Kamis, 14 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 26 Okt 2019, 14:00:09 WIB, 23 View Tim Redaksi, Kategori : News
Dory Harsa, Pemain Kendang Lord Didi Kempot: Nangiso Tak Kendangi - Gudang Berita Viral

Bukan hanya Didi Kempot alias Lord Didi yang jadi idola para Sobat Ambyar. Ada pemain kendang sekaligus kru termuda di tim Didi Kempot, Dory Harsa, yang jadi pujaan fans muda hingga ibu-ibu.

’’OJO nangis neh, lho. Wis, mandeg, mandeg!’’ kata Didi Kempot setelah membawakan lagu Kangen Nickerie di panggung di Mangkunegaran, Surakarta, bulan lalu. Pemain kendang Didi, Dory Harsa, memang terlihat menangis pada akhir lagu.



Dory menceritakan, dirinya minta izin kembali ngendang karena merasa tak kuat menyelesaikan lagu. ’’Daripada saya bikin malu,’’ katanya saat ditemui di Kafe Apel Tri, Solo, Kamis (24/10).

Sebenarnya, Dory bukanlah orang yang gampang menangis. Sejak 2008, dia tak pernah terlihat menangis di panggung ketika mendampingi Didi. Namun, bagi Dory, Kangen Nickerie punya kenangan tersendiri. Ditambah, saat membawakan lagu tersebut, baru saja ada peristiwa yang cukup memukul buatnya. Puncaknya, penyuka musik reggae itu ambyar pada akhir lagu. Menangis.

Dory mulai mengundang rasa penasaran Sobat Ambyar –sebutan fans Didi Kempot– maupun yang bukan fans Didi. Didi pun memberikan kesempatan spesial buatnya. Dory, yang punya suara emas, beberapa kali diminta mendampingi untuk duet. Minus menangis, tentunya.

Dia juga ditawari untuk meng-cover lagu Sang Bapak Patah Hati. Apalagi, pemilik nama lengkap Dory Haryanto Saputra itu pernah berduet di lagu Kangen Nickerie dan Ninggal Janji. ’’Beliau sangat mendukung. Wis, lagu endi sing mbok senengi? Mas Didi ngasih pilihan-pilihan,’’ ungkapnya.

Dory pun memilih Wis Cukup, lagu dari album lama Didi. Cover lagu itu telah diunggah ke YouTube awal minggu ini. Pilihan tersebut cukup mengagetkan. Termasuk bagi si empunya lagu, Didi Kempot. Sebab, lagu itu diambil dari album yang cukup lama.

’’Kenapa Wis Cukup? Karena saya pengin bilang, wis cukup nggonku sing nangis. Cukup sudah patah hatinya, sekarang saya bahagia,’’ terang Dory. Dia tak ingin terus-menerus ambyar. Namun, bukan berarti dia melarang Sobat Ambyar terbawa perasaan, lantas menangis dengan iringan lagu The Godfather of Broken Heart itu. ’’Nangiso, tak kendangi,’’ ucap ayah dua anak tersebut.

Bagi Dory, menangis bukan aib. Termasuk buat kaum adam. Menurut dia, mengungkapkan perasaan dengan jujur itu penting. ’’Kalau dengan menangis, setelah itu lega dan bahagia, kenapa enggak menangis? Laluilah prosesmu,’’ tuturnya. Dia pun mengutip ungkapan Didi Kempot: ambyar dan patah hati boleh. ’’Tapi, jangan sampai patah semangat. Nangis cukup sekali. Tangismu ora iso ngragati uripmu,’’ tegasnya.

Enggak Mau Dicap Hanya Modal Tampan

Buat Dory, bergabung dengan tim Didi Kempot, melanjutkan jejak sang ayah hingga lebih dari satu dekade, adalah kebanggaan tersendiri. Separo hidupnya pun dihabiskan di jalanan, mengikuti jadwal manggung Didi. Padahal, Dory sempat ragu-ragu ketika mengawali karir. Dory menceritakan, ’’pengkastaan’’ genre musik amat kuat saat itu. Lagu berbahasa daerah sering dianggap rendah.

