Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 05 Sep 2019, 20:00:06 WIB, 0 View Tim Redaksi, Kategori : News
Jaksa Eksekusi Dukut Imam Widodo, Tinggal Menunggu Khuluq dan Syaiful - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Dukut Imam Widodo kembali masuk rumah tahanan (rutan). Selasa petang (4/9) tim jaksa dari intelijen dan pidana khusus (pidsus) Kejari Gresik menjemput lelaki 65 tahun itu di rumahnya di Surabaya. Eksekusi dilakukan setelah kasasi yang diajukan jaksa belakangan dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Dari putusan kasasi MA, Dukut yang merupakan mantan petinggi pabrik peleburan tembaga itu pun harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Selain itu, penulis buku Surabaya Tempoe Doloe tersebut harus membayar denda Rp 200 juta.



Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, tim jaksa datang ke rumah Dukut sekitar pukul 17.00. Saat itu Dukut tengah santai di rumahnya. Bahkan, dia terlihat mengenakan celana pendek saat tim eksekutor yang dipimpin Andrie Dwi Subianto dan R. Bayu Probo Sutopo mengetuk pintu rumahnya.

Setelah menjelaskan keperluan dan menyodorkan surat yang berisi salinan putusan MA tertanggal 27 Maret 2019, Dukut hanya bisa pasrah. Setelah membacanya, Dukut pamit masuk ke dalam rumah. ’’Beliau minta izin untuk meminum obat jantung,’’ kata sumber Jawa Pos.

Bahkan, Dukut juga meminta izin untuk membawa sisa obat jantung. Jaksa eksekutor pun memberikan izin. Tidak lama, Dukut dibawa masuk ke mobil kejaksaan. ’’Beliau sangat kooperatif. Sampai kami merasa kasihan. Tapi, karena menjalankan putusan MA, kami tega-tegakan,’’ tambahnya.

Setelah magrib, Dukut tiba di kantor Kejari Gresik. Setelah diperiksa beberapa saat, dia lantas dibawa ke Rutan Gresik di Jalan Raya Banjarsari, Cerme.

Humas Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa terpidana Dukut sangat kooperatif. Dia dieksekusi atas kasus korupsi dana retribusi sewa sebagian perairan laut atau dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) PT Smelting kepada Pemkab Gresik senilai Rp 1,3 miliar pada 2006.

’’MA menjatuhkan hukuman 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan,’’ ujar Bayu dengan didampingi Kasipidsus Andrie Dwi Subianto ketika ditemui di kantor Kejari Gresik kemarin. Dalam salinan putusan MA itu, Dukut terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 jo pasal 55 ayat (1).

Tinggal Menunggu Khuluq dan Syaiful

Dalam perkara korupsi dana DUKS PT Smelting, Dukut tidak menjadi terdakwa seorang diri. Ada dua orang lainnya yang terlibat. Yakni, mantan Sekda Gresik Husnul Khuluq dan Syaiful Bachri, mantan atasan Dukut.

Namun, berkas perkara Khuluq dan Syaiful dibuat terpisah. Kabarnya, salinan putusan kasasi MA untuk keduanya sejauh ini belum turun. ’’Dua terdakwa itu putusannya belum keluar dari MA,’’ ujar Humas yang juga Kasi Intel Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo.

Kasus tersebut berawal dari perjanjian sewa perairan laut antara Pemkab Gresik dan PT Smelting tertanggal 11 Oktober 2006. Dalam perjanjian kerja sama tersebut, uang kontribusi yang wajib dibayarkan PT Smelting ke pemkab mencapai Rp 3,43 miliar. Nah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya ketidakjelasan pembayaran retribusi sewa perairan oleh PT Smelting kepada pemkab.

Lalu, perkara tersebut ditangani Polda Jatim. Pada November 2016, penyidik polda melimpahkan kasus itu ke Kejari Gresik. Tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Pada 14 November 2016 dilakukan penahanan terhadap ketiganya. Namun, pada 11 April 2017, Pengadilan Tipikor Surabaya memutus bebas ketiganya.

Hakim memutuskan bahwa perkara tersebut termasuk putusan lepas (onslag van recht vervolging). Artinya, segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Namun, terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana. Sebab, perbuatan tersebut tidak termasuk tindak pidana. Tiga orang itu pun dikeluarkan dari tahanan.

Namun, jaksa menempuh jalur kasasi. MA memutuskan bahwa Dukut terbukti bersalah. Putusan kasasi MA keluar Maret lalu. Jaksa pun mengeksekusi Dukut. Dengan demikian, saat ini tinggal menunggu putusan kasasi MA untuk Khuluq dan Syaiful.

Kasipidsus Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto menyatakan, pihaknya sudah bersurat empat kali untuk menanyakan putusan dua terdakwa tersebut. “Belum ada jawaban,” ungkapnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Pasal Aborsi di KUHP Baru Bertentangan dengan UU Kesehatan dan MUI - Gudang Berita Viral Pasal Aborsi di KUHP Baru Bertentangan dengan UU Kesehatan dan MUI
Kamis, 19 Sep 2019, 18:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Lolos Dari Situasi Kritis, Kevin Bilang Kuncinya Adalah Ketenangan - Gudang Berita Viral Lolos Dari Situasi Kritis, Kevin Bilang Kuncinya Adalah Ketenangan
Kamis, 19 Sep 2019, 18:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
BI Turunkan LTV/FTV Properti dan DP Kredit Kendaraan Bermotor - Gudang Berita Viral BI Turunkan LTV/FTV Properti dan DP Kredit Kendaraan Bermotor
Kamis, 19 Sep 2019, 18:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print