Rabu, 23 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 05 Okt 2019, 12:00:06 WIB, 8 View Tim Redaksi, Kategori : News
Exoskeleton Bantu Thibault Kembali Berjalan - Gudang Berita Viral

Orang yang mengalami kelumpuhan punya harapan baru. Kini tengah dikembangkan alat yang dinamai exoskeleton. Alat itu bisa digerakkan lewat perintah otak.

SITI AISYAH, Jawa Pos



gudangberitaviral.com – Pandangan Thibault fokus ke depan. Dia lalu berjalan. Gerakannya lambat dan kaku. Sebuah alat serupa robot menopang kaki, tangan, dan punggungnya. Pelan tapi pasti, pria 28 tahun itu sampai di ujung ruangan.

Thibault tertawa semringah ketika sampai. Bagi dia, hal itu luar biasa. Sebab, sudah empat tahun ini dia terbaring tak berdaya. Bisa kembali berjalan setelah sekian lama adalah berkah.

Semua itu bisa terjadi berkat exoskeleton yang dikembangkan oleh para pakar dari Hospital of Grenoble Alpes, University of Grenoble, perusahaan biomedis Clinatec, dan pusat penelitian CEA. Sesuai namanya, exoskeleton berarti kerangka luar tubuh. Alat itu digerakkan oleh perintah otak.

”Teknologi ini telah memberi saya kesempatan hidup baru,” ujar Thibault kepada Agence France-Presse Kamis (3/10).

Pria dari Lyon, Prancis, tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa pun dengan tubuhnya. Karena itu, dia ingin menggunakan otaknya. Exoskeleton adalah jawaban atas keinginannya selama ini.

Thibault menceritakan, dirinya mulai lumpuh sekitar empat tahun lalu. Kala itu dia pergi ke kelab malam. Entah bagaimana dia terjatuh dari balkon yang terletak 12 meter dari permukaan tanah. Tulang belakangnya patah. Dia lumpuh dari bahu ke bawah.

Pada 2017 dia menjadi relawan Clinatec dan University of Grenoble. Tidak mudah memakai exoskeleton itu. Thibault harus menjalani operasi untuk menanam alat perekam di dua sisi area otak yang bertugas memerintahkan gerak tubuh.

Setelah menjalani prosedur tersebut, dia masih harus berlatih agar terbiasa menggunakannya. Dia menggunakan avatar untuk mengetahui otaknya sudah sinkron atau belum dengan alat yang diimplan itu.

Thibault harus berlatih selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menguasainya. Baru setelah itu exoskeleton dipasang di tubuhnya. Alat tersebut tidak dipasang permanen seperti yang diimplan di otak. Melainkan hanya ditalikan ke tubuh.

”Ini rasanya seperti orang pertama yang berjalan di bulan. Saya tidak pernah berjalan, saya lupa caranya berdiri, lupa bahwa saya lebih tinggi daripada sebagian besar orang di ruangan ini,” ujarnya.

Thibault mengungkapkan, belajar berjalan memang susah. Tapi, yang lebih susah adalah menggerakkan tangan. Sebab, untuk melakukannya, dibutuhkan banyak koordinasi. Dia butuh waktu lama untuk belajar mengontrol gerakan tangan.

Exoskeleton memang belum bisa dibawa pulang. Masih butuh waktu beberapa tahun lagi untuk mengembangkannya. Bahkan, untuk pemakaian di laboratorium saja, alat itu harus dikaitkan ke langit-langit. Para peneliti ingin meminimalkan risiko. Mereka khawatir Thibault terjatuh. Apalagi, alat tersebut berat. Yakni, 65 kilogram.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa exoskeleton punya potensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pasien yang lumpuh. Cedera sumsum tulang belakang dari leher mengakibatkan 20 persen pasien mengalami kelumpuhan pada kaki dan tangan. Tapi, otak pasien masih berfungsi normal. Karena itulah, exoskeleton memberikan harapan baru.

Para peneliti ingin mengembangkan lagi alat tersebut hingga bisa menggerakkan jari-jari. Dengan begitu, Thibault bisa memegang barang-barang. ”Ini bukan tentang mengubah manusia menjadi mesin, tapi respons atas masalah medis,” tegas Alim-Louis Benabid, profesor emeritus di University of Grenoble yang memimpin penelitian itu.

BAGAIMANA EXOSKELETON MENOLONG HIDUP THIBAULT?

– Thibault, pasien lumpuh yang jadi relawan, menjalani operasi pemasangan dua alat perekam di permukaan otaknya. Alat itu diletakkan di area yang mengontrol gerak.

– Di masing-masing implan ada 64 elektroda yang bisa membaca aktivitas otak dan mengirimkan instruksi ke komputer di dekatnya.

– Exoskeleton seberat 65 kilogram dipasang di tubuh Thibault.

– Perangkat lunak komputer membaca gelombang otak yang dikirim implan dan mengubahnya menjadi instruksi untuk mengontrol exoskeleton.

– Exoskeleton dikaitkan di langit-langit untuk meminimalkan risiko Thibault jatuh karena tak seimbang. Alat ini belum siap dipakai di luar lab.

– Exoskeleton bergerak sesuai instruksi. Misal, otak memerintahkan jalan, maka bagian kaki akan bergerak.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Kapolri Diganti, IPW: Gerbong Mutasi Polri akan Bergerak - Gudang Berita Viral Kapolri Diganti, IPW: Gerbong Mutasi Polri akan Bergerak
Rabu, 23 Okt 2019, 10:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pasar Sambut Positif Tim Ekonomi Kabinet Jokowi-Ma’ruf - Gudang Berita Viral Pasar Sambut Positif Tim Ekonomi Kabinet Jokowi-Ma’ruf
Rabu, 23 Okt 2019, 10:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Resmi, Jokowi Umumkan 34 Nama Menteri dan 4 Pejabat Setara Menteri - Gudang Berita Viral Resmi, Jokowi Umumkan 34 Nama Menteri dan 4 Pejabat Setara Menteri
Rabu, 23 Okt 2019, 10:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print