Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 19:00:20 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Indung Akui Lima Kali Terima Uang untuk Diserahkan ke Bowo Pangarso - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Direktur Keuangan PT Inersia Ampak Engineering, Indung Andriani mengaku telah menerima pemberian uang lima kali dari Asty Winasty selaku Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HKT). Uang tersebut kemudian diserahkan Indung kepada Bowo Sidik Pangarso yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI.

Saat bersaksi untuk Bowo di dalam persidangan, Indung mengaku dikenalkan Asty Winasty oleh Bowo Sidik yang menjabat Komisaris Utama PT Inersia Ampak Engineering. Dalam perkenalan itu, Indung mengatakan perusahaan Bowo akan memperoleh fee dari PT HTK.



Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menelisik uang pemberian Asty yang telah diserahkan kepada Bowo Sidik. Sebab Indung diduga merupakan perantara suap Asty kepada anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu.

“Berapa kali terima uang?” tanya Jaksa KPK Ikhsan Fernandi dalam sidang perkara suap dengan terdakwa Bowo Sidik Pangarso di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (4/9).

Menjawab pertanyaan Jaksa, Indung mengaku telah menerima uang dari Asty sebanyak lima kali. Bahkan Asty kerap mencatat ketika telah memberikan uang.

“Terima uang lima kali. Setiap dikasih ada catatan kertas. Kalau tidak ada catatan, besok saya telepon Bu Asty perhitungan uang kemarin terima dicatat buku kas saya,” ucap Indung.

Indung menyebut dirinya ditugaskan untuk mengurus draf perjanjian PT HTK dan PT Inersia Ampak Engineering. Indung dan Asty pun terus berkomunikasi mengenai kerja sama antar perusahaan itu.

“Dalam perjalanan dijelaskan ada uang untuk Pak Bowo, karena Asty minta perusahaan Inersia diajukan,” jelas Indung.

Jaksa Ikhsan kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait lima kali penerimaan uang tersebut. Penerimaan pertama terjadi pada 1 Oktober 2018 sebesar Rp 221.523.932,00. Uang itu terkait fee sewa kapal MT Pupuk Indonesia.

Penerimaan kedua terjadi pada 1 November 2018, uang sebesar USD 59.587,00 itu terkait fee pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo untuk dilakukan pada Juli, Agustus, dan September 2018. Kemudian, penerimaan ketiga terjadi pada 20 Desember 2018, uang sebesar USD 21.327,00 dengan rincian fee terkait sewa kapal MT Pupuk Indonesia pada September 2018 selama 30 hari dan Oktober 2018 selama 31 hari.

Penerimaan keempat terjadi pada 26 Februari 2019, uang sebesar USD 7.819,00 itu terkait pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo pada November dan Desember 2018 sebanyak 2 voyage/trip. Terakhir, penerimaan kelima terjadi pada 27 Maret 2019, uang sebesar Rp 89.449.000,00 itu terkait fee sewa kapal MT Pupuk Indonesia pada Desember 2018 selama 31 hari).

“Bahwa uang fee yang telah diterima terdakwa seluruhnya sebesar USD 163,733.00 dan Rp 311.022.932,00,” jelas Jaksa Ikhsan.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima total sekitar Rp 2,6 miliar berkaitan dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Uang itu diterima Bowo melalui perantara.

Jaksa merinci pemberian suap itu berupa USD 163.733 dan Rp 311 juta (bila dikurskan dan dijumlah sekitar Rp 2,6 miliar lebih). Uang USD 163.733 dan Rp 311 juta diterima Bowo dari Asty Winasty dan Taufik Agustono secara langsung maupun melalui orang kepercayaannya bernama M Indung Andriani.

Asty disebutkan sebagai General Manager Komersial atau Chief Commercial Officer PT HTK, sedangkan Taufik adalah Direktur Utama PT HTK. Jaksa menyebut pemberian suap itu bertujuan agar Bowo membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog).

PT HTK disebutkan sebagai perusahaan yang mengelola kapal MT Griya Borneo yang sebelumnya memiliki kontrak kerja sama dengan PT Kopindo Cipta Sejahtera (KCS) untuk pengangkutan amoniak. PT KCS disebut jaksa sebagai cucu perusahaan dari PT Petrokimia Gresik.

Namun, setelah perusahaan induk BUMN di bidang pupuk didirikan, yaitu PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), kontrak kerja sama PT HTK itu diputus. Sedangkan pengangkutan amoniak itu dialihkan PT PIHC ke PT Pilog menggunakan MT Pupuk Indonesia. Atas hal itu PT HTK melalui Asty meminta bantuan Bowo agar PT Pilog dapat menggunakan kapal milik PT HTK, yaitu MT Griya Borneo.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Tara Basro dan Chicco Jerikho Didapuk Jadi Duta FFI 2019 - Gudang Berita Viral Tara Basro dan Chicco Jerikho Didapuk Jadi Duta FFI 2019
Selasa, 24 Sep 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demi Penegakan Martabat, Mayoritas Senator Sepakati Tatib Baru DPD - Gudang Berita Viral Demi Penegakan Martabat, Mayoritas Senator Sepakati Tatib Baru DPD
Selasa, 24 Sep 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jalin Kerjasama dengan GMF, Citilink Buka Anak Usaha Baru - Gudang Berita Viral Jalin Kerjasama dengan GMF, Citilink Buka Anak Usaha Baru
Selasa, 24 Sep 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print