Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 18:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Jennifer Haynes, Perempuan dengan Ribuan Kepribadian - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – “Empat puluh lima tahun, wow.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Jennifer Haynes. Dia mengucapkannya sembari tertawa lebar. Perempuan yang biasa dipanggil Jeni itu memang gembira luar biasa. Setelah puluhan tahun, orang yang menyiksa dan melecehkannya, Jumat (6/9) akhirnya diganjar hukuman lebih dari empat dekade. Dia adalah sang ayah, Richard Haynes.

“Saya berharap dia dihukum 25 tahun. Jadi, ini rasanya seperti dapat bonus besar,” terang dia saat keluar dari Pengadilan Distrik Downing Centre, Sydney, Australia.



Selama hampir dua jam, Jeni mendengarkan hakim Sarah Huggett membacakan 25 dakwaan yang menjerat Richard. Itu adalah 2 jam yang menyiksa sekaligus melegakan. Sebab, akhirnya ada orang yang memberi tahu Richard tentang kekejian yang dilakukannya selama ini terhadap Jeni.

Pria 74 tahun itu dinyatakan bersalah atas semua dakwaan tersebut. Dia baru bisa bebas bersyarat jika sudah menjalani 33 tahun masa hukuman. Dengan kata lain, sangat mungkin Richard bakal mati di balik jeruji besi.

Kisah pilu kehidupan Jeni dimulai ketika keluarganya pindah dari Inggris ke Australia pada 1974. Saat itu Jeni baru berusia 4 tahun. Entah setan apa yang merasuki si ayah, tapi sejak itulah dia mulai menyiksa dan memerkosa Jeni hampir setiap hari. Richard juga menyodomi putri kecilnya. Dia tidak peduli meski saat itu Jeni kecil berdarah dan terkencing-kencing.

“Dia mendengar saya memintanya untuk berhenti, mendengar saya menangis, melihat kesakitan dan teror yang dia sebabkan, melihat darah dan kerusakan fisik karena hal itu. Dan keesokan harinya dia tetap mengulangi perbuatannya,” ujar Jeni.

Tak tahan, Jeni akhirnya menciptakan alter ego bernama Symphony. Dia adalah sosok gadis kecil yang berusia 4 tahun. Saat memerkosa Jeni, sejatinya ayahnya sedang memerkosa Symphony. Seiring berjalannya waktu, Symphony menciptakan alter ego lain untuk mengatasi beban mentalnya. Saat ini jumlahnya mencapai 2.500-an sosok.

Jeni positif menderita multiple personality disorder (MPD) atau dissociative identity disorder (DID). Enam di antara alter egonya Maret lalu memberikan kesaksian di pengadilan. Itu adalah kasus pertama di Australia, penderita DID menjadi korban kejahatan dan memberikan kesaksian lewat para alter egonya.

Orang tua Jeni berpisah pada 1984. Tapi, Jeni baru bernyali melaporkan ayahnya pada 2009. Polisi butuh waktu 10 tahun untuk menyelidiki dan menyeret Richard ke balik jeruji besi. Dia diekstradisi dari Darlington, Inggris, pada 2017.

Hakim tidak pernah menghadirkan juri seperti dalam persidangan pada umumnya. Kasus tersebut dinilai begitu kelam sehingga ditakutkan akan menimbulkan trauma mendalam pada para juri.

Mereka yang Terbelah Kepribadiannya
Shirley Ardell Mason memiliki kepribadian ganda karena sang ibu yang menderita gangguan jiwa kerap menyiksanya. Kisahnya diungkap dalam buku berjudul Sybil: The True Story of a Woman Possessed by 16 Separate Personalities.

Nama Mason disamarkan menjadi Sybil Isabel Dorsett. Buku itu lantas diadaptasi menjadi sebuah film. Belakangan, diagnosis Mason menderita dissociative identity disorder (DID) dipertanyakan. Dia diduga salah diagnosis.

Juanita Maxwell melakukan pembunuhan Maret 1979, saat bekerja sebagai pelayan di Fort Myers Hotel, Florida, AS. Maxwell ternyata memiliki enam kepribadian. Yang membunuh adalah Wanda Weston, salah satu sosok di dalam dirinya. Maxwell dirawat di rumah sakit jiwa sebelum akhirnya keluar dan merampok bank. Lagi-lagi, Wanda Weston yang melakukan.

– Pada 14-26 Oktober 1977 terjadi tiga penculikan, perampokan, dan pemerkosaan di dekat Ohio State University. Para korban mendeskripsikan orang yang berbeda-beda, padahal pelakunya satu orang, yaitu Billy Milligan.

Setelah ditangkap, dia didiagnosis punya 24 kepribadian. Dia dirujuk ke rumah sakit jiwa. Kisahnya dibukukan dengan judul The Minds of Billy Milligan dan difilmkan dengan judul The Crowded Room yang dibintangi Leonardo DiCaprio.

Truddi Chase mengeklaim punya beberapa kepribadian sejak usia 2 tahun. Ayah angkatnya kerap melecehkannya secara fisik dan seksual. Ibunya melukainya secara emosional selama 12 tahun. Dia akhirnya punya 92 kepribadian yang disebutnya sebagai The Troops. Dia dan terapisnya menulis buku berjudul When Rabbit Howls yang kemudian diadaptasi ke miniseri televisi pada 1990-an. Dia juga pernah diundang di acara The Oprah Winfrey Show.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Wujudkan Program Sejuta Rumah, Kadin Kerja Sama dengan Pemerintah - Gudang Berita Viral Wujudkan Program Sejuta Rumah, Kadin Kerja Sama dengan Pemerintah
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Bertani, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet 500 Juta per Bulan - Gudang Berita Viral Bertani, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet 500 Juta per Bulan
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Wujudkan Kota Layak Anak, Anies Diberi Penghargaan - Gudang Berita Viral Wujudkan Kota Layak Anak, Anies Diberi Penghargaan
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print