Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 10 Sep 2019, 15:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Ditinggal Djarum Foundation, PBSI Siapkan Konsep Baru Audisi Atlet - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Polemik seputar penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis coba diredam. Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto menegaskan bahwa pembinaan atlet dan perlindungan anak merupakan dua hal yang sama-sama penting.

Kisruh soal ajang pencarian bakat muda tersebut, menurut Wiranto, seharusnya tidak perlu terjadi. Persoalan yang muncul bisa dibicarakan bersama oleh Djarum Foundation dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Yayasan Lentera Anak. ”Ya, (harus, Red) ada kesadaran kedua belah pihak,” tutur Wiranto di kantor Kemenko Polhukam kemarin (9/9).



Namun, Wiranto yang juga menjabat Menko Polhukam menegaskan bahwa pembinaan bibit-bibit atlet berbakat harus tetap dilanjutkan. Audisi umum yang saat ini tengah berjalan harus dilaksanakan sampai tuntas. Tahun depan agenda positif itu juga tak boleh sampai berhenti. ”Nanti ada satu konsep baru,” ucapnya.

Seperti apa konsep itu, Wiranto belum membuka secara detail. Yang jelas, hal tersebut sudah dibahas. Menurut dia, kedua pihak yang saat ini berbeda pandangan sama-sama memiliki kepedulian. ”Yang satu penting untuk pembinaan bulu tangkis ke depan. Yang satu lagi (berpendapat, Red) jangan sampai nanti memanfaatkan anak ini sebagai bagian dari kampanye rokok,” ungkapnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga kembali menegaskan bahwa audisi beasiswa bulu tangkis tidak boleh berhenti. Menpora Imam Nahrawi menyanggah adanya eksploitasi seperti yang dituduhkan KPAI. ”Harus terus berjalan. Kami sudah melihat dan mendalami bahwa tidak ada soal-soal mengenai eksploitasi anak. Tentunya, kalau sampai itu terjadi, sudah dilakukan tindakan-tindakan sebelumnya oleh aparat keamanan. Tapi, sejauh ini semua berjalan baik,” ungkapnya.

Menurut Imam, setiap olahraga diharapkan memiliki bapak asuh sehingga dapat eksis dan mempermudah penjaringan atlet berbakat. Khususnya dari pihak swasta. Sebagaimana yang telah dilakukan Djarum untuk bulu tangkis Indonesia.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengamini pernyataan tersebut. Dia mengungkapkan, pembinaan olahraga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ”Audisi Djarum ini sifatnya masif dengan biaya yang besar. Kalau disuruh gantikan apa yang dilakukan Djarum, anggarannya jelas tidak cukup. Karena kami harus adil kepada cabor-cabor lainnya,” jelas dia. ”Jujur saja, pembinaan olahraga tidak mungkin mengandalkan APBN yang terbatas. Makanya, kami selalu bermitra dengan dunia usaha,” lanjutnya.

Selama ini, kata Gatot, pemerintah tidak menyediakan anggaran khusus bagi pembinaan usia dini. Biasanya Kemenpora hanya menganggarkan dana untuk pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP) yang tersebar di 34 provinsi.

Karena itu, pihaknya bakal menjembatani pertemuan antara Djarum, KPAI, dan PBSI selaku induk cabang olahraga bulu tangkis. Dari situ diharapkan muncul kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak. Gatot berharap pertemuan bisa digelar pekan ini.

”Kami mendukung untuk audisi jalan terus. Tapi, Djarum harus ada yang dikoreksi juga,” tegasnya. Misalnya, branding logo tak boleh terlalu mencolok. ”Yang jelas, poinnya, olahraga di negara mana pun itu lazim hukumnya bermitra dengan dunia usaha,” tandas Gatot.

Dari Kudus, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengaku belum mengetahui bagaimana penyelenggaraan audisi umum tahun depan. Yang jelas, saat ini pihaknya merampungkan rangkaian audisi umum 2019. Pihaknya tidak ingin membuat kecewa peserta yang sudah mendaftar. ”Saya minta dispensasi ke mereka (KPAI, Red) tahun ini saya selesaikan sampai final di Kudus. Setelah itu kami off,” ujarnya seperti dilaporkan Radar Kudus.

Menurut Yoppy, selama tak diberi ruang untuk menggelar audisi umum, pihaknya tidak akan memaksakan. Sebab, menurut dia, KPAI dan PB Djarum sudah berbeda jalur. ”Mereka itu ke kiri, sedangkan kami ke kanan. Kan sudah beda to. Akhirnya nggak ketemu,” ucapnya.

