Minggu, 15 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 03 Sep 2019, 19:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Di Jakarta, 25 Ribu Jiwa Menggantungkan Hidup dari Sampah - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Sampah menjadi satu masalah besar di bumi saat ini. Kepedulian masyarakat untuk mengatasi persoalan ini perlu dibangun. Salah satunya dengan memberikan edukasi cara mendaur ulang sampah. Sebab, di antara sampah organik maupun anorganik, ada yang punya nilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan kembali untuk mendukung kehidupan.

Gerakan Plastic Reborn #Berani Mengubah merupakan salah satu gerakan yang mengajak masyarakat untuk membangun perilaku sadar mengelola sampah plastik. Sampah-sampah jenis ini bisa didaur ulang dengan konsep circular economy.



Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) dan Indonesian Plastics Recyclers (IPR), total konsumsi plastik saat ini diprediksi sebanyak 5,66 juta metrik ton (millions of metric tons/MMT) dengan tingkat daur ulang plastik sebanyak 1,80 MMT. lndustri daur ulang seharusnya tidak akan mengalami kekurangan pasokan bahan baku jika pengelolaan sampah ditingkatkan.

Direktur Sustainable Waste Indonesia (SWI) Dini Trisyanti mengatakan, upaya daur ulang plastik di Indonesia masih kecil, yakni di bawah 10 persen, tepatnya tiga persen dari total sampah yang bisa didaur ulang. Banyak sampah yang masih diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

“Seluruh sampah masih diangkut ke TPA. Bantar Gebang saja sudah setinggi gunung, lebih dari 30 meter, karena enggak ada lahan lagi. Dan ada 380 lokasi TPA se-Indonesia,” kata Dini dalam konferensi pers bersama Coca Cola Indonesia dengan gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah, di Jakarta, Selasa (3/9).

Pemerintah mendorong pengurangan sampah 30 persen dan pengolahan 70 persen. Manajemen pengolahan sampah harus diperbaiki dengan bersinergi bersama industri daur ulang.

“Konsumsi sampah per orang per tahun adalah 17-23 kilogram. Dan, dari 5,7 juta ton total konsumsi penggunaan plastik, ternyata 1,7 juta ton adalah impor lho bahan bakunya,” katanya.

Coca-Cola Indonesia melalui tiga pilarnya, yakni Design-Collect-Partner, mendukung upaya pengumpulan dan mendaur ulang setiap plastik botol yang terjual dan dikonsumsi oleh masyarakat pada 2030. Salah satunya dengan inisiatif keberlanjutan dalam penanganan sampah plastik.

“Kami yakin bahwa persoalan sampah dapat dikelola lebih baik terutama dengan adanya sinergi dari berbagai pihak” kata Public Affairs and Communications Director Coca Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo.

Sekretaris Jenderal Indonesian Plastics Recyclers (IPR) Wilson Pandhika menjelaskan betapa besarnya perputaran ekonomi dari sampah plastik.
Dengan sampah plastik, industri bisa menciptakan lapangan kerja baru, menghemat kapasitas TPA, dan lingkungan.

Menurut Wilson, industri daur ulang plastik di Indonesia mulai dari tahun 1970an. Sekarang didominasi sektor informal berkembang secara mandiri, karena ada manfaat ekonomi dari aktivitas itu.

“Kesadaran masyarakat terhadap daur ulang masih rendah. Daur ulang dulu dinilai bau, kotor, murah dam lainnya. Penting bagi masyarakat dapat edukasi soal daur ulang. Manfaat daur ulang begitu besar terhadap pengurangan timbunan sampah, penghematan energi, penyerapan tenaga kerja,” kata Wilson.

Serap Tenaga Kerja

Menurut Wilson, industri daur ulang Indonesia menyerap tenaga kerja yang signifikan. Recycle atau daur ulang membuat sampah plastik menjadi produk sustainable yang bernilai ekonomis.

Di Jakarta, ada 25 ribu jiwa mengandalkan kegiatan pemulung. Sesuai data Ikatan Pemulung Indonesia, di Bantar Gebang ada 7 ribuan tenaga kerja yang mengantungkan hidup dari sampah.

Tenaga kerja formal ada 100 ribu yang mengandalkan dari sampah plastik, dan pemulung di lapak ada 3,3 juta jiwa se-Indonesia. “Potensi rupiah yang dihasilkan dari daur ulang plastik selama ini relatif baik dan menarik. Hal tersebut terlihat dari industri dan ekosistemnya yang telah ada lebih dari 30 tahun memberikan lapangan pekerjaan dan menghidupi banyak orang di Indonesia,” kata Wilson.

Bahkan nilai perputaran ekonomi kantong plastik saja mencapai sebesar Rp 6,5 miliar. Dan ada 50 ribu orang mendapatkan penghasilan dari kantong plastik.

“Kantong kresek, katanya enggak bisa didaur ulang dan lainnya. Padahal nilai perputaran ekonomi dan data sosial sangat signifikan, inilah mengapa daur ulang sampah akan lebih baik jika manajemen yang digunakan dengan circular economy,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Dampak Karhutla, Kualitas Udara di Riau Paling Tidak Sehat - Gudang Berita Viral Dampak Karhutla, Kualitas Udara di Riau Paling Tidak Sehat
Minggu, 15 Sep 2019, 17:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Seluruh Kloter Sudah Tinggalkan Saudi - Gudang Berita Viral Seluruh Kloter Sudah Tinggalkan Saudi
Minggu, 15 Sep 2019, 17:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
Prilly Latuconsina Ketempelan Makhluk Halus dan Sakit-sakitan - Gudang Berita Viral Prilly Latuconsina Ketempelan Makhluk Halus dan Sakit-sakitan
Minggu, 15 Sep 2019, 17:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print