Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 06 Sep 2019, 16:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Eks Kepala BIN: Benny Wenda Orang Asing, Bukan Orang Indonesia - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Masyarakat Indonesia diminta bersatu dalam menghadapi berbagai masalah, terutama mengenai isu pemisahan diri suatu wilayah. Jangan sampai anak bangsa justru memberi panggung pada pihak asing yang berniat buruk.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono usai mengantar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pulang di Patal Senayan, Kamis (5/9). Pihak asing yang dimaksud Hendro adalah Benny Wenda, pemimpin Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).



Kapolri Tito Karnavian pernah menyebut bahwa Benny Wenda dengan sengaja melakukan provokasi kerusuhan di Papua agar PBB melirik kasus tersebut dan menjadi jalan referendum. Bagi Hendro, meski lahir di Lembah Baliem, Papua, Benny Wenda adalah orang asing. Terlebih, Benny Wenda menetap lama di Oxford, Inggris. “Benny Wenda kan orang asing, bukan orang Indonesia,” ujarnya seperti dilansir PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Jumat (6/9).

Mantan ketua umum PKPI itu meminta masyarakat bersatu menghadapi ancaman yang seperti ditebarkan oleh Benny Wenda. “Jangan terus dari bangsa kita ikut-ikut celometan. Tidak malu-malunya menjadi pengkhianat di depan anak-anak muda kita,” tegas Hendropriyono.

Kepada Benny Wenda, Hendro meminta untuk berhenti melakukan berbagai manuver menyesatkan yang memecah belah Papua dengan NKRI demi kepentingan kelompoknya sendiri. “Itu pengkhianatan namanya, karena kita sekarang hanya satu kesetiaan, yaitu kepada bangsa Indonesia sendiri, diri kita ini Indonesia, tanah air kita Indonesia,” tandasnya.

Benny Wenda Menjawab

Sementara itu, Ketua Eksekutif United Liberation Movement For Wets Papua (ULMWP) Benny Wenda menegasakan Perjuangan Papua untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesis, (NKRI) ialah dengan jalan damai tanpa anarkis dan kekerasan. Untuk itu, Benny menilai jika terjadi anarkis pada demostrasitrasi di Kota Jayapura (29/8) lalu adalah skenario Negara Indonesia untuk mengacaukan perjuanganya yang selama ini damai.

Wenda menegaskan tuntutan rakyat Papua adalah referendum dengan perjuangan secara damai maka yang menciptakan melisi barisan nusantara dan barisan merah putih merupakan bentukan Indonesia sendiri untuk bentrok dengan orang Papua. “Jakarta tidak bisa menuduh saya sebagai aktor di belakang, apa yang terjadi di Papua dan Surabaya Jakarta dan lainya, itu spotannitas karena Indonesia menuduh dan mengkategorikam Bangsa Papua sebagai bangasa Monyet, anjing dan binatang lainya, dan meminta orang Papua harus pulang ke Papua. Ini yang membuat Orang Papua secara secara spontan turun ke jalan,” jelas Benny seperti dilansir Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Jumat (5/9).

Dirinya menilai, rakyat Papua ingin keluar secara damai dan Indonesia tidak menginginkan hal ini, karena cara secara damai sampai saat ini telah sudah banyak mendapat simpati dunia, maka dirinya menilain Indonesia membuat skenario untuk melakukan tindakan anarkis yang memihak ke Indonesia dan menyalahkan orang Papua.

”Contohnya pada demo yang dilakukan hari pertama berlangsung damai dan aman dan gubernur juga hadir, tapi pada demo kedua kejadian anarkis karena Indonesia tahu reputasi Indonesia di dunia internasional sudah hancur sehingga mereka harus buat skenario-skenario sehingga perjuangan bangsa Papua secara damai mereka berusaha mengacaukan dengan dikategori separatis, anarkis dan pengacau,” katanya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Modifikasi Nyeleneh, Pikap Seolah Berjalan Mundur - Gudang Berita Viral Modifikasi Nyeleneh, Pikap Seolah Berjalan Mundur
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 2 Kali
Tiga Kali Perombakan dalam Empat Hari, Ada Apa dengan Golkar? - Gudang Berita Viral Tiga Kali Perombakan dalam Empat Hari, Ada Apa dengan Golkar?
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
OTT BUMN Perindo, KPK Amankan USD 30 Ribu - Gudang Berita Viral OTT BUMN Perindo, KPK Amankan USD 30 Ribu
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print