Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 28 Sep 2019, 02:00:05 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Ini Pemicu Penurunan Harga Minyak Mentah  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Teheran - Penurunan minyak setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim pada hari Jumat (27/9/2019) bahwa AS menawarkan untuk menghapus semua sanksi terhadap Iran dengan imbalan negosiasi. Presiden Donald Trump dan Departemen Luar Negeri kemudian membantah klaim tersebut, menyebabkan minyak rebound dari posisi terendah.

Minyak mentah berjangka WTI terakhir lebih rendah sebesar 1,4% menjadi US$55,63 setelah laporan setelah jatuh ke US$54,79. Minyak mentah berjangka Brent turun 1,8% menjadi US$61,60.

“Kanselir Jerman, perdana menteri Inggris (Inggris) dan presiden Prancis berada di New York dan semuanya bersikeras bahwa pertemuan ini terjadi. Dan Amerika mengatakan bahwa itu akan mencabut sanksi,” kata Rouhani di situs resminya, menurut Reuters.



"Itu untuk diperdebatkan sanksi apa yang akan dicabut dan mereka (Amerika Serikat) mengatakan dengan jelas bahwa kita akan mencabut semua sanksi."

Trump kemudian mengatakan bahwa dia menjawab "tentu saja, TIDAK!" Kepada Iran yang dia katakan ingin dia mencabut sanksi untuk bertemu.

Departemen Luar Negeri menyebut laporan itu "tidak berdasar," menambahkan bahwa AS berkomitmen untuk nol ekspor minyak dari rezim Iran, kata Bloomberg News.

Komentar Rouhani muncul setelah serangkaian drone menyerang fasilitas minyak di Arab Saudi pada 14 September, yang memaksa kerajaan untuk memotong produksi menjadi setengahnya. AS dan beberapa negara Eropa, serta Arab Saudi, menyalahkan serangan terhadap Iran. Pemerintahan Trump juga mengumumkan rencana untuk mengerahkan pasukan AS ke wilayah tersebut.

"Ada risiko bearish besar dari pencairan di situasi Iran AS untuk beberapa waktu dan ini akan menempatkan sejumlah besar minyak kembali ke pasar segera jika itu terjadi," kata John Kilduff dari Again Capital seperti mengutip cnbc.com.

“Ini bukan hanya produksi dan ekspor Iran. Jutaan barel dalam penyimpanan terapung dan jutaan barel duduk di pelabuhan Tiongkok menunggu untuk diproses oleh bea cukai," kata Kilduff.

Trump tahun lalu menarik AS dari kesepakatan nuklir antara Iran, AS, dan lima negara lain yang menghapus sanksi dari negara itu sebagai imbalan atas komitmennya untuk mengakhiri nuklirnya.

Republik Islam, target sanksi AS selama beberapa dekade, baru-baru ini menyerang kapal tanker minyak di Selat Hormuz, menembak jatuh drone militer AS dan mengumumkan rencana untuk mengeksekusi 17 mata-mata AS yang dicurigai.




Sumber: inilah.com

Tag: News



Hari Ini Berlaku Sistem Baru Sertifikasi Produk Halal - Gudang Berita Viral Hari Ini Berlaku Sistem Baru Sertifikasi Produk Halal
Kamis, 17 Okt 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Terbakar Cemburu, Pria Tusuk Teman Kekasihnya Pakai Pisau - Gudang Berita Viral Terbakar Cemburu, Pria Tusuk Teman Kekasihnya Pakai Pisau
Kamis, 17 Okt 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Setelah Suami Bakar Istri, Muncul Kasus Istri Dihantam Paving Block - Gudang Berita Viral Setelah Suami Bakar Istri, Muncul Kasus Istri Dihantam Paving Block
Kamis, 17 Okt 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print