Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 01 Sep 2019, 00:00:02 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Hanya Asyik OTT, KPK Butuh Pemimpin Baru  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengapresisasi kerja keras Pansel KPK dalam melakukan seleksi para Capim. Hal ini patut dihargai semua pihak. Selama ini banyak sekali masalah serius di KPK. Banyak hal yang tidak dikerjakan dalam menekan angka korupsi di negeri ini.


Menurutnya, KPK hanya asyik melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang  jumlahnya tidak seberapa. Padahal fungsi pencegahan KPK sangat strategis untuk menekan wabah korupsi. Di sisi lain, dugaan korupsi di sektor pertambangan tidak pernah disentuh KPK, padahal di sektor ini harta negara banyak dikeruk orang-orang tak bertanggung jawab. Ke depan KPK harus tampil dengan paradigma baru dengan pimpinan baru yang berkomitmen.




IPW sendiri mendukung penuh langkah Pansel KPK yang sudah mencoret dua petahana dalam proses seleksi capim KPK dan diharapkan dalam proses seleksi selanjutnya petahana yang ada juga harus dicoret.


Ada empat alasan kenapa petahana harus dicoret. Pertama, jangan jadikan tradisi petahana bisa dua periode. Kedua, petahana tidak bisa menjaga soliditas KPK hingga terbelah menjadi "polisi India dan polisi Taliban". Ketiga, petahana tidak mampu mewujudkan status audit keuangan KPK menjadi WTP, tapi hanya sebatas WDP.


“Status WDP bagi lembaga antirasua adalah sangat memalukan, karena menunjukkan lembaga antirasua itu tidak tertib keuangan atau anggaran dan berpotensi terjadi korupsi. Keempat, kesemrawutan yang terjadi di KPK adalah wujud ketidakmampuan dan kegagalan petahana. Jika sudah demikian untuk apa dipertahankan lagi oleh Pansel,” tegas Neta S Pane, lewat keterangannya. 

Hasil kerja keras pansel dlm melahirkan 20 dari 40 capim KPK patut dihargai semua pihak. Memang kerja keras pansel ini belum final. Masih ada satu tahap lagi, yakni seleksi tahap wawancara, yang akan memilih 10 dari 20 capim.


Dengan terpilihnya 20 orang ini, capim makin mengkristal menuju proses pemilihan figure-figur yang profesional untuk menjadi pimpinan KPK ke depan. Dari keterpilihan 20 figur capim ini makin terlihat bahwa akan masuk empat figur polisi dalam 10 besar, untuk kemudian akan dipilih presiden 5 figur yang dua di antaranya nantinya adalah polisi.


Hadirnya 2 figur polisi di jajaran pimpinan KPK saat ini sangat diperlukan untuk menata dan menertibkan kekacauan di KPK serta menyatukan kembali KPK yang terbelah dua antara "polisi India dan polisi Taliban".


Dengan solidnya KPK diharapkan fungsi-fungsi strategis KPK, seperti fungsi supervisi bisa berjalan maksimal. Dengan berjalannya fungsi-fungsi strategis ini KPK tidak hanya berperan sebagai pemadam kebakaran dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi benar benar bisa menjadi lembaga yang mencegah mewabahnya korupsi di negeri ini.

“Pansel sepertinya berusaha melahirkan pimpinan yang bisa membawa paradigma baru bagi KPK, khususnya dalam pemberantasan dan mencegah mewabahnya korupsi di negeri ini,’ tutup Neta S Pane.

 




Sumber: inilah.com

Tag: News



Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp 26,5 Miliar - Gudang Berita Viral Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp 26,5 Miliar
Kamis, 19 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 3 Kali
Safe House Kemensos Diserbu Warga Korban Karhutla - Gudang Berita Viral Safe House Kemensos Diserbu Warga Korban Karhutla
Kamis, 19 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ketika Susy Susanti Bela Negara di Tengah Kacaunya Kondisi Indonesia - Gudang Berita Viral Ketika Susy Susanti Bela Negara di Tengah Kacaunya Kondisi Indonesia
Kamis, 19 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print