Rabu, 20 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 05 Nov 2019, 19:00:12 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Endus Ambisi Kekuasaan, BEM Uncen Tolak Rencana Pemekaran Papua - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) menolak adanya pemekaran wilayah Papua. Karena mereka menilai ada  sekelompok kepala daerah di wilayah Tabi, Papua Tengah, Saireri dan Papua Selatan dengan mengatasnamakan rakyat yang ingin memekarkan daerah otonomi baru (DOB). BEM Uncen menilai ada kepentingan kekuasaan dari pemekaran itu.

“Pemimpin daerah yang memberikan pernyataan terkait pembentukan daerah otonomi Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Saireri dan Tabi kami lihat ini di dalamnya adalah orang-orang yang disinyalit diperalat. Pemekaran ini untuk menghancurkan orang Papua,” ungkap Ketua BEM Fakultas Hukum, Roko Kobogau seperti dilansir Ceposonline (Jawa Pos Group), Selasa (5/11).



Ia mengatakan beberapa penyampaian pembentukan DOB sangat sepihak dan tidak melibatkan pelaku pembangunan yaitu masyarakat akar rumput yang di dalamnya ada tokoh, masyarakat tokoh perempuan, adat gereja dan mahasiswa. ”Kemarin itu mereka pemimpin-pemimpin ini yang sering berkompromi dengan pemerintah pusat dengan kepentingan jabatan mereka sepakat untuk meminta pemekaran provinsi. Kami lihat ini ambisi kekuasaan karena masa jabatan mereka mau berakhir,” katanya.

Dia mengatakan beberapa dari mereka yang mengklaim DOB adalah pejabat masa 2 periode seperti di wilayah Tabi, Papua Tengah dan beberapa wilayah lainnya. Sehingga terlihat jelas ada indikasi ambisi jabatan karena tidak mampu bersaing untuk tingkat Provinsi Papua.

”Kami lihat ini mereka sudah tidak ada kesempatan lagi di Provinsi Papua sini karena masalah partai dan juga kapasitas sehingga mereka berusaha untuk membuat provinsi baru. Kami mahasiswa sebagai representative dari masyarakat dengan tegas menolak adanya daerah otonomi baru karena 2 provinsi ini saja masyarakat kita sudah tercerai berai apa lagi ditambah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintaaan Demianus Sabu mengatakan Provinsi Papua itu tidak bisa dimekarkan tanpa kesepakatan masyarakat, MRP, DPR, Gubernur bahkan tokoh adat. Menurutnya, tidak bisa hanya kepentingan kepala daerah tertentu, karena hari ini pemekaran Papua Tengah, Provinsi Tabi, Saireri dan Papua Selatan ini semua untuk siapa?

“Kami orang Papua jumlah kami semakin sedikit dan makin habis terus. Kalian (Kepala Daerah) bentuk provinsi nanti untuk siapa sebenarnya? Jadi yang kami lihat dalam persetujuan pembentukan daerah otonomi baru ini tidak ada keterlibatan masyarakat, mahasiswa, tokoh adat, gereja. Jangan hanya kepentingan para pejabat,” katanya.

Ia pun meminta pemerintah Pusat jangan seenaknya menetukan provinsi tanpa ada keterlibatan pemilik wilayah yaitu masyarakat. “Kalau kita lihat dalam UU tahun 2004 nomor 23 dan Nomor 78 Tahun 2007 itu berbicara pemekarkan bukan berdasarkan keputusan individu atau kelompok tapi harus dimekarkan karena kesepakatan tokoh masyarakat, tokoh Gereja, MRP, DPR dan pemerintah di daerah tersebut, tapi yang terjadi saat ini tidak ada maka, kami lihat yang dilakukan tidak sesuai prosedur ini ada kepentingan apa sehingga penambahan provinsi? kami tolak semua. harusnya melihat jumlah masyarakat asli jika masyarakat asli sedikit ini di bangun untuk siapa,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Endus Ambisi Kekuasaan, BEM Uncen Tolak Rencana Pemekaran Papua

Tag: News



 VW Rekrut Mantan Pejabat BMW untuk Jadi Bos Audi  - Gudang Berita Viral VW Rekrut Mantan Pejabat BMW untuk Jadi Bos Audi
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:09 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Jerman dan Belanda Juara & Runner-up Grup C  - Gudang Berita Viral Jerman dan Belanda Juara & Runner-up Grup C
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Nipu, Masuk Fakultas Kedokteran Bayar Rp400 Juta  - Gudang Berita Viral Nipu, Masuk Fakultas Kedokteran Bayar Rp400 Juta
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:03 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print