ada perbedaan sedikit pun.”

Itu ditunjang berbagai fasilitas publik di Australia yang memudahkan kalangan difabel. Antoni pun jadi bisa belajar dan menjalani keseharian dengan tenang.

Hasilnya, antara lain, dia berhasil meraih juara III Kompetisi 3 Minutes Thesis yang diselenggarakan UNSW. 3 Minutes Thesis adalah kompetisi akademik dengan menyampaikan intisari disertasi dalam waktu 3 menit.

”Alhamdulillah, saya mendapatkan juara pilihan pertama dari penonton dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang meraih juara pada kompetisi tersebut. Hadiahnya, saya diundang ke Jepang,” ungkap penggemar traveling dan game itu.

Bagi Antoni, apa yang dia raih tersebut menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah halangan. Bukan pula alasan untuk menyerah pada keadaan.

Pengalaman dan ilmu terkait dengan isu disabilitas itu pula yang ingin dia bagikan. Yang juga membuatnya yakin untuk menolak tawaran sang profesor tadi.

Dari pos pekerjaannya di dinas sosial, dia pun mengajukan permintaan untuk bisa pindah ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang.

”Saya ingin nantinya rancangan pembangunan infrastruktur di Kota Padang bisa ramah bagi teman-teman penyandang disabilitas. Memang, saat ini infrastruktur seperti itu sudah banyak, tapi sifatnya masih parsial atau sekadar seremonial,” tuturnya.

Keinginan itu akhirnya terwujud. Berkat program yang dipresentasikannya kepada Pemerintah Kota Padang, Antoni dipindahtugaskan ke bappeda. Dengan tugas merancang pembangunan berbagai fasilitas publik di Kota Padang yang ramah terhadap kalangan difabel.

”Mudah-mudahan, dengan segala usaha dan upaya yang telah saya korbankan, pembangunan di Kota Padang bisa berkesinambungan dengan kebutuhan teman-teman difabel,” harapnya. (*/c5/ttg)




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Keinginan Berbagi Memanggil Antoni Tsaputra untuk Pulang

Tag: News



 Hubungan Ronaldo dan Sarri Mulai Memanas?  - Gudang Berita Viral Hubungan Ronaldo dan Sarri Mulai Memanas?
Sabtu, 16 Nov 2019, 03:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Messi Bawa Argentina Atasi Brasil  - Gudang Berita Viral Messi Bawa Argentina Atasi Brasil
Sabtu, 16 Nov 2019, 03:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Identitas Pengacung Pistol Diketahui Polisi  - Gudang Berita Viral Identitas Pengacung Pistol Diketahui Polisi
Sabtu, 16 Nov 2019, 03:00:02 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print