Jumat, 15 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 26 Okt 2019, 16:00:08 WIB, 21 View Tim Redaksi, Kategori : News
Hipospadia Butuh Dua Kali Operasi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Penanganan kelainan hipospadia sudah sering dilakukan di RSUD dr Soetomo. Hipospadia adalah kondisi muara uretra eksternal (MUE) atau lubang kencing tidak berada pada posisi yang normal. Tak jarang, pada hipospadia jenis tertentu, mereka yang mengalaminya dikira perempuan.

Lubang kencing yang normal berada di ujung uretra. Sementara itu, bagi mereka yang mengalami hipospadia, lubang kencing bisa berada di tengah maupun pangkal.



Hipospadia sebenarnya cukup ditangani dengan operasi yang dilakukan dokter spesialis bedah plastik. Namun, karena hipospadia sering berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya, operasi tersebut biasanya dibantu dokter spesialis bedah anak, bedah urologi, dan psikiater Kasus di RSUD dr Soetomo datang dari banyak daerah. Biasanya operasi dilaksanakan saat penderita masih anak-anak. Penanganan kasus semacam itu juga ditanggung BPJS.

Menurut Prof Dr dr Djohansjah Marzoeki SpB SpBPRE (K), ada beberapa tipe hipospadia. Yang paling parah adalah hipospadia tipe perineal. Yakni, lubang kencing tidak berada pada tempat yang benar. Biasanya di selangkangan. Kondisi tersebut membuat skrotum terbelah menjadi dua. Pada mereka yang mengalami kelainan itu, sering kali terlihat tidak ada saluran kencing. ”Inilah yang membuat penderitanya sering dianggap sebagai perempuan,” kata dia.

Selain tipe perineal, ada tipe glandular, koronal, penil, dan penuskrotal. Karakter tipe-tipe tersebut berbeda. Umumnya terkait tempat lubang kencing.

Hipospadia ditangani dengan dua kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk membuang jaringan. Selanjutnya, operasi kedua dilaksanakan untuk merekonstruksi lubang kencing. Tujuannya, lubang itu berada di posisi yang benar. ”Biasanya jeda waktu operasi pertama dan kedua sekitar enam bulan jika tidak ada penghambat. Operasi hipospadia tipe perineal biasanya lebih dari dua kali,” tuturnya.

Menurut dr Bambang Wicaksono SpBP-RE, umumnya hipospadia bisa didiagnosis segera setelah bayi dilahirkan. Diagnosis itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik pada penis. Tetapi, hipospadia yang parah membutuhkan pemeriksaan lebih mendetail.

”Karena itu, dokter akan menganjurkan penderita untuk menjalani tes kromosom dan pemindaian kelamin,” jelas Bambang. Apalagi bila yang dioperasi merupakan penderita hipospadia tipe perineal yang sejak lahir dikira perempuan.

Mengetes kromosom bisa melalui pengambilan darah. Diobservasi hingga ditemukan kromosom XY. Agar lebih akurat, bisa juga dilakukan tes selaput lendir saluran pencernaan dan pengambilan sperma.

Jika lubang kencing terletak sangat dekat dengan lokasi yang seharusnya dan bentuk penis tidak melengkung, penanganan medis secara khusus mungkin tidak diperlukan. Namun, jika lubang kencing berada jauh dari lokasi yang seharusnya, operasi pemindahan lubang kencing perlu dilakukan.

”Kalau tidak dioperasi, bisa mengganggu pertumbuhan alat kelamin dan proses buang air kecil yang wajar sebagai laki-laki. Selain itu, mengganggu psikologis anak dan keluarga. Sebab, seseorang yang mengalami hipospadia sering dikira perempuan,” kata Bambang.

Operasi tersebut bisa dijalani kapan saja. Namun, masa idealnya saat anak berusia 4 bulan hingga 1,5 tahun. Dalam prosedur itu, dokter bedah akan memosisikan uretra pada lokasi yang seharusnya.

Bambang menjelaskan, belum ada penelitian terkait angka kejadian hipospadia di Indonesia. Namun, kasus hipospadia sudah ditemukan di beberapa daerah. Akibat kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kelainan itu, tidak banyak kasus yang bisa ditangani di rumah sakit.

Uji Permohonan, Hakim Periksa Dokter

Untuk memutuskan permohonan ganti status kelamin, hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lebih dulu melakukan pembuktian. Dalam sidang, sejumlah bukti diuji dan saksi-saksi diperiksa sebelum hakim memutuskan akan mengabulkan permohonan ataukah menolaknya.

Humas PN Surabaya Sigit Sutriono menyatakan, hakim membutuhkan pertimbangan secara psikologis, medis, dan sosiologis. Sigit yang juga ditunjuk untuk menyidangkan permohonan tersebut meminta pemohon menghadirkan saksi-saksi untuk meyakinkannya. Yakni, dokter yang mengoperasinya, psikolog, masyarakat setempat, dan tokoh agama Selain itu, pemohon diminta melampirkan bukti-bukti terkait seperti surat keterangan hasil operasi. ’’Kami butuh bukti kalau dia memang sebenarnya laki-laki. Kromosomnya juga dominan laki-laki,’’ ujar Sigit.

Pemohon ganti status kelamin di PN Surabaya dijadwalkan bakal menjalani sidang pertama dengan agenda pemeriksaan saksi dari dokter pada Rabu (30/10). Sidang akan dilakukan selama beberapa kali. Permohonan ganti status kelamin dari perempuan ke laki-laki merupakan yang kali pertama disidang di PN Surabaya. ’’Pengadilan nanti mengabulkan dengan beberapa pertimbangan. Perempuan ke laki-laki ini sebenarnya tidak mengada-ada. Permohonan ganti status laki-laki ke perempuan sudah beberapa kali dan ada yang dikabulkan,’’ katanya.

Selain itu, hakim akan meminta keterangan dokter independen untuk menjadi saksi dalam sidang. Pendapat dokter independen diperlukan untuk lebih memastikan benar tidaknya pemohon sudah berganti kelamin dari perempuan menjadi laki-laki. Bukan hanya perubahan kelamin yang harus dilihat, tetapi juga perubahan fisik lainnya. Jika secara biologis pemohon dinyatakan sudah berubah menjadi laki-laki, permohonan itu bisa dikabulkan.

’’Kami bakal buat second opinion dengan meminta pendapat ahli kesehatan. Benar tidak dia secara biologis sudah perempuan,’’ tandasnya. 




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Hipospadia Butuh Dua Kali Operasi

Tag: News



BOPLBF Cari Brand Ambassador Wisata Labuan Bajo - Gudang Berita Viral BOPLBF Cari Brand Ambassador Wisata Labuan Bajo
Jumat, 15 Nov 2019, 15:00:26 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Maybank Gelar Pelatihan Menenun - Gudang Berita Viral Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Maybank Gelar Pelatihan Menenun
Jumat, 15 Nov 2019, 15:00:26 WIB, Dibaca : 0 Kali
Perbaiki Sistem Pertanian, DPR Dukung Sistem Big Data Mentan - Gudang Berita Viral Perbaiki Sistem Pertanian, DPR Dukung Sistem Big Data Mentan
Jumat, 15 Nov 2019, 15:00:26 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print