Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 16:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
KCN Sigap Tanggapi Keluhan Soal Debu Batu Bara - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Keluhan masyakarakat sekitar Marunda mengenai debu batu bara yang berasal dari pelabuhan dengan sigap ditanggapi oleh manajemen PT. Karya Citra Nusantara (KCN). Manajemen dari perusahaan patungan antara PT. Karya Tehnik Utama (KTU) dengan PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tersebut sudah membentuk tim khusus untuk menganalisis keluhan masyarakat, penyebabnya, dan menyiapkan rekomendasi solusi.

Seperti keterangan tertulis yang diterima gudangberitaviral.com, Tim dari PT. KCN saat ini tengah berdiskusi dengan pakar lingkungan dari universitas ternama yang dalam waktu dekat akan ada rencana aksinya. Widodo Setiadi, Direktur Utama KCN mengatakan dengan cepat manajemen tengah menyiapkan sejumlah langkah guna mengatasi penyebaran debu salah satunya membuat jaring basah yang mengelilingi area bongkar-muat.



Jaring itu nanti dialiri air untuk memerangkap partikel debu yang terbang. “Selain itu, kami juga menyiapkan sejumlah rencana untuk mengatasi masalah itu seperti bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk membentuk mini forest di sekitar pelabuhan yang berfungsi menjaring debu-debu tersebut,” tambah Widodo

Patut diketahui bahwa pada tahun 2013 KCN telah melakukan penanaman pohon bakau tahap 1 sebanyak 10.000 pohon, kemudian pada tahun 2014, penanaman pohon bakau tahap II dilakukan dengan jumlah pohon sama. Saat penanaman pohon Bakau tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Camat Cilincing, Lurah Marunda dan Aktivis Masyarakat Peduli Lingkungan hadir untuk meresmikan. Kemudian, tahun 2015 KCN membuat mini forest di area kantor yang berada di dalam wilayah pelabuhan juga.

Selain melakukan penghijauan, KCN juga sangat memperhatikan kebersihan di pelabuhan terutama di area dermaga. Secara rutin, KCN melakukan penyemprotan dan pembersihan dermaga setiap 2 minggu sekali agar debu yang dapat mengganggu lingkungan hilang. Tak hanya itu, kebersihan parit pembuangan juga terus diperhatikan sehingga tidak akan terjadi penyumbatan yang dapat mengakibatkan banjir.

“Berbagai upaya menjaga lingkungan Marunda telah dan akan terus kami lakukan dalam rangka mewujudkan pelabuhan yang hijau dan ramah lingkungan. Setelah kami lepas dari permasalahan hukum yang sedang dihadapi, kami akan lebih fokus membangun pelabuhan Marunda dan dampak ekonominya akan jauh lebih besar.” pungkas Widodo.

Diberitakan sebelumnya, polusi udara akibat debu batu bara di Marunda diduga menyebabkan banyak warga kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sehingga, beberapa warga melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT. Karya Citra Nusantara (KCN), Sabtu (21/9) kemarin.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Jakarta Utara mengelar aksi itu karena polusi Udara yang dihasilkan PT. KCN telah merugian warga Jakarta utara. Koordinator Lapangan pada aksi demonstrasi, Laode Kamaludin mendesak KCN menghentikan polusi yang mencemarkan lingkungan. Dia menyebut bahwa perusahaan tak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau (AMDAL).

“Kami menuntut agar perusahaan swasta itu menghentikan aktivitas bongkar muat batu bara dari kapal tongkang ke pelabuhan karena ini membahayakan warga sekitar,” kata dia seperti dikutip RMco.id (Jawa Pos Group), Senin (2/9) .

Dia menegaskan, PT KCN ini melakukan aktivitas illegal karena tidak memiliki ijin AMDAL atas operasi batu bara yang berdampak polusi debu ke masyarakat. Dia menjelaskan, berdasarkan regulasi yang mengatur terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dalam mendirikan sebuah perusahaan harus memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL. Itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang PPLH.

”Sedangkan PT. KCN tidak pernah memiliki atau mendapatkan izin AMDAL, dan Gubernur DKI Jakarta sebagai regulator telah menegaskan bahwa PT KCN telah melanggar PERDA Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Zonasi. Bahkan PT KCN telah mengabaikan beberapa surat peringatan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan pengoperasian perusahaan tersebut,” kata Laode Kamaludin.

Oleh karena itu, lanjutnya, warga mendesak PT KCN agar segera memberhentikan pengoperasian perusahaan karena melanggar hukum yang telah diatur oleh pemerintah, dan PT KCN harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat dari operasi perusahaan yang tidak memiliki izin AMDAL.

Menurutnya, Polusi udara akibat debu batu bara di Marunda diduga menyebabkan banyak warga kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menderita ISPA. Persoalan debu hitam ini bukan hanya dirasakan warga sekitar Marunda. Khasan Hunang yang tinggal di Kelurahan Cilincing juga memiliki keluhan serupa.

Menelusuri Debu Hitam

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi, mengatakan sudah memerintahkan anak buahnya untuk menelusuri debu hitam yang dikeluhkan masyarakat di Marunda dan Cilincing. Pelabuhan KCN selama ini menjadi tempat singgah ratusan ton batu bara, sebelum disalurkan ke industri yang membutuhkan, seperti pabrik semen, pembangkit listrik tenaga uap, dan trading.

Tidak kurang dari 907 ribu ton batu bara masuk ke Pelabuhan Marunda milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) dalam tiga bulan terakhir.

Penyebab Faktor ISPA

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, menjelaskan sampai saat ini pihaknya telah mengalasisa bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Faktor nomor satu yang menyebabkan ISPA itu karena lingkungan (debu), bukan karena penularan,” ujar Yudi.

Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan debu batu bara sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Meskipun tidak melalui proses pembakaran, debu batu bara tetap menghasilkan particulate matter (PM) 2,5, yakni debu melayang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau 3 persen dari diameter rambut manusia.

Masker biasa tidak mampu mencegah partikel debu masuk ke tubuh manusia lewat pernapasan. “Harus menggunakan masker khusus yang memiliki filter PM 2,5,” kata Dwi. “Harga masker ini 10 kali lipat lebih mahal dibanding masker biasa.”

Dwi menjelaskan PM 2,5 yang menumpuk di paru-paru akan menyebabkan penyakit gangguan pernapasan. Namun ada satu penyakit yang terkait langsung dengan debu batu bara, yaitu black lung (pneumokoniosis) atau paru-paru hitam. Mereka yang tinggal dekat dengan area pertambangan atau bongkar-muat batu bara rentan terkena penyakit ini.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA  - Gudang Berita Viral Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan  - Gudang Berita Viral Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print