Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 02 Okt 2019, 12:00:09 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Indonesia Masters 2019 Adalah Pembuktian Konsistensi Firman - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Dua unggulan teratas tunggal putra memutuskan mundur dari Yuzu Indonesia Masters 2019. Seeded pertama asal Singapura Loh Kean Yew dan Subhankar Dey (unggulan kedua asal India) tanpa alasan yang jelas memilih withdraw.

Langkah yang dilakukan oleh Loh dan Subhankar mendatangkan konsekuensi. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akhirnya menjatuhkan denda masing-masing sebesar USD 250 (Rp 3,5 juta) kepada mereka.



Dua pemain Malaysia Eong Jun Hao dan Faiz Rozain naik untuk menggantikan tempat Loh dan Subhankar.

Dengan pengunduran diri Loh dan Subhankar maka unggulan ketiga asal Indonesia Firman Abdul Kholik menjadi jagoan utama di tunggal putra. Dengan yakin, Firman mengatakan sebisa mungkin akan memenuhi targetnya untuk menjadi juara pada turnamen Super 100 yang berlangsung di GOR Ken Arok, Malang tersebut.

”Kalau bisa ya diambil lah,” katanya.

Firman saat ini adalah pemain pelatnas namun berstatus magang. Artinya, dia mendapatkan fasilitas di pelatnas misalnya makan, asrama, dan latihan. Semuanya sama dengan pemain pelatnas lainnya. Hanya yang berbeda, ketika dia bertanding, baik itu di turnamen dalam negeri atau luar negeri, Firman menggunakan dana pribadi.

Atau bisa juga dari kantong klubnya, Mutiara Cardinal Bandung.

Status pelatnas magang itu dipegang Firman sejak Januari 2017. Atau dalam zaman Ketua Umum PP PBSI Wiranto yang terpilih pada Oktober 2016. Dalam kepengurusannya, Wiranto menunjuk Susy Susanti sebagai kepala bidang pembinaan dan prestasi. Nah, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itulah yang menurunkan status Firman.

Firman sendiri sempat dianggap pemain berbakat besar. Dia memiliki skill dan kelincahan yang baik. Apalagi, sebagai pemain kidal, Firman diprediksi bakal menjadi tunggal putra spesial bersama Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa.

Tetapi, saat Jonatan dan Ginting melesat sebagai dua pemain elite dunia, Ihsan dan Firman perlahan-lahan mulai tenggelam. Berbeda dengan Firman, Ihsan sedikit lebih beruntung karena masih berstatus pemain pelatnas. Artinya, jika bertanding dalam turnamen-turnamen internasional, dia masih dibiayai PP PBSI.

Meski begitu, Firman ternyata perlahan bangkit. Sepanjang tahun ini, dia meraih dua gelar. Pertama pada ajang Vietnam International Challenge 2019. Lalu yang impresif adalah ketika dia berdiri di podium tertinggi turnamen Super 100, Akita Masters 2019 di Jepang yang berakhir 18 Agustus lalu.

Dua trofi tersebut memang lahir dari turmanen-turnamen kecil. Tetapi, tetap saja ini sangat baik. Sebab, sudah empat tahun pemain 22 tahun tersebu tidak menjadi juara. Sebelum tahun ini, Firman hanya pernah sekali memeluk trofi pada ajang Vietnam International Challenge 2015.

”Keinginan saya bisa menjadi juara lagi seperti di Akita Masters. Namun ini tidak mudah. Sebab, kekuatan tunggal putra merata,” ucapnya.

Pada Indonesia Masters 2019, Firman mendapatkan bye pada babak pertama. Pada babak kedua, dia akan berhadapan dengan pemain Tiongkok Ren Peng Bo.

Firman hanya pernah bertemu dengan pemain ranking 90 dunia tersebut pada China Masters 2017. Saat itu, Firman menang dalam rubber game. ”Babak pertama sudah berat. Semoga bisa menang lagi,” imbuhnya.

Selain Firman, Indonesia juga berharap banyak kepada juara bertahan Ihsan Maulana Mustofa. Unggulan keenam itu juga langsung lolos ke babak kedua. Pada ronde pertama, Ihsan langsung mendapatkan bye.

Ihsan akan berhadapan dengan mantan pemain pelatnas, Vicky Angga Saputra.

Dari tunggal putri, Indonesia mengandalan Ruselli Hartawan yang menempati unggulan kedua. Penampilan pemain 21 tahun itu tidak terlalu impresif sepanjang 2019. Pencapain terbaiknya hanyalah perempat final Akita Masters 2019.

Meski begitu, Ruselli yang menempati peringkat 31 dunia tersebut optimistis bisa mendapatkan hasil terbaik di Malang. ”Kalau target pribadi ya juara. Tetapi saya merasa bisa mencapai perempat final di Jepang (Akita Masters, Red) sudah sangat lumayan. Semoga kali ini bisa melewati perempat final,” imbuhnya.

Selain, Ruselli, Indonesia juga menempatkan Lyanny Alessandra Mainaky sebagai daftar unggulan. Lyanny berada di seeded kelima.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Keluarga Kardashian Ingin Kylie Jenner dan Travis Scott Balikan - Gudang Berita Viral Keluarga Kardashian Ingin Kylie Jenner dan Travis Scott Balikan
Kamis, 17 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jokowi Bolehkan Demo saat Pelantikan, Kapolri Tito Tak Mau Kecolongan - Gudang Berita Viral Jokowi Bolehkan Demo saat Pelantikan, Kapolri Tito Tak Mau Kecolongan
Kamis, 17 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Datangi Muhammadiyah, Zulhas Minta Umat Islam Bersatu Dukung Jokowi II - Gudang Berita Viral Datangi Muhammadiyah, Zulhas Minta Umat Islam Bersatu Dukung Jokowi II
Kamis, 17 Okt 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print