Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 05 Sep 2019, 19:00:05 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Ini Saran Dede Yusuf untuk BPJS Kesehatan sebelum Naikkan Iuran - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Kenaikan iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk penerima manfaat layanan kelas I dan kelas II dikritik. BPJS Kesehatan diminta untuk berbenah terlebih dahulu sebelum menaikkan iuran.

Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dede Yusuf mendorong, BPJS Kesehatan untuk dapat bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri. Kerja sama itu dilakukan guna memutakhirkan data penduduk yang layak terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).



Menurut Dede, pemutakhiran data tersebut menjadi penting untuk mengetahui apakah PBI telah tepat sasaran atau tidak. Sebab, kata dia, ada jutaan peserta PBI yang perlu divalidasi apakah masih masuk kalangan miskin atau tidak.

“Tiap tahun hampir ada dua juta orang yang divalidasi kembali. Artinya, dia sudah tidak miskin, sudah punya pekerjaan ataupun meninggal, itu harus divalidasi,” kata Dede saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/9).

Dede mengklaim, ada sekitar 10 juta orang yang datanya perlu divalidasi kembali apakah masih berhak menjadi peserta PBI atau tidak. Saat ini, jumlah peserta PBI tercatat mencapai 132 juta orang, baik di pemerintah pusat maupun daerah. Peserta yang iurannya dibayarkan penuh oleh negara ini hanya untuk kalangan tidak mampu atau miskin.

“Kami minta ini diselesaikan terlebih dahulu, kami minta data cleansing dari Kemensos, Dukcapil. Itu benar-benar harus divalidasi,” jelasnya.

Selain validasi data, Dede meminta BPJS Kesehatan untuk melakukan sejumlah perbaikan lain. Yakni melunasi utang di fasilitas kesehatan (faskes), dan pihak farmasi.

“Kita harapkan sebelum kita berbicara kenaikan premi dan lain-lain pada 2020, masalah utang-utang kepada rumah sakit yang akhirnya membuat RSnya agak sedikit dalam quote and quote agak berat dalam menjalankan BPJS ini harus dilunasi. (Utang) farmasi yang mencapai Rp 6 triliun, itu juga harus dilunasi,” bebernya.

Di sisi lain, kata Dede, pemerintah juga didorong untuk melakukan perbaikan pelayanan kepada peserta. Hal itu menjadi penting agar masyarakat dapat mendukung kenaikan iuran yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

“Karena kalau pelayanannya baik, saya yakin membayar tidak masalah. Nah, ini kami besok tanggal 6 (September) akan coba kami sampaikan kepada pemerintah. Mudah-mudahanan datang, Kominfo, KSP, Menkes datang agar bisa disampaikan ke Presiden,” tandasnya.

Sebelumnya, muncul rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta kelas I dan II per Januari 2020. Iuran peserta kelas I naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu, sementara kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Erick Thohir Naksir Persis Solo - Gudang Berita Viral Erick Thohir Naksir Persis Solo
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda - Gudang Berita Viral Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura - Gudang Berita Viral Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print