Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 06:00:20 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 IHSG Masih Terbebani Isu Perang Dagang  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Untuk pekan ini, pasar saham global maupun lokal masih akan berfokus pada potensi membesarnya perang dagang AS-China, akibat kebijakan Trump pekan lalu.

Babak baru perang dagang bisa dimulai, setelah China melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Beijing bakal menerapkan serangan balasan jika AS jadi mengenakan bea masuk baru. Dengan peluang membesarnya perang dagang dan perekonomian global yang melemah, pelaku pasar kembali berspekulasi bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga 2 kali lagi di sisa tahun ini.

Menurut praktisi pasar saham, secara teknikal, IHSG masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bergerak melemah dalam jangka pendek. Dalam kondisi normal, range pergerakan IHSG pekan ini akan terkonsolidasi dikisaran 6.283 hingga 6.404.



"Apabila dapat menembus keatas batas atas 6.404, maka IHSG berpeluang naik menuju 6.468 lagi. Namun jika IHSG turun dan menembus batas bawah 6.283, maka indeks berpeluang memasuki fase downtrend dalam jangka pendek dengan target penurunan di level 6.190-6.200. Indikator teknikal MACD yang cenderung bergerak turun, mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi melemah dalam jangka pendek," katanya seperti mengutip hasil risetnya, Minggu (4/8/2019).

Investor dalam negeri, akan mencermati data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini yang akan di rilis pada awal pekan ini. Ada potensi GDP Q2/2019 bakal turun dibandingkan Q1 lalu yang angkanya di level 5,07%.

"Jika hal itu terjadi, maka secara teori Indonesia sudah mulai memasuki resesi, karena perekonomian sudah tumbuh negatif selama 2 kuartal berturut-turut," jelasnya.

Dalam data sebelumnya GDP kuartal I 2019 sudah mengalami penurunan dibanding Q4/2018 sebesar 5,18%. Berdasarkan konsensus, GDP kuartal II 2019 akan berada dikisaran level 5%-5,05%.

Namun hati-hati jika angkanya berada di bawah level 5%, karena akan memicu aksi jual lajutan yang dapat menekan IHSG bergerak turun. Selain data GDP Q2/2019, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data cadangan devisa akhir Juli pada hari rabu, serta rilis data Current Account Deficit (CAD) kuartal kedua dan penjualan ritel pada hari kamis.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Senin, 5 Agustus 2019: Rilis data sektor jasa AS.

Selasa 6 Agustus 2019, Rilis data perdagangan dan suku bunga Australia. Kamis, 8 Agustus 2019: Rilis data perdagangan China. Jumat, 9 Agustus 2019: Pernyataan dan kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA), Rilis data inflasi China, Rilis data manufaktur, GDP dan penjualan Inggris.

Wall Street Cemaskan Resesi Global
Bursa Wall Street kembali bergerak melemah di perdagangan akhir pekan, terdorong aksi jual yang dilakukan oleh investor karena ada kekhawatiran baru terhadap resesi global.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data non-farm payrolls bulan Juli sebanyak 164.000 orang, turun dibandingkan bulan lalu 224.000 dan tingkat pengangguran tetap di level 3,7%.

Dow Jones ditutup turun 98,41 poin (-0,37%) ke level 26.485,01, S&P 500 melemah 21,51 poin (-0,73%) ke 2.932,05 dan Nasdaq merosot 107,05 poin (-1,32%) menjadi 8.004,07.Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan pelemahan selama 5 hari berturut-turut.

Selama sepekan terakhir, ketiga indeks utama saham AS tertekan oleh aksi jual, karena nada hawkish Ketua The Fed, Jerome Powell terhadap arah kebijakan moneter AS hingga akhir tahun, dan cuitan Presiden AS Donald Trump yang  memunculkan potensi membesarnya perang dagang AS-China.

Dalam sepekan, Dow Jones turun -2,6%, S&P 500 ambles -3,1%, dan Nasdaq terperosok -3,92%.

IHSG Turun 0,6%
Dari dalam negeri, IHSG berakhir melemah 41,36 poin (-0,65%) ke level 6.340,18 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 489 miliar di pasar regular.

Namun sepanjang pekan IHSG masih bisa menguat tipis +0,24%, di tengah aksi jual bersih investor asing yang membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 1,38 Triliun.

IHSG berhasil menguat pada pekan lalu, ditengah tekanan jual akibat sentimen negatif global. Pasar saham utama dunia mengalami minggu terburuk di sepanjang tahun ini, tertekan oleh sikap The Fed yang mengindikasikan tidak akan agresif melakukan pemangkasan suku bunga acuannya di sisa tahun ini.

Artinya Fed telah menurunkan fed rate sebesar 25 bps menjadi 2,00%-2,25% pada akhir pertemuan tengah pekan lalu. Kurang dari 24 jam setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneternya, pelaku pasar dibuat cemas oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang kian memanaskan perang dagang dengan China.

Trump mengatakan AS akan kembali menaikkan bea impor 10% terhadap produk China yang selama ini belum dikenakan tarif. Total nilai produk tersebut sebesar US$300 miliar dan mulai berlaku pada 1 September.

Hal ini menyebarkan kecemasan mengenai dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global yang memunculkan kekhawatiran baru terhadap resesi dunia.




Sumber: inilah.com

Tag: News



Defisit Membengkak, BPJS Kesehatan akan Naikkan Iuran - Gudang Berita Viral Defisit Membengkak, BPJS Kesehatan akan Naikkan Iuran
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Teknologi 5G Mudahkan Banyak Hal, Kampanye Pilpres 2024 Pakai Hologram - Gudang Berita Viral Teknologi 5G Mudahkan Banyak Hal, Kampanye Pilpres 2024 Pakai Hologram
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Warkop DKI Reborn 3 Usung Konsep Dono Kasino Indro Versi Milenial - Gudang Berita Viral Warkop DKI Reborn 3 Usung Konsep Dono Kasino Indro Versi Milenial
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print