Jumat, 20 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 13:00:05 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Kala Rasulullah Mencium Istrinya Meski Puasa  - Gudang Berita Viral

APAKAH mencium istri membatalkan puasa? Jawabannya, belum tentu kecuali jika keluar mani. Lalu bagaimana standar mencium yang masih dibolehkan karena dikhawatirkan nantinya bisa keluar mani dan membatalkan puasa.

Dalam hadits no. 664 dari kitab Bulughul Marom, Ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan hadits, Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium istrinya padahal beliau sedang puasa. Beliau mencumbu istrinya padahal sedang puasa. Akan tetapi beliau mampu menahan syahwatnya.” Muttafaqun ‘alaih. Lafazhnya dari Muslim. Ditambahkan dalam riwayat lain, “Yaitu di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106)



Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Boleh bagi orang yang berpuasa mencium dan bercumbu dengan pasangannya. Hal ini tidak sampai berpengaruh pada rusak atau batalnya puasa. Yang dimaksud mubasyaroh dalam hadits  di atas adalah bersentuhnya kulit dan kulit dan mubasyaroh lebih dari sekedar mencium. Kadang pula yang dimaksud mubasyaroh adalah jima’ (hubungan intim), namun hal itu bukan yang dimaksudkan di sini.

Ada riwayat dari ‘Aisyah, Dari Masruq, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada ‘Aisyah: Apa yang dibolehkan bagi seorang pria pada istrinya saat berpuasa?” ‘Aisyah menjawab, “Segala sesuatu selain jima’ (hubungan intim).”  (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Rozaq dalam mushonnafnya, 4: 190 dan Ibnu Hajar dalam Al Fath (4: 149) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

2- Jika seseorang yang berpuasa dan syahwat atau nafsunya tinggi, atau dapat mengantarkan pada jima’ gara-gara mencium atau bercumbu, maka sudah seharusnya ditinggalkan. Hal ini untuk maksud mencegah dari yang diharamkan (saddu adz dzari’ah). Karena menjaga diri dari rusaknya puasa itu wajib dan sesuatu yang tidak sempurna kecuali dengannya, maka hal itu menjadi wajib. Sedangkan yang dimaksud “irbi” dalam hadits adalah syahwat dan kebutuhan jiwa.

3- Standar bolehnya mencium atau mencumbu istri adalah selama bisa menahan nafsunya. Jika tidak bisa demikian, maka sebaiknya tidak mencium atau mencumbu pasangannya.

4- Jika seseorang mencumbu atau menciuum istri lantas keluar mani, puasanya batal. Ibnu Qudamah berkata, “Aku tidak ketahui ada khilaf (perselisihan ulama) di dalamnya.” Termasuk dalam hal ini jika ada yang mengeluarkan mani dengan paksa seperti lewat jalan onani, maka puasanya batal. Karena sama halnya dengan mubasyaroh. Sedangkan jika mencumbu tetapi hanya keluar madzi, maka tidak sampai membatalkan puasa. Wallahu a’lam.

[Referensi: Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 5: 40-41/rumaysho]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Hari Ini Anies Umumkan Jakarta Sebagai Tuan Rumah Formula E 2020 - Gudang Berita Viral Hari Ini Anies Umumkan Jakarta Sebagai Tuan Rumah Formula E 2020
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Reformulasi Program Transmigrasi - Gudang Berita Viral Reformulasi Program Transmigrasi
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penelitian Ungkap Dampak Buruk Rasa Lapar Saat Mengambil Keputusan - Gudang Berita Viral Penelitian Ungkap Dampak Buruk Rasa Lapar Saat Mengambil Keputusan
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print