Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 10:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Dukut Masih Huni Sel Mapenaling, Kuasa Hukum Sesalkan Eksekusi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Sudah empat hari ini Dukut Imam Widodo harus tinggal di Rumah Tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Banjarsari, Cerme. Pria 65 tahun itu masuk ke sel lagi sejak Selasa malam (3/9). Hasil kasasi Mahkamah Agung (MA) memutus Dukut dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Bersama mantan Sekda Gresik Husnul Khuluq dan Syaiful Bachri (mantan petinggi di PT Smelting), Dukut tersandung perkara korupsi dana dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) Rp 1,3 miliar pada 2006 silam. Namun, jika Dukut harus mendekam di rutan, Khuluq dan Syaiful masih menghirup udara bebas. Sebab, putusan kasasi dari MA dikabarkan belum turun.



Menurut Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Gresik Anis Handoyo, Dukut masih belum bercampur dengan tahanan lainnya. ”Terpidana harus menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling),” ujarnya dikonfirmasi melalui telepon seluler kemarin. Anis menyebutkan, Dukut yang juga penulis buku-buku sejarah tempo dulu itu terlihat bugar.

Sebelumnya, saat dieksekusi tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik di rumahnya di Surabaya pada Selasa petang (3/9), Dukut sempat masuk rumah untuk meminum obat sakit jantung. Bahkan, Dukut meminta izin untuk membawa obat jantung ke tahanan.

Dihubungi terpisah, Sudiman Sidabukke, kuasa hukum Dukut, menyatakan, pihaknya kecewa dengan langkah Kejari Gresik yang mengeksekusi kliennya tanpa pemberitahuan lebih dulu. Apalagi dilakukan saat malam. Dia menyebutkan, berdasar standard operating procedure (SOP), seharusnya jaksa memperhatikan aspek kemanusiaan. ”Pemanggilan satu, dua, dan tiga kali, baru dilakukan penjemputan,” ungkapnya Kamis (5/9).

Menurut Sudiman, selama ini kliennya tidak pernah mengetahui putusan MA tersebut. Apalagi putusan MA lebih tinggi daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik, yakni selama 1,5 tahun. ”Saya sangat terkejut. Karena tuntutan 1,5 tahun vonis onslag (onslag van recht vervolging), MA memutus 5 tahun,” tegasnya.

Dalam ikhtisar putusan tersebut, lanjut dia, MA tidak kontramemori. ”Kami sedang mempelajari putusan resminya. Mungkin dalam satu-dua hari ini, baru kami menyatakan sikap,” kata Sudiman.

MENUNGGU: Syaiful Bachri ketika diputus bebas oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pada April 2017. (Dok. Jawa Pos)

Seperti diberitakan kemarin, kasus tersebut berawal dari perjanjian sewa perairan laut antara Pemkab Gresik dan PT Smelting, tertanggal 11 Oktober 2006. Dalam perjanjian itu, uang kontribusi yang wajib dibayarkan PT Smelting kepada pemkab mencapai Rp 3,43 miliar. Nah, dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan adanya ketidakjelasan pembayaran retribusi sewa perairan dari PT Smelting kepada pemkab.

Perkara tersebut ditangani Polda Jatim. Pada November 2016, penyidik polda melimpahkan kasus tersebut ke Kejari Gresik. Tiga orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Dukut, Khuluq, dan Syaiful. Pada 14 Nopember 2016, penahanan dilakukan. Namun, pada 11 April 2017, Pengadilan Tipikor Surabaya memutus ketiga terdakwa bebas.

Jaksa Bantah Eksekusi Tidak Manusiawi

TAK banyak yang menekuni hobi seperti Gevita Chrismadwi. Yakni, creative journaling. Hobi itu membebaskan seseorang untuk menghias jurnalnya. Bisa dengan pensil warna, spidol, atau pernak-pernik lainnya. Di antaranya, kertas kue bekas, bunga atau daun kering, wax seal, stiker, washi tape, renda, bulu sintetis, dan stempel. Lalu, bisa diisi tulisan apa pun.

Meski terkesan sederhana, pernak-perniknya lumayan menguras kantong. Sebab, Vita selalu berusaha mendapatkan stiker, washi tape, dan stempel dari ilustrator terkenal. Misalnya, Yohaku Sha dan Lin Chia Ning dari Jepang atau Yeoncharm dari Taiwan.

Tak puas berbelanja online, Vita kerap berwisata ke luar negeri untuk hunting barang-barang tersebut. Mulai Malaysia, Thailand, hingga Singapura. Setiap bulan, rata-rata hampir Rp 10 juta dikeluarkan untuk berbelanja.

Vita mengakui, belum banyak orang yang mengenal hobi tersebut. Dia sering mendapati orang yang terheran-heran saat melihat koleksi pernak-pernik journaling-nya. ’’Tapi, setelah tahu itu berdampak positif buat saya, mereka mendukungnya,’’ ucap perempuan 36 tahun itu. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA  - Gudang Berita Viral Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan  - Gudang Berita Viral Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print