Seiring dengan berjalannya waktu, Dory kian percaya diri. Terlebih saat panggung di luar Jawa meriah. Baginya, hal itu merupakan kabar gembira buat lagu-lagu berbahasa daerah.

’’Orang Batak, Manado, sampai Papua saja suka. Sebaliknya, kita yang di Jawa juga boleh suka lagu daerah Batak, Papua, dan lain-lain. Kenapa harus malu?’’ ucapnya. Menurut Dory, perbedaan budaya menjadi tak bermakna ketika ada rasa suka.

Dari panggung ke panggung, Dory juga bertemu banyak teman baru. Cowok yang tidak mau menyebutkan usianya itu mengakui, ada fans yang histeris saat kali pertama bertemu dengannya. ’’Kalau temen-temen gemes, saya matur nuwun,’’ ujarnya.

Nama Didi Kempot kini melambung tinggi. Sobat Ambyar pun bermunculan di berbagai kota. Namun, Dory menyatakan, tugasnya tetap sama. Menjadi pemain kendang Didi yang mengiringi ambyar-nya audiens.

Dory pun ingin terus belajar dan berkarya. ’’Saya enggak ingin dicap modal bagus (tampan) saja. Mendampingi legend kalau enggak ada skill-nya kan memalukan,’’ tegasnya.

PENGALAMAN PANGGUNG PALING…

PERTAMA

”Saya belajar, nglemeske tangan buat main gendang itu mulai kelas V SD. Kali pertama manggung kelas VI SD, main kendang ngiring jaran dor. Dapetnya Rp 25 ribu.”

JAUH

”Di Amsterdam, 2013, delapan hari di sana. Kendang saya di sana rusak, mau nyari toko besi nggak bisa. Mau ngomong juga bingung.”

BESAR

”Synchronize Festival. Main paling malam, pukul 23.45. Penontonnya luar biasa, bener-bener campur. Rame bianget, ada yang njoget sampai nggandol wit. Mereka karaoke masal. Ada yang ngapalin lirik, ada yang buka HP. Bahasanya lucu karena mereka nggak bisa ngomong Jawa dan logatnya aneh. Energi banget buat kami.”

ANEH

”Ketika nggak ada jarak penonton sama panggung. Mereka naik, ngerubungi satu-satu, ngedepi HP sampai saya bingung. Lagu yang harusnya dua reff, satu reff takndeke. Daripada musik sudah berhenti, tapi saya mbablas. Bos (Didi Kempot, Red) ya nengok, ’oh, ora popo, takmaklumi’.”

TRIVIA

  • Tergabung dengan tim Didi Kempot sejak 2008 sebagai drummer. Setahun setelahnya, dia pindah menjadi pemain kendang hingga kini
  • Bercita-cita menjadi dosen teknik informatika. Karena pekerjaannya di dalam ruang ber-AC, menghadap laptop/komputer, dan lekat dengan image cerdas
  • Satu-satunya tim Didi Kempot yang tidak berambut gondrong. Dia mengakui, rambutnya keriting saat panjang dan mirip Didi Kempot
  • Sempat berbobot 90 kg, Dory menjalankan diet dengan menghindari nasi. Kini bobotnya mencapai 72 kg
  • Tidak punya kriteria khusus untuk perempuan idaman. Yang penting setia
  • Tengah menjajal bisnis clothing bersama temannya dan membuka channel YouTube



Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Dory Harsa, Pemain Kendang Lord Didi Kempot: Nangiso Tak Kendangi

Tag: News



Mahfud MD: Itu kan Pilihan Politik Presiden, Terserah - Gudang Berita Viral Mahfud MD: Itu kan Pilihan Politik Presiden, Terserah
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penjelasan Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp 43 Miliar - Gudang Berita Viral Penjelasan Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp 43 Miliar
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mahfud MD: Menunggu JR atau Tidak, Perppu KPK ya Terserah Presiden - Gudang Berita Viral Mahfud MD: Menunggu JR atau Tidak, Perppu KPK ya Terserah Presiden
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print