Sabtu, 19 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 03 Okt 2019, 12:00:07 WIB, 7 View Tim Redaksi, Kategori : News
Joker: Cerita Sangat Sederhana dengan Penjiwaan Karakter yang Sempurna - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Genre film superhero ternyata tidak melulu harus dihiasi efek visual megah dengan premis yang rumit. Sutradara Todd Phillips berhasil membuktikan hal tersebut lewat karyanya yang digadang-gadang bakal menjadi film terbaik tahun ini: Joker.

Sesuai dengan judulnya, Joker mengangkat kisah hidup si badut maniak yang dikenal dunia sebagai musuh bebuyutan Batman. Meski menghadirkan salah satu sosok penjahat paling terkenal di dunia komik maupun film, Joker boleh dibilang sama sekali tidak menyuguhkan adegan-adegan khas film pahlawan super. Film ini bahkan layak dikategorikan sebagai film drama karena begitu minimnya adegan tembak-tembakan dan baku hantam di dalamnya.



Berdurasi selama 2 jam lebih 2 menit, Joker betul-betul fokus pada pengembangan karakter Joker yang diperankan dengan sangat brilian oleh aktor gaek Joaquin Phoenix. Ketimbang menghadirkan sosok Joker yang menebar teror di Gotham City seperti yang lumrah ia lakukan di komik atau film Batman, Todd Phillips memilih untuk menitikberatkan film ini pada tragisnya kisah kehidupan Joker yang berhasil dieksekusi dengan sangat baik.

Joker bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Arthur Fleck (Phoenix) yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang badut panggilan. Bertolak belakang dengan pekerjaannya sebagai penghibur, kehidupan Arthur sangat jauh dari kata bahagia. Di awal film, ia sudah langsung dipukuli oleh segerombolan anak muda yang mencuri propertinya saat sedang bekerja.

Arthur juga begitu kesepian. Jangankan pacar, teman pun ia tidak punya. Satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara dan mau mendengarkannya dengan tulus hanya sang ibu, Penny Fleck (Frances Conroy) yang tengah terbaring sakit di apartemen mereka yang kumuh.

Tak cukup sampai di situ, sosok Arthur sebagai orang yang dikucilkan masyarakat kian diperparah dengan sindrom pathological laughter yang ia idap, di mana ia kerap tertawa terbahak-bahak secara tiba-tiba di luar kontrol dan kemauannya. Penyakitnya ini pun kerap membawa Arthur kepada situasi yang sama sekali tidak ia inginkan.

Hal yang bisa menghibur Arthur dan membuatnya sejenak melupakan pahitnya hidup adalah sebuah acara talk show di televisi yang dipandu oleh Murray Franklin (Robert De Niro).

Hidup Arthur yang menyedihkan mulai berubah ketika ia membunuh tiga orang di dalam kereta yang mem-bully-nya dengan pistol yang ia dapatkan dari salah seorang kawannya. Rangkaian kejadian dan kenyataan pahit berikutnya yang begitu melukai hatinya pun akhirnya membuat Arthur bangkit dari keterpurukan dan berubah menjadi Joker.

Alur cerita Joker sebetulnya sudah bisa ditebak dari beberapa trailer yang sudah beredar. Ceritanya sangatlah sederhana. Namun, kesederhanaan plot ini justru membuat penjiwaan karakter di dalamnya bisa dikembangkan dengan mendalam dan sempurna.

Akting Phoenix adalah kekuatan utama dari film ini. Pengorbanannya menyiksa diri sendiri dengan menurunkan bobot badan hingga 23 kilogram dan bolak-balik ke rumah sakit jiwa demi mendalami karakter Joker betul-betul terbayar dengan lunas. Ekspresi Phoenix ketika ia tertawa dalam kesedihan yang berkali-kali ia tunjukkan di sepanjang film sukses membuat hati penonton terenyuh, bahkan menaruh simpati kepada sosok Arthur Fleck.

Tak hanya itu, film Joker juga secara tersirat menyampaikan bahwa para kriminal yang ada di luar sana terkadang adalah orang-orang yang bernasib malang seperti Arthur Fleck. Tanpa bermaksud meromantisasi atau membenarkan tindak kejahatan, kegilaan yang dilakukan Joker sebetulnya adalah gambaran simpel dari hukum sebab akibat dan bentuk perlawanan terhadap penindasan. Pada akhirnya, label orang baik dan orang jahat hanya masalah perspektif.

Jika harus ada yang dikritik dari film ini, mungkin hanya adegan aksi yang sangat sedikit mengingat Joker adalah sosok brutal yang kental dengan vandalisme dan anarki. Namun, dengan akting Joaquin Phoenix yang begitu membekas di hati, hal itu rasanya sudah tidak penting lagi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat - Gudang Berita Viral Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati - Gudang Berita Viral Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun - Gudang Berita Viral Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print