Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 05 Okt 2019, 17:00:08 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Hongkongers Dilarang Kenakan Masker, Malah Dipakai Ramai-Ramai - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – ”Menutup wajah bukan kejahatan.” Pernyataan itu terlontar dari mulut para demonstran di Hongkong. Sejak kemarin siang (4/10) ribuan orang turun ke jalan. Mereka memprotes keputusan pemerintah yang mengaktifkan dekrit kebijakan darurat. Isinya melarang penggunaan penutup wajah. Jika menolak, mereka bakal dipenjara.

”Kerusuhan yang terjadi di Hongkong saat ini tidak bisa terus berlanjut,” ujar Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hongkong dan Makau Pemerintah Pusat Tiongkok. Artinya, pemerintah pusat satu suara dengan Chief Executive Hongkong Carrie Lam.



Dekrit kebijakan darurat tersebut dibuat pemerintah Inggris pada 1922. Kala itu tujuannya ialah memerangi pemogokan yang dilakukan pelaut Tiongkok karena upah yang minim. Kebijakan tersebut dipakai terakhir pada 1967 untuk mengatasi kerusuhan. Sejak Inggris menyerahkan Hongkong ke Tiongkok pada 1997, ini kali pertama dekrit itu dipakai.

Dengan menerapkan dekrit kebijakan darurat, Lam bisa membuat aturan apa pun jika terjadi keadaan yang mendesak dan berbahaya bagi masyarakat. Misalnya saja sensor terhadap media, kontrol di pelabuhan, perampasan properti, penahanan, penangkapan, dan deportasi. ”Kami yakin aturan hukum yang baru akan menciptakan efek pencegahan terhadap demonstran dan para perusuh bermasker yang membuat kekacauan,” ujar Lam dalam sesi konferensi pers.

Lam menampik tudingan bahwa kebijakan tersebut keluar karena tekanan Beijing. Versi Lam, itu adalah cara untuk menghentikan kekerasan dan membuat kondisi kembali normal.

Aturan tersebut mulai berlaku pukul 12.01 hari ini. Penduduk dilarang turun ke jalan lebih dari 30 orang dengan mengenakan masker. Mereka yang berkumpul lebih dari 50 orang dan memakai masker juga dilarang. Yang melanggar bakal dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Penduduk biasa masih boleh memakai penutup wajah saat berjalan di area publik. Tapi, mereka harus mau membuka penutup wajah jika polisi meminta untuk proses identifikasi. Jika menolak, mereka akan dikurung enam bulan penjara. Penutup wajah itu bukan hanya masker. Cat wajah juga termasuk.

Bukannya takut, massa justru kian berang. Bagi Hongkongers, sebutan penduduk Hongkong, kebijakan tersebut dianggap represif. Sejak awal demo, massa memang memakai penutup wajah agar identitasnya tak diketahui. Dengan begitu, mereka tidak akan ditangkap. Penutup wajah tersebut dipakai untuk demo resmi yang berizin maupun tak resmi. Petugas kesehatan dan jurnalis juga menutup wajah untuk menghindari gas air mata.

Sebagai balasan atas kebijakan pemerintah, massa justru ramai-ramai turun ke jalan dengan memakai penutup wajah. Kali ini yang turun bukan hanya pelajar dan mahasiswa. Tapi juga para pegawai kantoran yang biasanya tidak pernah ikut aksi. Mereka berada di jalanan hingga larut malam. Massa tak takut jika hari ini mereka akan ditangkapi.

”Apakah mereka akan menangkap 100 ribu (orang)? Pemerintah mencoba mengintimidasi kami. Tapi, saat ini saya tidak yakin orang akan takut,” cetus Lui, salah seorang demonstran, seperti dikutip CBS News.

Para aktivis dan legislator prodemokrasi juga ketir-ketir. Mereka risau kebijakan tersebut hanyalah awal bagi aturan-aturan hukum lain yang lebih ketat. Tanpa aturan anti penutup wajah itu saja, saat ini sudah ada 1.750 demonstran yang ditangkap. Sebagian sudah dibebaskan secara bersyarat.

Profesor di Chinese University, Hongkong, Willy Lam menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tersebut adalah langkah yang berbahaya. Jika aturan itu tidak efektif, aturan lain yang lebih keras akan lahir. ”Misalnya saja jam malam dan pelanggaran kebebasan sipil lainnya,” ucap dia.

Pernyataan senada dilontarkan Bapak Demokrasi Hongkong Martin Lee. Menurut dia, saat ini pemerintah Hongkong sudah tidak berfungsi. Polisilah yang memerintah. Mereka yang mengambil keputusan di lapangan. Kebijakan melarang penutup wajah memiliki tujuan untuk melemahkan dan menghancurkan semangat serta substansi aturan hukum demokrasi. ”Anak-anak tahu itu. Kami semua tahu. Kami takut Hongkong akan menjadi seperti kota lain di Tiongkok,” tegasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Honda ADV 150 Jadi Motor Terbaik Tahun 2019  - Gudang Berita Viral Honda ADV 150 Jadi Motor Terbaik Tahun 2019
Rabu, 16 Okt 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris  - Gudang Berita Viral Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris
Rabu, 16 Okt 2019, 04:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau  - Gudang Berita Viral Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau
Rabu, 16 Okt 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print