Rabu, 21 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 12 Agu 2019, 16:00:08 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Hendro Utomo dan Wida Septarina, Menjembatani Yang Kekurangan Pangan - Gudang Berita Viral

Misi sosialnya, ingin distribusi pangan yang adil. Bahkan hingga pelosok. Terutama bagi anak-anak dan lansia yang asupan gizinya perlu diperhatikan.

DEBORA DANISA SITANGGANG, Jakarta, Jawa Pos



BANGUNAN dua lantai itu penuh dengan bahan makanan. Dikemas dalam kardus dan karung. Sebagian besar isinya merupakan makanan kemasan yang awet. Sebut saja wafer, biskuit, dan roti. Namun, ada pula yang tidak tahan lama seperti nasi dan buah.

Makanan-makanan itu datang dari banyak sumber. Mulai donatur perseorangan dan produsen makanan.

Ada juga dari restoran dan hotel yang menyumbangkan makanan berlebih. Sebelum dikemas, makanan itu dipilah-pilah terlebih dulu.

Dari kantor di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, makanan-makanan tersebut dikirim ke berbagai desa atau kampung di Jabodetabek. Pasangan suami istri Hendro Utomo dan Wida Septarina dibantu sejumlah relawan yang telah mendata sebelumnya. Mereka bergerak dengan bendera Foodbank of Indonesia (FOI).

FOI hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat. Juga menjadi jembatan antara masyarakat yang berlebih makanan dan yang membutuhkan.

Karena itu, momentum Idul Adha yang identik dengan berbagi daging kurban tidak luput dari FOI. Kemarin (11/8) Wida datang ke Desa Kiarasari, Bogor. Bersama FOI, dia berkurban di sana. “Namanya Qurban hingga Pelosok. Kami sudah tiga tahun berturut-turut mengadakan ini,” tutur Wida setelah melaksanakan kegiatan kemarin.

Wida dan Hendro mendirikan FOI pada 2014. Hendro menceritakan, dirinya bekerja sebagai konsultan public relations (PR). Bersama sang istri pula dia mendirikan agensi PR. Tapi, mereka ingin ada wadah untuk menjalankan kegiatan sosial. Banyak bidang yang bisa dijadikan charity. Tapi, mereka akhirnya memilih pangan.

“Sebenarnya nggak ada kejadian khusus atau drama yang luar biasa di balik alasan mendirikan food bank ini,” kata pria 51 tahun itu di kantornya beberapa waktu lalu.

Inspirasi FOI datang dari berbagai literatur yang dibaca Hendro. Kebanyakan membahas data-data tentang pangan di dunia. Kisah berdirinya Oxfam, bank pangan di Inggris, sejak 1942 juga dia pelajari. Saat Perang Dunia II berkecamuk, banyak orang kelaparan. “Banyak negara sekarang sudah punya organisasi food bank. Sementara di Indonesia belum,” ungkap Hendro. Kalaupun ada yang memberi bantuan, biasanya tidak terorganisasi dan menunggu kejadian seperti saat ada bencana.

Saat ini FOI telah menjangkau 27 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Namun, ada tantangan yang masih ingin diwujudkan: mendirikan pos di Indonesia Timur. “Sampai Makassar sudah, tapi Indonesia Timur belum. Inginnya sampai ke sana,” ungkapnya.

Setiap daerah memiliki pos-pos FOI sendiri. Dengan begitu, cakupan distribusinya tidak terlalu jauh. Hendro dan Wida dibantu relawan di setiap pos tersebut.

Sebagai pendiri, Hendro dan Wida berperan banyak dalam mengembangkan pos-pos itu. Hendro harus melakukan survei sendiri untuk memastikan daerah yang disasar memang butuh bantuan. Sesekali dia pergi ke daerah tujuan sekalian touring.

Hendro memang punya hobi touring dengan motor dan kerap menjelajah ke daerah-daerah di Pulau Jawa. “Pernah naik motor sampai Kecamatan Sumur di Ujung Kulon, Banten, untuk lihat kondisi di sana,” tuturnya.

Anak-anak dan lansia menjadi target utama yang dijangkau Hendro lewat FOI. Gizi dua kelompok umur itulah yang paling butuh diperhatikan. Belum lagi akses pangan yang berbeda di berbagai daerah. Bahkan yang tidak jauh dari kota besar. “Saya belajar angka stunting. Banyak daerah yang justru ada di sekitar kota besar punya angka stunting tinggi,” terang dia.

FOI punya sejumlah program untuk sasaran yang berbeda. Misalnya, Mentari Bangsaku khusus untuk anak-anak PAUD dan SD. Kemudian, ada program Sayap dari Ibu. Lewat program itu, mereka ingin membantu anak yang kurang gizi lewat pemberian makanan. Juga membekali orang tua agar tahu asupan yang tepat buat anaknya. Pos Pangan, program lain, ditujukan buat lansia dan fakir miskin yang kerap menggantungkan kebutuhan hidup dari kebaikan hati orang-orang sekitar.

Program-program itu biasanya rutin diadakan setiap bulan. Berbeda dengan Qurban hingga Pelosok yang memang khusus untuk momen tahunan. Qurban hingga Pelosok diadakan karena masih ada daerah yang sulit menyembelih kurban sendiri. Biayanya mahal.

Tahun ini bukan cuma desa di Bogor yang kebagian rezeki kurban dari FOI. Lokasi lain adalah Dusun Teneran, Magelang. Bantuan biasanya disalurkan oleh relawan di cabang FOI terdekat. “Alhamdulillah, tahun ini bisa kurban kambing dan sapi di dua desa,” kata Wida yang juga aktif sebagai dosen. (*)




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 The Fed Berpotensi Tak Turunkan Suku Bunga Lagi  - Gudang Berita Viral The Fed Berpotensi Tak Turunkan Suku Bunga Lagi
Rabu, 21 Agu 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pemerintah Akan Bentuk Tim Lintas Kementerian  - Gudang Berita Viral Pemerintah Akan Bentuk Tim Lintas Kementerian
Rabu, 21 Agu 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Akhirnya Persija Menang Lagi  - Gudang Berita Viral Akhirnya Persija Menang Lagi
Rabu, 21 Agu 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print