Sabtu, 19 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 14:00:08 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Disiarkan Lewat TV, Indonesia Adopsi Peringatan Dini Gempa ala Jepang - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pemerintah bersiap memulai era baru dalam penyiaran peringatan dini (early warning) gempa.
Kali ini sistem yang digunakan mengadopsi dari Jepang. Jadi ketika ada gempa mengguncang, seluruh tayangan TV dihentikan dan digantikan dengan informasi peringatan dini gempa.

“Nanti akan disampaikan juga apakah gempa itu berpotensi tsunami atau tidak,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli usai menjadi pembicara dalam seminar di Universitas Terbuka (UT) Jumat (4/10).



Ramli menjelaskan, skema baru penyampaian pesan peringatan dini tersebut rencananya mulai diterapkan tahun depan.

“Jepang memberikan hibah. Tapi saya minta hibahnya itu alat, aplikasi, dan expert. Jangan kasih kami uang,” katanya.

Wujud dari hibah tersebut, akhirnya disepakati perangkat peringatan dini seperti yang selama ini digunakan di Jepang. Ramli mengatakan nantinya ketika terjadi gempa seluruh channel TV dihentikan sementara.

Dia mengibaratkan sama seperti penghentian tayangan TV di bangku pesawat terbang ketika ada pengumuman dari pilot atau awak kabin. Pada saat pengumuman disampaikan, tayangan TV penumpang berhenti sementara.

Melalui cara seperti itu, diharapkan informasi peringatan dini bisa lebih cepat dan luas diterima masyarakat. “(Peringatan dini, Red) di TV tidak hanya berupa running text. Tetapi tayangannya distop dulu,” jelasnya.

Dia berharap sistem baru ini melengkapi penyampaian informasi peringatan dini yang selama ini sudah berjalan. Seperti diketahui saat ini informasi peringatan dini gempa sudah bisa dipantau di aplikasi Info BMKG.

Menurut Ramli sistem peringatan dini dengan cara menutup sementara tayangan TV itu berjalan ideal jika program TV digital di Indonesia berjalan menyeluruh. Namun, sampai saat ini program TV digital di Indonesia masih belum berjalan maksimal. Masyarakat masih banyak yang mengakses TV analog ketimbang digital.

Padahal menurut dia perangkat TV yang ada saat ini sudah sangat mendukung program TV digital. Kalaupun perangkat TV-nya belum support TV digital, bisa ditambah dengan dekoder TV digital.

“Di pasar set top box (dekoder, Red) TV digital dijual Rp 100 ribuan,” katanya.

Ramli juga menuturkan, dengan program TV digital, sebetulnya bisa menghemat penggunaan frekuensi. Selama ini ketersediaan frekuensi sudah habis untuk dipakai TV analog yang boros. Dia menjelaskan hasil penghematan frekuensi tersebut, bisa dimaksimalkan untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, serta informasi darurat kebencanaan.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi siap mendukung program pemerintah untuk meningkatkan sistem peringatan dini bencana. Menurutnya, semua pihak perlu diedukasi tentang peringatan dini serta mitigasi bencana.

“Kami di Aceh ada pusat kajian Tsunami, di Bandung ada pusat kajian gempa bumi. Ini karena kami menganggap edukasi tanggap benacana penting bagi masyarakat. Sehingga bisa digunakan untuk siap siaga saat terjadi bencana alam,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat - Gudang Berita Viral Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati - Gudang Berita Viral Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun - Gudang Berita Viral Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print