Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 11 Sep 2019, 21:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Firli Bahuri Dinyatakan Langgar Kode Etik Berat - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Inspektur Jenderal Polisi Firli Bahuri (FB) resmi dinyatakan melanggar kode etik berat saat menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah menduga, Firli melakukan sejumlah pertemuan saat bertugas di KPK.

“Hasil pemeriksaan Direktorat Pengawas Internal (PI) adalah terdapat dugaan pelanggaran berat. Diduga, Saudara FB (Firli Bahuri) melakukan sejumlah pertemuan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).



Penasihat KPK Tsani Annafari menambahkan, Firli yang kini bertugas sebagai Kapolda Sumatera Selatan itu diduga melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (MZM) alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan sejumlah pertemuan lainnya.

“Ada sejumlah penemuan FB (Firli Bahuri) sebagai Deputi Penindakan KPK melakukan dua kali pertemuan dengan Gubernur NTB ZM (Zainul Majdi alias TGB),” terang Tsani.

Tsani merincikan, dua kali pertemuan yang dilakukan antara Firli Bahuri dengan TGB Zainul Majdi itu pada 2 Mei 2018 saat KPK tengah menyelidiki kasus kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016.

Pertama, pada tanggal 12 Mei 2018 dalam sebuah acara Harlah GP Anshor ke-84 saat Launching penanaman 1000 hektar jagung di Bonder Lombok Tengah.

“FB berangkat ke lokasi hari Sabtu tidak dengan surat tugas. Dalam acara tersebut TGB dan FB (Firli Bahuri) duduk pada barisan depan dan cukup akrab. Dalam acara tersebut, Firli juga disebutkan namanya oleh panitia sebagai Deputi Penindakan KPK dan memberikan sambutan,” ucap Tsani.

Kemudian, pada 13 Mei 2018 dalam acara Farewell and Wellcome Games Tennis Darem 162/WB di Lapangan Tennis Wira Bhakti Firli kembali melakukan pertemu dengan TGB. Hasil pemeriksaan menyatakan, Firli telah melanggar kode etik. Ini karena pertemuan tersebut dilakukan tanpa izin.

“Dari hasil pemeriksaan Pengawas Internal (PI) dalam foto nampak keakraban antara FB dan TGB menggendong anak dari TGB,” tegas Tsani.

Lebih lanjut, pertemuan selanjutnya yakni terjadi pada 08 Agustus 2018. Saat itu penyidik KPK memanggil saudara BA, Pejabat BPK yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YP, dalam kasus suap terkait dana perimbangan daerah. Namun, karena tidak dapat hadir, maka tidak dapat hadir, maka pemeriksaan dijadwalkan ulang.

“F ditelfon oleh NW yang menginfokan bahwa BA akan ke KPK. F menjemput langsung ke Lobby yang didampingi Kabag Pengamanan. Selanjutnya masuk melalui lift khusus dan masuk ke ruangannya,” Papar Tsani.

Selanjutnya menurut Tsani, F memanggil penyidik yang terkait kasus yang diduga melibatkan BA.” Pertemuan antara BA dan sampai dengan keluar dari ruangannya sebagaiman video pada kisaran 30 menit. BA diantarkan penyidik ke lantai 2 untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Pertemuan yang tak kalah pentingnya yakni pada 1 November 2018 silam. Dalam pertemuan yang dilakukan pada malam hari di sebuah hotel di Jakarta tersebut, KPK mengendus Firli bertemu dengan seorang pimpinan Partai Politik.

Atas berbagai pertemuan tersebut, pada 23 Januari 2019 Deputi PIPM menyampaikan laporan ke pimpinan KPK. Selanjutnya pada 7 Mei 2019 Pimpinan KPK meminta pertimbangan Dewan Pertimbangan Pegawai. Lebih lanjut, pada 17 Mei 2019 rapat DPP diselenggarakan.” Deputi PIPM memaparkan laporan hasil pemeriksaan pada Dewan Pertimbangan Pegawai,” urai Tsani.

