Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 23:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Enam Negara Asia Kompak Jadi Pecundang di Piala Dunia FIBA 2019 - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Piala Dunia FIBA 2019 alias FIBA Basketball World Cup 2019 di Tiongkok, menjadi kuburan bagi negara-negara Asia.

Ada enam tim, tapi tidak ada satupun wakil negara Asia yang lolos ke babak kedua.



Satu-satunya harapan datang dari tuan rumah Tiongkok. Namun, dalam laga terakhir Grup A yang merupakan game hidup-mati melawan Venezuela, Yi Jianlian dkk justru bermain buruk dan akhirnya keok.

Mendapatkan dukungan nyaris 19.000 penonton di Wukesong Arena, Beijing, Tiongkok menyerah dengan skor 59-72.

Padahal, jika saja menang, maka Tiongkok akan menjadi satu-satunya negara Asia yang melesat ke fase grup kedua. Sebelum laga hari ini (4/9), juara 16 kali FIBA Asia Cup itu meraih satu kemenangan dalam dua pertandingan awal.

Lima negara Asia lainnya, sudah dipastikan gagal lebih dini karena selalu menderita kekalahan dalam dua pertandingan awal.

Kunci kemenangan Venezuela adalah karena mereka berhasil mendominasi total paint area. Heissler Guillent dkk mencatat 49 rebound. Itu termasuk 20 offensive rebound. Sementara itu, Tiongkok cuma membukukan 28 rebound.

Tiongkok keok karena persentase tembakan mereka sangat rendah, cuma 33 persen. Akurasi tembakan tiga angka mereka juga buruk, hanya 22 persen. Statistik tersebut diperparah dengan akurasi tembakan bebas mereka yang cuma 64 persen (14-22).

Point guard Venezuela asal klub Guaros de Lara Heissler Guillent menjadi pencetak poin tertinggi bagi negaranya dengan 15 poin plus 8 assist. Selain Guillent, ada tiga pemain Venezuela lain yang mendulang double-digit angka.

Sementara itu, dari kubu Tiongkok, guard cadangan Fang Shuo menjadi pencetak angka terbanyak dengan 13 poin. Point guard Zhao Jiwei menambahkan 12 poin. Yang menyesakkan, bintang-bintang utama Tiongkok seperti Yi Jianlian, Wang Zhelin, Zhou Qi, dan Guo Ailun gagal menunjukkan performa puncak.

Pada klasemen akhir Grup A, Tiongkok menempati posisi ketiga. Itu hasil dari 1 kemenangan dan 2 kekalahan. Walau sama-sama tidak lolos, namun Tim Negeri Panda masih ‘lumayan’. Sebab, lima negara Asia lainnya, nyaris kompak menempati juru kunci klasemen fase grup karena selalu keok dalam tiga pertandingan.

Mereka adalah Korea Selatan yang menjadi juru kunci Grup B. Iran di Grup C, Filipina (Grup D). Jepang di Grup E dan Yordania (Grup G) memang masih akan menjalani pertandingan terakhir hari ini. Namun, di atas kertas, Jepang akan kalah melawan tim nomor satu dunia Amerika Serikat. Sedangkan Yordania bakal sangat berat untuk mengalahkan tim kuat Eropa, Jerman.

Dua pemain Filipina Roger Pogoy (kiri) dan Japeth Aguilar (kanan) berusaha menghentikan pemain Angola Gerson Domingos pada game terakhir Grup D (fiba.basketball)

Tim yang sejatinya hampir meraih kemenangan pada laga terakhir fase grup adalah Filipina. Namun, Gabe Norwood dkk dikalahkan Angola dalam drama menegangkan via overtime. Filipina kandas dengan skor 81-84 di Foshan International Sports and Cultural Center.

Hasil ini membuat Filipina gagal mengulangi pencapaian pada FIBA Basketball World Cup 2014 di Spanyol. Ketika itu, Gilas Pilipinas menang pada game terakhir melawan Senegal lewat overtime.

Pada Piala Dunia FIBA tahun ini, Filipina malah mendapatkan rekor tercemar. Selain selalu tumbang, mereka dibantai dengan margin 59 poin oleh Serbia (67-126) pada game kedua Grup D (2/9). Itu merupakan kekalahan terburuk dalam sejarah Filipina pada Piala Dunia FIBA.

Pada laga terakhir Grup D tersebut, enam pemain Angola mencetak double-digit angka. Valdelicio Joaquim tampil sebagai pendulang poin tertinggi dengan 20 angka. Pemain naturalisasi Filipina asal Amerika Serikat Andray Blatche bermain solid dengan double-double, 23 poin dan 12 rebound.

Namun itu tidak cukup mengantarkan Filipina meraih kemenangan.

”Saya kecewa, sebab kami mendapatkan peluang untuk memenangkan pertandingan. Saya frustrasi karena kami gagal mengeksekusi tembakan tiga angka dalam situasi kritis,’’ ucap head coach Filipina Yeng Guiao sebagaimana dilansir dari situs resmi FIBA.

Filipina memang punya peluang menang ketika guard Christian Jaymar Perez melakukan tembakan tiga angka pada akhir kuarter keempat. Ketika itu, kondisinya imbang 73-73. Jika eksekusi itu berhasil, Filipina menang dan tidak harus bermain sampai overtime.

Filipina juga punya peluang membawa pertandingan pada overtime kedua. Dalam kondisi tertinggal 81-84, Filipina memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Namun, tembakan tiga angka point guard Kiefer Ravena juga gagal menemui sasaran.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



So Sweet, 4 Zodiak Ini Suka Manjakan Pasangan dengan Pelukan Mesra - Gudang Berita Viral So Sweet, 4 Zodiak Ini Suka Manjakan Pasangan dengan Pelukan Mesra
Kamis, 19 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kapolri: Stabilitas Keamanan Jadi Modal Keberhasilan Ekonomi ASEAN - Gudang Berita Viral Kapolri: Stabilitas Keamanan Jadi Modal Keberhasilan Ekonomi ASEAN
Kamis, 19 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Anthony Ginting: Saya Nggak Mau Mikir Kalau Saya Juara Bertahan - Gudang Berita Viral Anthony Ginting: Saya Nggak Mau Mikir Kalau Saya Juara Bertahan
Kamis, 19 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print