Minggu, 17 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 04 Nov 2019, 06:00:08 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 IHSG Masih Ada Potensi Negatif  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Untuk pekan ini, pergerakan IHSG berpotensi akan berada di rentang kisaran area support 6.149 dan resistace di level 6.348.

Secara teknikal, mengindikasikan bawha IHSG masih berada pada fase konsolidasi dalam jangka pendek. IHSG baru akan mengakhiri tren turun jangka menengahnya apabila dapat naik dan bertahan diatas level 6.348.

Menurut prakisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, pergerakan IHSG pekan ini akan ditentukan oleh rilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa tanggal 5 November 2019 oleh BPS.



Sementara pada kuartal II-2019 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan (YoY). Dan untuk periode semester I-2019, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,06% YoY.

"Perkiraan konsensus analis memprediksikan bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal III-2019 hanya akan tumbuh sebesar 5,01% secara tahunan. Apabila angkanya yang dirilis nanti di bawah 5%, maka IHSG akan melanjutkan tren turunnya," seperti mengutip hasil risetnya, Minggu (3/11/2019).

Namun jika ekonomi kuartal III dapat tumbuh di atas 5,05%, atau melebihi kuartal II sebelumnya, maka besar kemungkinan IHSG akan mengalami rebound dan bergerak naik di pekan ini. Sedangkan pada hari Kamis, investor akan menanti rilis data cadangan devisa bulan Oktober dan pada hari jum’at akan mencermati rilis data neraca transaksi berjalan (current account) kuartal III-2019.

"Ada kekhawatiran dari pelaku pasar bahwa ekonomi kuartal III akan tumbuh di bawah level 5%, setelah melihat rendahnya inflasi dan lemahnya daya beli masyarakat Indonesia akibat pertumbuhan penjualan barang-barang ritel yang lesu, serta terkontraksinya aktivitas sektor manufaktur Indonesia di bawah level 50 selama periode bulan Juli hingga September," katanya.

Bisa dikatakan aksi profit taking yang dialami oleh IHSG pekan lalu adalah untuk mengantisipasi keluarnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2019 nanti. "Apabila nanti angkanya keluar diatas ekspektasi, maka besar kemungkinan IHSG akan rebound dan bergerak menguat lagi, mengikuti bursa saham dunia yang pada minggu lalu bergerak naik karena didorong oleh indeks S&P 500 yang berhasil mencetak rekor level tertinggi sepanjang masa."

Untuk rilis data dari luar negeri, antara lain data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pekan ini diantaranya adalah Senin 4 November 2019 : Rilis data penjualan ritel Australia, Rilis data manufaktur zona euro, Pernyataan Presiden ECB Lagarde.

Selasa 5 November 2019, Kebijakan suku bunga bank sentral Australia (RBA), Rilis data perdagangan dan data non-manufaktur AS. Kamis 7 November 2019, Rilis data perdagangan Australia, Rilis data inflasi dan Kebijakan suku bunga bank sentral Inggris (BOE), Pernyataan Gubernur BOE Carney. Jum’at 8 November 2019 Kebijakan moneter RBA, Rilis data perdagangan China, Rilis data perdagangan Jerman.


Bursa Saham AS Hijau
Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan, serta data manufaktur China yang secara tak terduga menguat, sehingga meredakan kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Lapangan kerja di AS periode Oktober naik 128.000, diatas perkiraan para analis sebanyak 75.000. Dow Jones ditutup naik 301,13 poin (+1,11%) ke angka 27.347,36, S&P 500 menguat 29,35 poin (+0,97%) ke level 3.066,91 dan Nasdaq meningkat 94,04 poin (+1,13%) menjadi 8.386,40.

Selama sepekan, ketiga indeks saham utama AS berhasil menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +1,44%, S&P 500 bertambah +1,47% dan Nasdaq melonjak +1,74%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah 21,126 poin (-0,34%) ke level 6.207,191 di akhir pekan. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 363 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan kinerja IHSG tertekan turun -0,72%, dengan disertai keluarnya dana asing senilai Rp 1,42 triliun di pasar reguler.

Fed Hentikan Kenaikan IHSG
Pada pekan kemaren IHSG akhirnya bergerak melemah secara mingguan, mengakhiri tren naik selama 3 pekan berturut-turut sebelumnya. Pergerakan IHSG pekan lalu berlawanan dengan gerak pasar saham dunia yang cenderung menguat, karena didorong oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps sesuai dengan konsensus pasar.

Koreksi yang dialami oleh IHSG pekan lalu akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh pelaku pasar, setelah melihat rilis hasil pertumbuhan pendapatan dan laba emiten di kuartal III 2019 yang rata-rata kurang baik dan dibawah ekspektasi pasar.

Investor mengambil keuntungan terhadap saham-saham yang sudah naik banyak pasca IHSG mengalami reli kenaikan sejak pelantikan Jokowi terpilih lagi sebagai presiden dan pengumuman kabinet Indonesia Maju, serta turunnya BI rate.
 




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, IHSG Masih Ada Potensi Negatif

Tag: News



 Kalau Ahok Jadi Bos BUMN,Rizal Ramli Bilang Begini  - Gudang Berita Viral Kalau Ahok Jadi Bos BUMN,Rizal Ramli Bilang Begini
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Jerman Hantam Belarusia, Belanda Imbang  - Gudang Berita Viral Jerman Hantam Belarusia, Belanda Imbang
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Open Signal: Pengguna di Desa Belum Tersentuh 4G  - Gudang Berita Viral Open Signal: Pengguna di Desa Belum Tersentuh 4G
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print