Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 09 Okt 2019, 12:00:19 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Indonesia Setengah Hati Hadapi SEA Games 2019 - Gudang Berita Viral

Prestasi gilang-gemilang di Asian Games 2018 ternyata benar-benar memabukkan. Bikin lupa segalanya. Termasuk persiapan SEA Games 2019 Filipina. Digarap dengan setengah hati, tidak banyak yang bisa kita harapkan…



PASCA Asian Games 2018, pelatnas memang seperti mati suri. Pendanaan dari Kemenpora macet. Proposal pengajuan anggaran bolak-balik direvisi. Alasannya macam-macam. Tidak detail lah, tidak realistis lah.

Alhasil, cabor tidak berani memanggil atlet untuk dilatih secara terpusat di Jakarta (atau daerah lain yang ditunjuk). Hanya bulu tangkis, atletik, dan angkat besi saja yang bisa berjalan berkat dukungan sponsor.

Cabor baru berani memanggil atlet setelah dana dicairkan oleh Kemenpora. Itu terjadi sekitar pertengahan tahun ini. Padahal, event dua tahunan itu digelar mulai 30 November nanti. Jika dihitung dari pencairan dana, pelatnas baru digelar intensif dua bulan terakhir.

Nah, saat pelatnas baru berjalan, badai menyerang.

Menpora Imam Nahrawi ditetapkan tersangka korupsi oleh KPK pada 18 September lalu. Padahal, banyak detail pelaksanaan SEA Games yang harus diurus oleh menteri asal Bangkalan, Madura, tersebut. Misalnya, penunjukan Chef de Mission (CdM ) alias kepala kontingen. Juga, finalisasi cabor.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengakui persiapan SEA Games 2019 sangat jauh dari kata ideal. Secara tersirat dia juga menyampaikan bahwa prestasi Indonesia tahun ini tidak mungkin melebihi edisi 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, kita terperosok di peringkat kelima. Di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, bahkan negara mungil Singapura.

“SEA Games kurang dari dua bulan, golden moon-nya sebetulnya sudah lewat,” ucap Gatot kemarin. “Makanya bisa peringkat kelima itu sudah bagus. Peringkat keempat, lebih bagus lagi. Jangan bayangkan kita menjadi juara umum. Siapa sih yang tidak mau juara umum? Tapi kita harus realistis,” pinta dia.

Kemarin, pihak kemenpora merilis daftar cabor yang akan diikuti Indonesia. Kita bakal terjun di 45 cabor, dengan target 45 emas. Total atlet yang diberangkatkan mencapai 673 orang. Lebih banyak daripada kontingen SEA Games 2017 yang hanya 534 dari 36 cabor. Idealnya, dengan jumlah atlet lebih banyak, kita bisa meraih lebih banyak emas daripada dua tahun lalu. Saat itu, kita mengumpulkan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Ketua KOI Erick Thohir beranggapan jumlah tersebut sudah pas. Tidak terlalu gemuk. Apalagi, ada aturan skuad dengan komposisi 60-40. Yakni 60 persen atlet muda, 40 persen senior. Jadi, kalau kontingen SEA Games kali ini banyak diisi atlet muda, bagi Erick, tidak masalah.

“Tiap multievent itu tidak bisa disamaratakan,” kata Erick, ketika ditemui di Wisma Kemenpora, Jakarta, kemarin. ”Yang namanya SEA Games merupakan sasaran antara. Kalau memang dananya ada, saya rasa juga bukan masalah sedikit dan kurang. Tapi ini kesempatan mereka (atlet) berlatih tanding,” lanjut dia.

Masalahnya, tidak semua cabor siap dengan komposisi itu. Apalagi jika mereka dibebani target tinggi. Seperti atletik dan bulu tangkis. Juga angkat besi. Sebagai cabor andalan, mereka menerjunkan atlet senior yang lebih banyak daripada juniornya. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengatakan, dari 35 atlet yang dikirim ke Filipina nanti, lebih dari separonya sudah berpengalaman di event internasional.

“Pada dasarnya kami setuju banget SEA Games diberikan kepada atlet muda sebagai batu loncatan. Namun, proses tidak bisa seketika,” kata Tigor kemarin. ”Bisa saja sih kebijakan itu kami berlakukan. Tapi, tidak dapat medali ya kurang elok,” lanjut dia.

Kemenpora menargetkan induk segala cabang olahraga itu bisa meraih lebih dari empat emas. Apakah itu memungkinkan? Tigor tidak menjawab gamblang. Dia malah mengingatkan bahwa selama persiapan cabornya juga mengalami banyak kendala. Sudah begitu, pihaknya tidak boleh menerjunkan Lalu Muhammad Zohri yang harus fokus Olimpiade Tokyo 2020.

“Susah pasang target. Dengan suasana seperti ini, saya rasa tidak pada tempatnya kami pasang target,” ucap Tigor. ”Biar hasilnya nanti bagaimana. Yang jelas siap melakukan yang terbaik,” tambah dia.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK - Gudang Berita Viral Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak - Gudang Berita Viral Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta - Gudang Berita Viral OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print