Duduk bersama dengan para pemangku kebijakan juga telah dilakukan PB Djarum. ”Sekarang mau gimana lagi? Ini sudah paling mentok. KPAI tetap bilang zero tolerance,” ungkap dia.

Hanya, Yoppy menegaskan bahwa PB Djarum tetap akan menjalankan pencarian dan pembibitan atlet. Namun, medianya adalah turnamen berskala kecil. Misalnya Alan Susi Technology (Astec), sirkuit nasional (sirnas), kejuaraan kabupaten (kejurkab), dan kejuaraan provinsi (kejurprov).

Yoppy mengakui, event-event tersebut memiliki kelemahan karena tidak menjangkau bibit muda secara menyeluruh. Berbeda halnya dengan audisi umum. ”PB Djarum dan pembibitan tidak bubar. Audisinya saja yang bubar. Tetapi, mata rantainya ya putus. Cerita heroik pebulu tangkis tak akan ada lagi,” cetusnya.

Ditanya Jawa Pos Radar Kudus soal jalan lain pencarian bibit muda, Yoppy menjawab sembari berkelakar. ”Nanti buka Google Maps. Kami nyari lewat jalur tikus,” ujarnya lantas tertawa.

Di sisi lain, kemarin KPAI datang ke Purwokerto untuk memantau pelaksanaan audisi umum beasiswa bulu tangkis di kota tersebut. Menurut Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza Sitti Hikmawatty, datang juga perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kemenpora. ”Rombongan juga mengadakan pertemuan dengan bupati Purwokerto. Agenda pertemuan itu berkaitan dengan upaya-upaya perlindungan anak secara umum,” ungkap dia. Sitti menampik anggapan bahwa lembaganya tidak memberikan dukungan terhadap audisi badminton yang diadakan oleh Djarum.

Secara terpisah, Ketua Indonesia Child Protection Watch Erlinda menyatakan prihatin atas polemik yang ramai diperbincangkan publik. Dia melihat, ada misinformasi mengenai dugaan eksploitasi anak yang dikatakan oleh KPAI.

”Masyarakat sebaiknya diberi pemahaman yang jelas terkait eksploitasi pada anak. Apa indikator yang menyatakan bahwa audisi yang dilakukan oleh PB Djarum merupakan tindakan eksploitasi?” katanya.

Menurut dia, bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Saat ini minat anak-anak terhadap olahraga itu juga dia nilai cukup tinggi. ”Audisi yang dilakukan oleh PB Djarum hanyalah salah satu usaha untuk memberikan jalan bagi mereka yang berbakat,” ucap dia.

Erlinda pun mengusulkan agar nama kegiatan audisi Djarum Foundation diubah. Tentu yang tidak memperlihatkan merek dagang dan logo rokok. Mantan komisioner KPAI itu mengusulkan adanya mediasi antara KPAI dan Djarum Foundation untuk menemukan jalan tengah.

Di bagian lain, juara dunia ganda putra 2019 Mohammad Ahsan berharap masalah audisi umum tersebut tidak berlarut-larut dan segera ada solusi. Dia tidak bisa membayangkan jika bulu tangkis Indonesia tanpa dukungan pihak swasta seperti Djarum Foundation. ”Bulu tangkis kalau Djarum nggak support ya sudah. Ya gimana ya,” ucapnya pasrah.

Selama berkiprah sebagai atlet bulu tangkis, Ahsan tidak merasakan adanya embel-embel atau niat terselubung Djarum yang dikaitkan dengan rokok. ”Faktanya, memang PB Djarum mencari bibit,” kata peraih emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, itu.

Ahsan menilai, jika Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis berhenti, malah akan menyurutkan motivasi atlet-atlet muda daerah untuk berprestasi. Khususnya yang berada di luar Jawa. Bahkan, bisa jadi memupus harapan mereka untuk menjadi atlet nasional. Mengingat, dari perkumpulan bulu tangkis yang ada di Indonesia, hanya PB Djarum yang melakukan tur audisi keliling Indonesia. ”Ya kasihan. Mungkin banyak yang dari daerah kebingungan (ingin ikut seleksi masuk Djarum, Red). Nggak tahu selain audisi bagaimana caranya. Jadi, jangan cuma cari kesalahannya. Harus ada solusi,” bebernya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Efektif, Asap Masih Pekat - Gudang Berita Viral Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Efektif, Asap Masih Pekat
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Rizal Ramli Diminta Ceramah di Festival Film Dunia  - Gudang Berita Viral Rizal Ramli Diminta Ceramah di Festival Film Dunia
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pelatih Barcelona Merasa Tertekan Sejak Awal Musim  - Gudang Berita Viral Pelatih Barcelona Merasa Tertekan Sejak Awal Musim
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print