Namun sayangnya, belum sempat putusan diumumkan, pada 11 Juni 2019 Polri mengirimkan surat penarikan Firli, dengan dalih dibutuhkan dan akan mendapat tugas baru di korps bhayangkara. “Dikarenakan ada kebutuhan penugasan dan dalam rangka menjaga hubungan baik antar institusi Polri dan KPK, maka dilakukan koordinasi lebih lanjut,” tukas Tsani.

Sementara itu, dalam rangka memberi masukan kepada Komisi III DPR yang tengah melakukan Fit and Propertest terhadap 10 calon pimpinan lembaga antirasuuah, pimpinan KPK telah bersurat kepada DPR sebagai tindak lanjut dari dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan oleh Firli Bahuri tersebut.

“Hari ini kami sudah mengirim surat resmi ke DPR khususnya Komisi III terkait rekam jejak Capim KPK,” jelas Saut.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo membantah, bahwa Kapolda Sumsel Irjen Firli telah melakukan pelanggaran etik berat selama bertugas di KPK. Sebab hal itu belum teruji di persidangan.

“Setiap orang tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum ada keputusan pengadilan atau dewan kode etik yang bersifat final dan mengikat (inkracht),” ucap Dedi kepada gudangberitaviral.com.

Oleh karena itu, Dedi meminta KPK dapat membuktikan pernyatannya melalui persidangan. “Serta melalui proses pengadilan yang adil, transparan dan sesuai kaidah hukum,” tukas Dedi.

Sementara itu, terkait adanya hal ini, sebelumnya Firli membantah melanggar kode etik terkait adanya pertemuan dengan TGB.

“Saya sebenarnya tidak ingin memilih membicarakan lagi masalah ini. Semua orang mengikuti. Ada sebutan saya melanggar kode etik melanggar UU No 30 Tahun 2002 karena ada melakukan hubungan dengan TGB (Tuan Guru Bajang, mantan Gubernur NTB),” ucap Firli saat mengikuti uji publik calon pimpinan KPK, di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8)

Kendati demikian, Firli tak menampik pernah bertemu dengan mantan Gubernur NTB tersebut. Bahkan dirinya pun mengklaim sudah mendapatkan izin dari pimpinan KPK untuk bertemu dengan TGB.

“Saya sudah izin ke pimpinan KPK ke NTB mau farewell, lalu di sana saya diundang main tenis dengan pemain tenis di sana. Saya tidak mengadakan hubungan dan pertemuan. Saya bertemu iya, mengadakan pertemuan tidak,” tegasnya.

Firli menegaskan, permasalahan ini sudah ia jelaskan kepada lima pimpinan KPK pada pertengahan Maret lalu. Hasilnya, kata Firli, setelah diklarifikasi pimpinan KPK, dari pertemuan tersebut tidak ada fakta dirinya melanggar kode etik.

“Unsurnya tidak ada. Saya tidak berhubungan dengan TGB. Yang menghubungi Danrem. Kesimpulan akhir, tidak ada pelanggaran. Bisa tanya ke pak Alexander, pak Laode,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Imam Nahrawi Ditetapkan jadi Tersangka, PKB akan Beri Bantuan Hukum - Gudang Berita Viral Imam Nahrawi Ditetapkan jadi Tersangka, PKB akan Beri Bantuan Hukum
Rabu, 18 Sep 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ada Tantangan, Ketegangan, dan Hiburan Hebat dari Ajang Laver Cup - Gudang Berita Viral Ada Tantangan, Ketegangan, dan Hiburan Hebat dari Ajang Laver Cup
Rabu, 18 Sep 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Imam Nahrawi, Menpora Kedua yang Jadi Tersangka KPK - Gudang Berita Viral Imam Nahrawi, Menpora Kedua yang Jadi Tersangka KPK
Rabu, 18 Sep 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print