Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 04 Agu 2019, 14:00:05 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 DPR Minta Garap Pasar Lokal Saat Ekspor Turun  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - DPR menyarankan agar pemerintah mengarahkan produksi pertambangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saat permintaan ekspor mengalami penurunan.

Penurunan tersebut telah berdampak terhadap ekonomi Indonesia hingga semester pertama 2019 Contoh kasusnya adalah ekspor dan impor hingga Semester I tahun 2019 masih turun dan defisit neraca perdagangan juga membesar. Data menunjukkan, ekspor pada Semester I 2018 mencapai 87,86 miliar dollar AS, turun menjadi 80,32 miliar dolar AS pada Semester I 2019, atau turun 8,57 persen.

Impor Semester I 2019 juga turun. Dari 89,05 miliar dolar AS pada Semester I 2018 menjadi 82,26 miliar dolar AS pada Semester I 2019, atau turun 7,63 persen.



Anggota Komisi VII DPR, Fadel Muhammad menyoroti penurunan neraca tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya Menteri Keuangan. Ia pun sudah banyak mendengar dari masyarakat industri bahwa terjadi penurunan permintaan serta kesulitan import dibidang pertambangan.

“Kami di Komisi VII mendapatkan banyak laporan dari pada masyarakat industri dalam bidang pertambangan bahwa terjadi penurunan permintaan, kemudian adanya kesulitan untuk impor padahal kebutuhan sangat besar dalam negeri. Ternyata ada masalah yang Presiden katakan di media bahwa neraca minyak dan gas bumi itu negatif, maka dibatasi," ujar Fadel saat mengikuti Kunker Reses Komisi VII DPR RI mengunjungi Depot Shell Indonesia di Kalimantan Selatan, seperti mengutip dari dpr.go.id.

Politisi Partai Golkar tersebut menyoroti bahwa kesalahan terbesar adalah neraca perdagangan Indonesia itu digabungkan antara minyak dan gas bumi dengan produk-produk lain. "Pada waktu dulu benar pada zaman Orde Baru, zaman kita masih mengekspor minyak. Kalau sekarang kita net impor kapanpun juga, sampai kapan kita negatif terus," ujar Fadel

Saat ini, neraca perdagangan migas selalu mengalami defisit mengingat Indonesia sebagai negara net importir migas. Oleh karena itu, neraca perdagangan migas selalu mengalami defisit. Besarnya defisit tergantung dari perkembangan harga minyak mentah dunia.

Dengan penurunan tersebut, Fadel mengusulkan agar jangan menggabungkan neraca lalu memberikan punishment kepada industri pertambangan untuk impor karena industri dalam negeri terutama pertambangan itu harus dijaga. "Industri pertambangan jangan sampai mereka menurunkan produksinya. Nah kami cek di beberapa tempat terjadi penurunan permintaan dan penurunan produksi. Untuk itu kebijakan daripada Dirjen Migas harus segera ditinjau, juga kebijakan Menteri Keuangan," jelas Fadel.

Meski demikian ternyata harga minyak mentah dunia selama periode 6 bulan pertama 2019 turun cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2018, secara rata-rata turun sekitar 7 persen.

Oleh karena itu, defisit neraca perdagangan migas juga mengecil, dari defisit 5,62 miliar dollar AS pada Semester I 2018 turun menjadi defisit 4,78 miliar dollar AS pada Semester I 2019.




Sumber: inilah.com

Tag: News



Defisit Membengkak, BPJS Kesehatan akan Naikkan Iuran - Gudang Berita Viral Defisit Membengkak, BPJS Kesehatan akan Naikkan Iuran
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Teknologi 5G Mudahkan Banyak Hal, Kampanye Pilpres 2024 Pakai Hologram - Gudang Berita Viral Teknologi 5G Mudahkan Banyak Hal, Kampanye Pilpres 2024 Pakai Hologram
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Warkop DKI Reborn 3 Usung Konsep Dono Kasino Indro Versi Milenial - Gudang Berita Viral Warkop DKI Reborn 3 Usung Konsep Dono Kasino Indro Versi Milenial
Kamis, 22 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print