Jumat, 22 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 01 Nov 2019, 10:00:09 WIB, 13 View Tim Redaksi, Kategori : News
DPRD DKI Hapus Anggaran Lem Aibon Rp 82 Miliar - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Anggaran Rp 82 miliar untuk pembelian lem aibon yang tertuang dalam Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta dipastikan dicoret atau di nol kan. Keputusan ini diambil karena sekolah tidak membutuhkan lem aibon untuk proses belajar mengajar.

“Udah pasti dicoret, kan kita sisir. Mau ngapain sekolah beli lem. Buat apa coba,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, Jumat (1/11).



Politikus partai Gerindra itu menuturkan, anggaran yang peruntukannya tidak jelas memang sering kali muncul dalam proses penganggaran setiap tahunnya. Hanya saja selama ini tidak banyak yang viral dan menjadi sorotan media. Dan selalu dihilangkan apabila terbukti tidak memiliki manfaat.

“Banyak (terjadi seperti itu sebelumnya). Kalau dulu kan diskusinya di dalam ruangan, enggak di luar. Jadi kayak gitu-gitu pasti kesisir,” imbuhnya.

Taufik mengatakan, ada dua tahapan penyisiran anggaran siluman seperti ini. Yakni melalui pembahasan KUA-PPAS kemudian akan dibahas lagi dalam APBD turunan. Sehingga anggaran-anggaran tak jelas akan dibuang.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menilai kejadian ini sebagai pembelajaran untuk jajarannya. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kesalahan seperti ini yang bisa membuat kegaduhan.

“Dari peristiwa ini kita harus lebih memastikan proses kerja bukan hanya di semua level pimpinan. Tapi kepada seluruh staff betul-betul harus dilakukan secara tuntas. Tuntas berintegritas dan profesional,” kata Syaefuloh.

Selain itu, dia menyampaikan akan meningkatkan kerja sama dengan Bappeda dalam hal penyusunan jadwal pengajuan anggaran. Dengan begitu, ada proses perencanaan hingga penginputan di sistem bisa lebih tertata.

“Ketiga, kita akan mencoba mengintegrasikan sistem, saat ini yang kami lakukan hanya integrasi data,” imbuhnya.

Syaefuloh menjelaskan, pada 2021 mendatang anggaran ini akan diintegrasikan dengan e-budgeting. Dengan begitu angkanya bisa lebih akurat, serta keterbukaan terhadap publik bisa disajikamln.

“Yang paling penting adalah proses penganggaran di sekolah disusun bersama ekosistem, tidak hanya satu orang. Kepala sekolah tahu, wakil kepala sekolah harus tahu, para guru harus terlibat, wali murid,” pungkasnya.

Diketahui, Anggota DPRD Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta, William Aditya Sarana menemukan berbagai anggaran fantastis dalam rapat KUA-PPAS. William mengungkap anggaran Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat sebesar Rp 82 miliar untuk lem Aibon dalam penyediaan alat tulis kantor.

Kemudian, PSI juga menemukan anggaran pengadaan bolpoin sebesar Rp 124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur. Selain itu, anggaran Rp 121 miliar juga ditemukan untuk pengadaan 7.313 unit komputer di Dinas Pendidikan.

Lalu, ada beberapa unit server dan storage dianggarkan senilai Rp 66 miliar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. “Itu baru sebagian saja, masih ada puluhan lainnya yang akan kami tanyakan satu-satu. Kami sudah ikuti rapat Komisi beberapa hari ini, dan tiap kali diminta buka detail anggaran Pemprov selalu mengelak,” kata William di DPRD DKI Jakarta.

Terkait hal ini, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membahas anggaran tersebut. Dia sudah memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi ini. “Sebenarnya itu yang saya panggil minggu lalu. Saya enggak umumkan karena memang itu review internal,” ujar Anies.

Dia menjelaskan, dalam kasus ini, ada masalah dalam sistem input yang dipublikasi kepada kepada masyarakat. Akibatnya, angka yang ditampilkan hanya secara menyeluruh, tidak ada data detail.

“Ini ada problem sistem yaitu sistem digital tetapi tidak smart. Kalau smart sistem dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi. Dia bisa menguji. Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual,” ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menerangkan, angka mendetail hanya bisa dilihat secara manual. “Cara-cara seperti ini berlangung setiap tahun. Setiap tahun muncul angka aneh-aneh. Kalau sistem smart, maka dia akan melakukan verifikasi,” imbuhnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, DPRD DKI Hapus Anggaran Lem Aibon Rp 82 Miliar

Tag: News



 Gracia Billy, Si Penjual Kue Kini Stafsus Presiden  - Gudang Berita Viral Gracia Billy, Si Penjual Kue Kini Stafsus Presiden
Jumat, 22 Nov 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 KPPU: Lanjutkan Wajib Tanam Importir Bawang Putih  - Gudang Berita Viral KPPU: Lanjutkan Wajib Tanam Importir Bawang Putih
Jumat, 22 Nov 2019, 03:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Mourinho Tak Membutuhkan Pemain Baru di Tottenham  - Gudang Berita Viral Mourinho Tak Membutuhkan Pemain Baru di Tottenham
Jumat, 22 Nov 2019, 03:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print