Senin, 23 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 16:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kambing Hitam Polemik Revisi UU KPK, Ruki Bantah Pernah Usul ke DPR - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mengatakan, revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Korupsi merupakan permintaan dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usulan itu masuk ke meja DPR pada 19 November 2019.

“Terkait dengan revisi UU KPK ini, kami ini merespon dari keinginan KPK sendiri,” kata Arteria dalam bertajuk ‘KPK Adalah Kunci’, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).



Arteria menuturkan, permintaan itu meliputi, pembentukan dewan pengawas dan SP3 terhadap kasus yang berjalan di atas 1 tahun. DPR awalnya mengusulkan agar pengawasan KPK dilakukan oleh Hakim Pengadilan Negeri, namun KPK menolak karena meragukan indepensinya.

DPR sendiri kemudian merespon keinginan KPK melalui sebuah surat yang dikirim kepada pimpinan KPK. Isinya legislatif meminta penjelasan terkait kebutuhan lembaga antirasuah dalam meningkatkan efektivitas dan fungsinya.

“Kemudian KPK menjawab terkait dengan penyempurnaan UU, ini bahasa KPK sendiri loh terkait UU nomor 30 tahun 2002. KPK ingin kewenangan dalam penyadapan dan merekam ini kita lakukan. Kemudian pembentukan dewan pengawas, ini nama dewan pengawas KPK diksi yang pertama yang inisiasi mereka,” tegas Arteria.

Sementara itu, Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad membantah di masa kepemimpinannya pernah meminta DPR mengajukan revisi UU KPK. Namun, apabila disebutkan usulan itu dibuat pada November 2015, maka usulan itu dibuat oleh Plt Ketua KPK, Taufiequrrachman Ruki yang menggantikan dirinya setelah mengundurkan diri pada Februari 2015.

Menurut Abraham, apabila benar Ruki yang membuat usulan tersebut, maka purnawirawan Polri itu telah menyalahi aturan. Karena sebagai Plt tidak boleh mengeluarkan kebijakan strategis. Dan seharusnya DPR RI menolak usulan tersebut. “Kalau usulan dari Plt ini sudah menyalahi. Plt tidak boleh mehgeluarkan kebijakan strategis,” kata Samad.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai alasan itu hanya dalih Abraham mencari pembenaran dalam hal ini. Sebab, dia menyakini usulan tersebut sudah dibahas secara matang di internal KPK sebelum akhirnya dikirim ke DPR.

“Nggak mungkin dong pak Ruki kemudian itu catatan dia pribadi, enggak lah. Pasti kan sudah dikonsultasikan dengan pimpinan lain dan bidang yang mengurus masalah itu. Jadi ya itu kan bisa-bisanya Abraham Samad aja,” ucapnya.

Karena dijadikan kambing hitam dalam polemik ini, Ruki pun angkat suara. Dia menyangkal jika telah mengajukan permintaan revisi UU 30/2002 kepada DPR. Ruki mengatakan, surat yang pernah dibuatnya merupakan jawaban pimpinan KPK atas surat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta pendapat KPK terkait revisi UU KPK yang terus bergulir di DPR saat itu.

“(Surat ini) ditandatangani kami berlima. Tidak cuma Taufik sendiri, tapi lima pimpinan. Apa jawaban kami terhadap surat itu? Pertama pada prinsipnya kami pimpinan KPK tidak setuju keinginan beberapa anggota DPR untuk merevisi UU KPK,” kata Ruki kepada gudangberitaviral.com.

Ruki menjelaskan, pimpinan KPK saat itu menyarankan agar pemerintah dan DPR merevisi terlebih dahulu UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor, KUHP, dan KUHAP sebelum merevisi UU KPK. Sekalipun revisi itu dibuat, pimpinan KPK saat itu meminta agar perubahan tersebut dibuat untuk menguatkan KPK. “Terhadap rumusan substansi di atas, KPK berharap pemerintah bisa pertahankan usul KPK,” tukas Ruki.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 PT AKR Corporindo Pilih Dana Internal  - Gudang Berita Viral PT AKR Corporindo Pilih Dana Internal
Senin, 23 Sep 2019, 07:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kurang Pupuk, Tulungagung Diminta Verifikasi Lahan  - Gudang Berita Viral Kurang Pupuk, Tulungagung Diminta Verifikasi Lahan
Senin, 23 Sep 2019, 07:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Lampard: VAR Mengubah Suasana Tim  - Gudang Berita Viral Lampard: VAR Mengubah Suasana Tim
Senin, 23 Sep 2019, 07:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print