Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 01 Okt 2019, 06:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Kali Ini Bursa AS Terangkat Isu Perang Tarif  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, New York - Bursa saham AS naik pada hari Senin (30/9/2019) di tengah optimisme di sekitar pembicaraan perdagangan AS-China karena bursa mengakhiri kuartal ketiga yang bergejolak.

Dow Jones Industrial Average naik 96,58 poin, atau 0,4% menjadi ditutup pada 26.916,83. S&P 500 berakhir 0,5% lebih tinggi pada 2.976,73 sementara Nasdaq Composite naik 0,8% menjadi 7.999,34.

Tech adalah salah satu sektor dengan kinerja terbaik di S&P 500, naik 1,1% karena saham Apple naik 2,4% pada kenaikan target harga oleh seorang analis di J.P. Morgan. Target harga baru analis menyiratkan peningkatan lebih dari 20% untuk raksasa teknologi selama 12 bulan ke depan.



Dalam sebuah pernyataan selama akhir pekan, seorang juru bicara Departemen Keuangan mengatakan pemerintahan Trump "tidak bermaksud memblokir perusahaan-perusahaan China dari pencatatan saham di bursa saham AS saat ini." Pernyataan itu, bersama dengan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan keluar dari China, terangkat Sentimen Wall Street pada hari Senin.

Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Jumat di tengah laporan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan membatasi investasi AS ke China, termasuk kemungkinan penghapusan perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS, dalam eskalasi lebih lanjut dari sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan kepada CNBC bahwa laporan-laporan itu tidak akurat.

Media pemerintah China menyebut pembatasan potensial "upaya terbaru untuk memisahkan" dan memperingatkan "dampak signifikan bagi ekonomi China dan AS, serta perusahaan mereka, di masa depan."

Delegasi perdagangan AS dan China dijadwalkan bertemu pada 10 Oktober karena kedua pihak mencoba untuk bergerak lebih dekat ke suatu kesepakatan. Kedua negara telah mengenakan tarif barang bernilai miliaran dolar, mengurangi ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan.

"Fundamental ekonomi AS tetap kuat tetapi kegelisahan investor telah menyebabkan saham berfluktuasi dengan pasang surutnya berita utama," kata Doug Peta, kepala strategi investasi AS di BCA Research, dalam sebuah catatan seperti mengutip cnbc.com.

"Perang perdagangan AS-Cina terus membayangi sebagai risiko terbesar bagi ekonomi global dan sumber utama kecemasan investor."

Namun, Peta mencatat: “Jika kebijakan perdagangan yang keras tampaknya mendorong ekonomi ke arah resesi, kemungkinan pemerintah akan menurunkan agresivitasnya.”

Dow dan S&P 500 masing-masing naik lebih dari 1% untuk kuartal ini sementara Nasdaq turun 0,1%. Itu adalah kenaikan kuartalan ketiga berturut-turut untuk Dow dan S&P 500. Namun, kuartal tersebut merupakan perjalanan berombak bagi investor.

S&P 500 mencatat hari terburuk tahun ini pada 5 Agustus, jatuh hampir 3% di tengah kekhawatiran atas ekonomi global. Kekhawatiran tersebut dipicu oleh data ekonomi yang lebih lemah dan inversi kurva imbal hasil, dengan imbal hasil Treasury 2-tahun di atas 10 tahun.

Kekhawatiran seputar negosiasi perdagangan AS dan China juga menggemparkan saham sepanjang kuartal ini.

"Tentu saja ini merupakan perjalanan yang sulit, tetapi pada akhirnya Anda melihat kekuatan bank sentral dan The Fed membantu mendukung struktur ekonomi sebaik mungkin," kata Dan Deming, direktur pelaksana di KKM Financial. "Anda juga melihat nada berubah di sekitar narasi perdagangan AS-China, yang positif."

Federal Reserve memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini sebelumnya pada bulan September sementara bank sentral lainnya menunjuk pada kebijakan moneter yang lebih mudah untuk bergerak maju.

KLA Corp adalah pemain terbaik di kuartal ketiga dalam S&P 500, memperoleh lebih dari 30% pada waktu itu. Western Digital, Target, dan Lam Research semua melonjak lebih dari 20% pada kuartal tersebut.

Macy's dan Ulta Beauty tidak berhasil dengan baik. Kedua saham kehilangan sekitar 30% dari nilainya di kuartal ketiga.

Untuk bulan September, Dow dan S&P 500 masing-masing naik 1,9% dan 1,7%. Nasdaq naik 0,5% pada bulan September.




Sumber: inilah.com

Tag: News



Soal Aturan Validasi IMEI, Kominfo Sebut Tak akan Beratkan Operator - Gudang Berita Viral Soal Aturan Validasi IMEI, Kominfo Sebut Tak akan Beratkan Operator
Senin, 21 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pusako Kritik Pidato Jokowi, Dinilai Abai Soal Negara Hukum - Gudang Berita Viral Pusako Kritik Pidato Jokowi, Dinilai Abai Soal Negara Hukum
Senin, 21 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Waspadalah, Korea Selatan Mulai Bangkit! - Gudang Berita Viral Waspadalah, Korea Selatan Mulai Bangkit!
Senin, 21 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print