Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 12 Agu 2019, 16:00:02 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Enggar Minta Pengusaha Waspadai Pencatut Nama  - Gudang Berita Viral



gudangberitaviral.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengingatkan kepada para pengusaha agar berhati-hati dan tidak meladeni pihak yang mengaku bisa mengurus kuota impor, bahkan melakukan locked quota dengan membawa nama pejabat negara.

Menurut dia, proses importasi dilakukan dengan prinsip tegas good governance. Kemudian, semua proses importasi sudah dilakukan transparan dan bisa diakses melalui website Kementerian Perdagangan. Bahkan, sanksi blacklist dan proses hukum sudah dikenakan bagu importir nakal.



"Jadi, buat apa suap-suap seperti kasus yang kini ditangani KPK. Kepada para pengusaha, saya tegas nyatakan agar hati-hati terhadap mereka yang jual nama pejabat untuk urus impor dan lainnya," kata Enggar di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Di samping itu, Enggar juga memerintahkan jajaran Kementerian Perdagangan mengecek importir yang terjaring KPK ini apakah pernah berurusan dengan importasi. Diduga, kerabat dari yang bersangkutan melakukan importasi nakal dan sudah ada putusan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukannya.

"Saya tegaskan Kemendag tidak mengakomodir pengusaha ini, yang disinyalir kerabatnya pernah kena sanksi hukum sebagai penegasan asas GCG," ujarnya.

Menurut dia, proses impor bawang putih dimulai dengan rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Dalam RPIH itu juga ada poin wajib tanam 5 persen dari kuota impor, setelah dipenuhi dan ada verifikasi kemudian baru ke Kementerian Perdagangan.

"Kebutuhan bawang putih kita per tahun sebenarnya sekitar 490 ribu ton. Pada 2018 terbit RPIH total 938 ribu ton. Dari jumlah itu dikeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kemendag 600 ribu ton. Mengapa lebih? Untuk cadangan awal tahun 2019," jelas dia.

Sementara Anggota Tim Asistensi Hukum Kementerian Koordinator Polhukam, Faisal Santiago mengatakan mencatut nama tidak diperkenankan dalam kegiatan apapun termasuk bisnis apalagi tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan.

“Pihak yang mencatut nama pejabat tentu saja ingin memperkaya diri sendiri. Hal itu dapat dipidana sesuai Pasal 378 KUHP. Oleh karena itu, para pejabat harus mempunyai integritas atau menandatangani pakta integritas agar mereka bekerja secara profesional,” kata Faisal.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus suap izin impor bawang putih yang melibatkan satu orang anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Dhamantra.

Suap itu diduga untuk memuluskan kuota impor sebanyak 20 ribu ton bawang putih dengan nilai fee untuk tiap kilogram sebesar Rp1.700 hingga Rp1.800. Dua tersangka di antaranya diduga bekerja sama untuk mengurus izin tersebut. [rok]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Harry Maguire Diperebutkan Adidas, Puma, dan Under Armour - Gudang Berita Viral Harry Maguire Diperebutkan Adidas, Puma, dan Under Armour
Senin, 19 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Intip Penginapan Mewah Meghan Markle dan Suami yang Mencapai Rp 2 M - Gudang Berita Viral Intip Penginapan Mewah Meghan Markle dan Suami yang Mencapai Rp 2 M
Senin, 19 Agu 2019, 16:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tekan Biaya Perkara dan Efisiensi Peradilan, MA Luncurkan e-Litigasi - Gudang Berita Viral Tekan Biaya Perkara dan Efisiensi Peradilan, MA Luncurkan e-Litigasi
Senin, 19 Agu 2019, 16:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print