Senin, 16 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 11:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Djarum Cabut, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Khawatirkan Regenerasi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Keputusan Djarum Foundation menghentikan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis mulai 2020 bisa berdampak pada tersendatnya regenerasi atlet badminton nasional. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hingga legenda bulu tangkis pun berharap ajang pencarian bibit-bibit berbakat itu bisa tetap dilanjutkan.

Christian Hadinata, legenda bulu tangkis tanah air, menuturkan, menghentikan audisi umum tersebut sama dengan memutus mata rantai regenerasi bulu tangkis nasional. Khususnya bagi pembinaan di daerah. Sebab, audisi umum PB Djarum dilakukan dengan cara jemput bola. Mengakomodasi bakat-bakat muda di daerah agar bisa ikut seleksi.



Sebelum 2006, audisi bulu tangkis hanya digelar di Kudus, Jawa Tengah. Konsep itu menyulitkan bagi atlet dari luar Jawa. “Bagi atlet luar Jawa tentu memakan biaya yang besar. Ya kalau berhasil. Kalau gagal, cuma main sekali, kan kasihan,” jelas pria yang akrab disapa Koh Chris tersebut kepada Jawa Pos kemarin (8/9).

Dengan pertimbangan itu, sejak 2006 konsep audisi diubah: tur keliling Indonesia. Dengan begitu, atlet-atlet berbakat di berbagai daerah di luar Jawa dapat terfasilitasi untuk ikut seleksi. “Kalau seperti ini (audisi berhenti, Red), tentunya disayangkan,” kata juara All England dari nomor ganda putra dan ganda campuran yang aktif bermain pada 1971-1986 tersebut.

Minarti Timur, pebulu tangkis era 1990-2000-an, turut menyesalkan dihentikannya Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. Minarti termasuk atlet berprestasi hasil binaan PB Djarum Kudus. Sepanjang karirnya bermain, atlet kelahiran Surabaya itu dua kali menjadi juara dunia di nomor ganda campuran pada 1995-1996. Juga meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000.

Menpora Imam Nahrawi di tengah seremoni juara tim putri Mutiara Cardinal di pentas Djarum Superliga Badminton 2017. (Istimewa/Dok. JawaPos)

Menurut Minarti, saat ini telah terlihat hasil audisi umum tersebut. Salah satunya Kevin Sanjaya Sukamuljo yang bakatnya ditemukan melalui audisi PB Djarum pada 2007. Kevin saat ini menjadi ganda putra terbaik dunia berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon. Minions, julukan Kevin/Marcus, kini nangkring di peringkat kesatu ganda putra dunia BWF (Badminton World Federation). Pada 2018 mereka mengoleksi sembilan gelar BWF World Tour. Termasuk meraih kampiun back-to-back All England 2018.

“Pembibitan bulu tangkis itu harus dari usia dini dan dengan biaya yang tidak sedikit. Sangat disayangkan kalau audisi ini akan dihentikan,” tutur Minarti. PB Djarum, kata dia, sudah berdiri lama dan melahirkan atlet berlevel dunia, mulai zaman Liem Swie King hingga Kevin. “Kontribusinya besar dengan segala fasilitas selama di klub maupun penghargaan yang diberikan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pangkal masalah tersebut adalah desakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait ajang audisi itu. KPAI menyebutkan, audisi umum PB Djarum dimanfaatkan untuk mempromosikan merek Djarum yang berafiliasi dengan produk rokok.

Menanggapi hal itu, Minarti menyatakan tidak melihat kekhawatiran audisi sebagai ajang promosi. Dia malah mempertanyakan kenapa hal tersebut baru dipersoalkan sekarang. Padahal, Djarum Foundation sudah ada sejak 1951.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ikut gerah dengan dihentikannya audisi umum Djarum. Tidak dimungkiri, banyak atlet badminton yang lahir dari PB Djarum. Sebut saja yang saat ini masih aktif bermain: Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti, Gloria Emanuelle Widjaja, hingga Tontowi Ahmad. Nama yang disebut terakhir bersama Liliyana Natsir -juga berasal dari PB Djarum- bahkan mempersembahkan emas Olimpiade pada 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

“Mencari bibit unggul nggak mungkin PBSI mengadakan sendiri. Kalau tidak ada penyuplai (pemain) dari bawah, siapa yang akan membantu PBSI menjaring bibit atlet? Pasti ini mengganggu regenerasi,” cetus Susy Susanti, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 yang kini menjadi kepala bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi berharap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis bisa terus berlanjut. Dia menepis anggapan adanya eksploitasi anak pada ajang tersebut. “Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia. Lagi pula, olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo, lanjutkan audisi badminton,” kata Imam melalui akun media sosialnya.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menghormati keputusan PB Djarum maupun rekomendasi dari KPAI. Dia menegaskan bahwa perlu segera dicarikan jalan keluar. “Jangan sampai efeknya berhenti dan nggak ada cara lain. Harus bisa mencari solusi tanpa melanggar ketentuan dan norma sosial yang ada,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengungkapkan bahwa tidak tebersit keinginan dari lembaganya untuk menghentikan audisi bulu tangkis yang dilakukan PB Djarum. “Kami justru mendukung bagaimana audisi dan pengembangan bakat dan minat anak di bidang bulu tangkis terus berlanjut,” kata dia kemarin.

KPAI, kata dia, hanya memberikan catatan agar dalam penyelenggaraan audisi tidak boleh menggunakan nama merek, logo, termasuk brand image produk tembakau. Alasannya, ada aturan dalam PP 109 Tahun 2012. “Jadi, peraturan pemerintah telah melarang. KPAI hanya menjalankan tugas agar peraturan tersebut ditaati semua pihak,” imbuhnya.

Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza Sitti Hikmawatty menambahkan, anak terpapar iklan rokok sudah terbukti. Tobacco Control dan BPOM sudah menyatakan bahwa jumlah iklan rokok meningkat dan tingkat anak yang terpapar semakin banyak. Hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2013 menyatakan, prevalensi merokok pada remaja sejumlah 7,2 persen. Sedangkan pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi 9,1 persen.

KPAI, kata dia, juga telah melakukan penelitian pada November tahun lalu di 29 provinsi. Penelitian itu dilakukan untuk melihat keterpaparan brand Djarum. Ketika peneliti menanyakan Djarum, 1 persen responden mengatakan bahwa itu alat untuk menjahit. Lalu, 31 persen menyatakan sebagai audisi bulu tangkis. “Sebanyak 68 persen mengatakan itu rokok,” ungkapnya. Selama ini audisi PB Djarum memiliki suasana yang arahnya ke rokok. “Bukan foundation-nya,” lanjutnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Vivo V17 Pro Dipastikan Masuk Indonesia, Begini Wujudnya - Gudang Berita Viral Vivo V17 Pro Dipastikan Masuk Indonesia, Begini Wujudnya
Senin, 16 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Cukai Rokok Naik 23 Persen Bisa Tekan Angka Remaja Perokok - Gudang Berita Viral Cukai Rokok Naik 23 Persen Bisa Tekan Angka Remaja Perokok
Senin, 16 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Asam Urat & Ginjal Bermasalah, Coba Minum Rebusan Air Daun Urat Merah - Gudang Berita Viral Asam Urat & Ginjal Bermasalah, Coba Minum Rebusan Air Daun Urat Merah
Senin, 16 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print