Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 08 Okt 2019, 16:00:06 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Investasi Sektor Petrokimia Masih Lesu  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Padang - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengamini, invetasi di sektor kimia masih kurang. Bahkan sejak tahum 1998 tidak pernah mendapatkan investasi yang besar.

"Industri kimia sudah lengkap tapi belum cukup, karena kalau kita lihat dari tahun 98 tidak ada investasi besar khususnya di industri petrokimia," kata Sigit dalam acara Workshop “Pendalaman Kebijakan Industri” di Padang, Selasa (8/10/2019).

Akibatnya, kebutuhan bahan pokok pada sektor ini selalu mengalami kekurangan. Tentu jalan keluarnya adalah melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akhirnya sektor ini menjadi penyumbang defisit neraca dagang.



"Impor bahan petro lebih dari 20 miliar dolar setiap tahun. Bahan kimia hampir 30 persen dari total impor, struktur impor sebagain besar petrokimia dan kimia, 30 persen sektor barang modal dan 30 persen adalah bahan konsumsi,” ujar dia.

Nah, guna mengatasi masalah ini, kata dia, pemerintah tengah menggalakan pembangunan industi petrokimia dalam negeri. Mengingat keperluan petrokimia dalam negeri setiap tahunnya meningkat terus.

"Kalau kami lakukan akan punya nilai tambah yang cukup besar sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, masuknya investasi dari PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) dan PT Lotte Chemical Indonesia akan membawa perubahan baik di sektor petrokimia.

"Kami sudah punya komitmen dari Chandra Asri maupun Lotte untuk investasi di sektor petrochemical sehingga kami harapkan 2023 kita bisa aktif kembali di sektor petrochemical," kata dia.

Sehingga diperkirakan bisa mengurangi 50 persen dari impor bahan baku yang masih sering dilakukan oleh industri ini. Oleh karenanya, pihaknya menyambut baik investasi ini.

Adapun Lotte akan membangun pabrik dengan luas 100 hektare dan memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun. Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton ethylene, 520.000 ton propylene, 400.000 ton polypropylene dan produk turunan lainnya yang  juga bernilai tambah tinggi.

Produksi Lotte tersebut untuk memenuhi permintaan domestik maupun global. Dalam proyek pembangunan infrastukturnya, diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023.

Sementara Chandra Asri Petrochemical Tbk akan membangun pabrik petrokimia CAP 2 di kompleks petrokimia terpadunya di Cilegon, Banten. Dalam pembangunannya, Chandra Asri akan menggandeng mitra strategis untuk memperkuat holding, keuangan, serta operasionalnya.

Proyek ini diprediksi akan membutuhkan dana sekitar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp35,2 triliun (kurs Rp 14.080 per dolar AS). Setelah selesai, Chandra Asri dapat meningkatkan produksi polyethylene dan polypropylene sebesar 4 juta ton per tahun. Sehingga total produksinya bisa mencapai 8 juta ton per tahun.[jat]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK - Gudang Berita Viral Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak - Gudang Berita Viral Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta - Gudang Berita Viral OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print