Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 01 Sep 2019, 16:00:12 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Fenomena Belanja dengan Jastip, Keuntungannya Menggiurkan - Gudang Berita Viral

JawaPos com – Pernahkah membeli barang atau produk lewat tangan orang lain? Misalnya mengidamkan sesuatu produk tetapi tak mampu menjangkaunya karena jarak yang terlalu jauh? Nah, ide itulah yang dimanfaatkan para pelaku bisnis jasa titipan atau jastip yang belakangan semakin menjamur di media sosial. Pelakunya banyak dilakukan oleh milenial bahkan ibu rumah tangga lho.

Pakar Perencana Keuangan dari Universitas Indonesia (UI), Zaafri Husodo mengungkapkan, sebetulnya fenomena bisnis jastip sudah lama dikenal di masyarakat. Awalnya muncul karena keisengan individu untuk membelikan beberapa barang titipan teman-temannya. Kebetulan misalnya sedang pergi ke luar negeri negara tertentu, maka individu itu membelikan barang sesuai permintaan teman-temannya.



“Bisnis jastip sudah cukup lama ya. 5 tahun terakhir sudah dikenal. Dan mulai banyak 2-3 tahun belakangan, seiring banyaknya di media sosial,” kata Zaafri kepada gudangberitaviral.com, Minggu (1/9).

Zaafri menambahkan prosesnya dulu lebih sederhana. Masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri melayani dan membantu teman-teman untuk membelikan barang titipan. Atau niat awalnya berkembang dari membantu para ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

“Misalnya dulu membantu para ekspat di Indonesia yanh butuh barang tetapi enggak bisa dikirimkan. Maka melalui jastip bisa. Dulu sih lewat website ya, dan dalam 2-3 tahun terakhir barulah menjamur lewat media sosial,” katanya.

Ilustrasi seseorang berbelanja. Bisnis jastip dikatakan lebih menguntungkan. (Shutterstock/Pinterest)

Keuntungan Bisnis Jastip

Ternyata bisnis jastip bisa menguntungkan tak hanya bagi pelaku bisnis maupun pembeli. Menurut Zaafri, ketika seseorang membeli barang-barang luar negeri di situs penyedia  seperti Amazon misalnya, belum termasuk pajak dan ongkos kirim. Maka ketika sampai ke tangan pembeli bisa lebih mahal hampir 2 kali lipat.

“Akan lebih hemat cost pakai jastip. Misalnya kalau beli di Amazon barang 100 dolar, sampai ke tangan konsumen bisa Rp 180 dolar. Kalau pakai jastip bisa menghemat 30 dolar misalnya,” ujar Zaafri.

Dia menambahkan biaya atau keuntungan yang bisa diperoleh pelaku jastip rata-rata bisa mencapai 20-25 persen. Itu sudah di luar ongkos kirim dan servis.

Terbukti, salah satu pelaku bisnis jastip di media sosial, @malka_thestore baru berjalan 13 bulan asal Bandung tetapi sudah banyak keuntungan yang diperoleh. Pemilik toko, Shandy, ternyata memulai bisnis itu diawali dengan menjadi peminat titip beli juga. Tokonya menjual baju-baju branded mal sekelas ZARA, Uniqlo, dan H&M.

“Awalnya saya titip beli juga, pelanggan salah satu jastip di Jakarta. Pada saat di Bandung belum ada brand H&M dan beberapa brand lain yang cuma ada di Jakarta. Karena kesenengan sering belanja baju anak, ada beberapa ibu dari teman skolah anak saya yang suka lihat baju atau barang yang dipakai anak saya. Nah akhirnya teman-teman suka nitip,” kata Shandy.

Berawal dari permintaan teman-temannya itu, Shandy memutusakn untuk membuka usaha bisnis jastip tersebut. Dan benar saja, bisnis itu menguntungkan baginya sebagai ibu rumah tangga.

“Kayaknya kalau bikin usaha jastip seru juga. Mulai makin banyak usaha jastip ini skitar 2-3 tahun ke belakang sepertinya.
Tantangannya harus bisa bagi waktu saja antara belanja sama rutinitas di rumah dan ke mal di saat anak sekolah, terus jemput anak, terus balik ke mal lagi,” katanya tertawa.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Cukai Rokok 2020 Naik, Jangan Harap Setoran Nambah  - Gudang Berita Viral Cukai Rokok 2020 Naik, Jangan Harap Setoran Nambah
Kamis, 19 Sep 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Farri Agri Rekrutan Pamungkas Persija  - Gudang Berita Viral Farri Agri Rekrutan Pamungkas Persija
Kamis, 19 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Persija Wujudkan Impian Agri Main di Indonesia  - Gudang Berita Viral Persija Wujudkan Impian Agri Main di Indonesia
Kamis, 19 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print