Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 04 Agu 2019, 12:00:09 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Djanur: Jaga Momentum agar Persebaya Tak Kembali Melempem - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Persebaya Surabaya akhirnya berhasil mengakhiri paceklik kemenangan. Setelah lima laga tanpa kemenangan, Ruben Sanadi dkk merengkuh tiga poin saat menjamu Persipura Jayapura Jumat malam (2/8). Meski begitu, para pemain Persebaya belum pantas berpuas diri. Suporter setia mereka, Bonek, mengingatkan pemain agar menjaga konsistensi.

”Pemain Persebaya jangan seperti kuda pacu,” kata pentolan Bonek Andy Kristiantono saat berbincang dengan Jawa Pos selepas laga Persebaya kontra Persipura. Maksudnya, para pemain Persebaya diingatkan agar jangan baru bermain trengginas setelah dikritik tajam atau ada aksi dari Bonek.



Persebaya Surabaya

Fakta di lapangan memang menggambarkan hal tersebut. Permainan tim berjuluk Green Force itu baru menggigit setelah Bonek melakukan aksi. Dalam perjalanan musim 2019 ini setidaknya sudah dua kali terjadi seperti itu.

Yang pertama adalah terlecutnya para pemain Persebaya setelah ada aksi Bonek turun ke lapangan saat tim kesayangannya itu ditahan imbang Madura United dalam leg pertama perempat final Piala Indonesia di Gelora Bung Tomo, Surabaya, 20 Juni 2019. Setelah aksi tersebut, Persebaya langsung meraih kemenangan di kandang Borneo FC. Padahal, sebelumnya mereka melewati empat laga tanpa kemenangan.

Yang kedua adalah adanya aksi Bonek saat Persebaya menjamu Persipura. Bonek di tribun utara memutuskan hanya bernyanyi 10 menit, setelah itu mengosongkan tribun. Yang berada di Gate 21 pun memilih tak bernyanyi. Bonek di tribun kidul sempat hening tanpa nyanyian. Mereka baru bernyanyi setelah Persebaya mencetak gol.

”Seharusnya pemain Persebaya tampil ngeyel setiap pertandingan. Seperti lazimnya karakter Surabaya. Tidak perlu menunggu dikritik atau ada aksi dulu,” ujar Andie Peci, sapaan akrab Andy Kristiantono.

Apa yang terjadi itulah yang memunculkan analogi kuda pacu tersebut. Ya, kuda-kuda pacu memang baru berlari kencang setelah dipecut. Jika lama tidak dipecut, kecepatan mereka menurun. Penampilan Persebaya pun tak ubahnya kuda pacu itu. Setelah dikritik, mereka baru bermain trengginas. Setelah itu, melempem lagi. ”Bagi kami, menang kami sanjung dan kalah kami dukung. Meski begitu, mainnya ya jangan seenaknya. Harus konsisten. Harus selalu ngeyel,” tegas Hasan Tiro, koordinator Bonek Tribun Timur.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman (Djanur) tidak menampik bahwa permainan timnya memang belum konsisten. Permainan anak asuhnya tiba-tiba melempem setelah sempat menanjak memang menjadi pekerjaan rumah baginya. Pelatih asal Majalengka itu menyebut terus melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Sebab, sebagai tim, Persebaya juga tidak ingin mengecewakan Bonek.

”Itu memang menjadi pekerjaan kami (menjaga konsistensi). Ini yang coba kami pecahkan. Kami ingin menjaga momentum agar tidak kembali melempem,” kata Djanur.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 IHSG Sesi I Tergerus 0,5% ke 6.221,708  - Gudang Berita Viral IHSG Sesi I Tergerus 0,5% ke 6.221,708
Kamis, 22 Agu 2019, 13:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 KAHMIPreneur: Mandalika Penggerak Ekonomi Daerah  - Gudang Berita Viral KAHMIPreneur: Mandalika Penggerak Ekonomi Daerah
Kamis, 22 Agu 2019, 13:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ini Alasan Ribery Pilih Gabung Fiorentina  - Gudang Berita Viral Ini Alasan Ribery Pilih Gabung Fiorentina
Kamis, 22 Agu 2019, 13:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print