Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 13:00:08 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Destry Damayanti Resmi Jadi Deputi Gubernur Senior BI 2019-2024 - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Destry Damayanti akhirnya telah resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 pada Rabu (7/8). Destry dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), Muhammad Hatta Ali untuk menggantikan Mirza Adityaswara yang telah memasuki masa pensiun.

Sumpah jabatan itu dilakukan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta. Di situ, tampak hadir pimpinan bank sentral, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. Selain itu, hadir pula pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun dari perbankan.



Tak hanya tokoh yang dibidang ekonomi, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pelantikan itu berdasarkan surat Keputusan Presiden RI Nomor 74/P/Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019.

“Sebelum memangku jabatan Deputi Gubernur Senior BI wajib mengucapkan sumpah jabatan. Apakah anda bersedia mengucapkan sumpah jabatan menurut agama dan kepercayaan anda?,” tanya Hatta ke Destry saat acara pelantikan.

Destry Damayanti resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 usai pengambilan sumpah jabatan yang di saksikan Ketua MA Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

Destry kemudian mengamini kesediaan untuk mengucap sumpah jabatan dengan agama yang dianutnya, Islam. Kemudian ekonom senior itu pun bersumpah di atas Alquran.

“Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apapun tidak memberikan atau menjanjikan atau menerima sesuatu kepada siapa pun. Saya bersumpah bahwa saya akan melaksakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya akan setia terhadap negara, konstitusi, dan haluan negara,” tegas Destry.

Sebelum pelantikan ini, Destry telah melalui rangkaian panjang untuk menduduki orang nomor dua di Bank Indonesia tersebut. Dia telah melalui tahapan fit and proper tes (uji kepatutan dan kelayakan) hingga akhirnya terpilih secara aklamasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Informasi saja, Destry merupakan sosok yang tak asing di dunia ekonomi moneter. Kemampuan dan sosoknya yang senior di dunia ekonomi membawanya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 24 September 2015 lalu.

Namanya pertama kali dikenal di masyarakat setelah menjabat sebagai senior economic adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Destry juga pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.

Tak lama menjadi dosen, karir Destry semakin melejit saat menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. Berkat kinerjanya, ia pun langsung menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Setelah itu, Destry pun menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN sebelum akhirnya bergabung menjadi Komisioner LPS. Selain di kancah perekonomian, nama Destry pernah menjadi sorotan setelah menjadi Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK.

Dia ditunjuk oleh Jokowi untuk menguji kompetensi dan menyeleksi para calon pimpinan KPK pada periode tersebut. Adapun Destry pertama kali mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia (UI). Ia kemudian mengambil gelar Master of Science di Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Siapkan Lima Strategi

Destry Damayanti resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 usai pengambilan sumpah jabatan yang di saksikan Ketua MA Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

Saat menjalankan fit and proper test, Destry menyatakan ada lima strategi yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Strategi pertama adalah mengoptimalkan bauran kebijakan yang bersifat akomodatif.

Bauran kebijakan moneter makroprudensial dan kebijakan lainnya dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sedangkan pada saat yang sama juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan dan menyesuaikan terhadap dinamika siklus bisnis dan keuangan.

Misalnya dalam situasi mencegah tekanan inflasi yang tinggi atau merespon kenaikan suku bunga global. Destry berkomitmen akan meningkatkan suku bunga domestik atau BI 7 Day Rate Repo. Namun kebijakan tersebut bersamaan dengan penjagaan stabilisasi likuidtas pada sektor perbankan. “Untuk mendorong perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasinya,” kata Destry.

Destry Damayanti resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 usai pengambilan sumpah jabatan yang di saksikan Ketua MA Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

Strategi Kedua adalah pendalaman sektor keuangan. Destry bilang, pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting bukan hanya untuk mendorong stabilitas ekonomi, namun juga untuk mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi.

Menurut dia, terbatasnya sumber dana pemerintah dan domestik menyebabkan penggunaan sumber dana dari sektor swasta dan luar negeri sangat menjadi penting. Sementara faktanya, kata Destry, sektor keuangan masih relatif dangkal bila dibandingkan peer group. Hal ini juga menyebabkan tingginya volatilitas sektor keuangan Indonesia.

“Sebagai gambaran di periode akhir 2018 rasio kredit terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 37% sementara di Thailand dan Malaysia 80 persen dan 100 peren,” kata dia.

Sedangkan rasio pasar modal dalam segi kapitalisasi pasar saham terhadap PDB di Indonesia sebesar 46 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dari Thailand yang mencapai 96 persen dan Malaysia 110 persen.

Atas dasar itu, diperlukan strategi melalui ekosistem keuangan yakni penyedia dana dari segi damand, pengguna dana dari sisi supply, lembaga intermedia sebagai penunjang, asuransi, sekuritas, pengayaan instrumen keuangan, pengayaan infrastruktur dan pendukung lembaga rating.

Strategis ketiga adalah pengembangan sistem pembayaran yang lancar aman efisien dan inklusif. Dia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital diikuti dengan perkembangan teknologi finansial berkembang pesat.

Ini menjadi tantangan untuk perbankan Indonesia makin nyata karena sudah merambah ke berbagai layanan yang selama ini dilayani oleh perbankan dari sisi Bank Indonesia.

Menurut dia, hal tersebut menjadi tantangan besar karena mulai adanya pergeseran pola transaksi menuju transaksi non tunai. Pelakunya pun tidak hanya bank, namun juga melibatkan sektor non perbankan.

Sebagai contoh, transaksi digital paymen periode Maret 2018 sampai Februari 2019 tumbuh 73 persen. Sementara volume e-money tumbuh 40 persen sepanjang 2018. Total nilai transaksi e-money Rp 47 triliun, volume 2,9 miliar dan total e-money intrumen secara kumulatif mencapai 167 juta.

“Hal ini akan mendorong terjadinya inovasi sistem pembayaran di mana Bank Indonesia dituntut untuk bisa mengembangkan sistem pembayaran yang lancar aman, efisien dan inklusif,” ujar dia.

Strategi ke empat adalah perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebab sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia belum dapat berperan banyak dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Selain itu, di sektor keuangan pangsa pasar industri syariah juga masih sangat rendah. Pada April 2019, ekonomi dan keuangan syariah hanya mencatat 5,9 persen untuk industri perbankan dan 4,2 persen untuk industri keuangan non bank dan 16 persen di pasar modal. “Secara total hanya mencapai 8,7 persen dari total industri keuangan di Indonesia,” ucapnya.

Strategi terakhir adalah meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya dalam upaya pembangunan kepada masyarakat ekonomi rendah untuk mengatasi kesenjangan sosial. Misalnya OJK untuk Sinergi kebijakan makroprudensial dan dengan kementerian keuangan terkait dengan harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal dan dengan pemerintah.

Menurut Destry, BI membutuhkan sinergi antar lembaga terkait untuk menghadapi tantangan Indonesia yang banyak di depan mata. Sebaliknya, berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan dengan satu kebijakan yang terintegrasi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Soal Perluasan Wilayah, DPR Usul Bogor Dimerkarkan Jadi Dua - Gudang Berita Viral Soal Perluasan Wilayah, DPR Usul Bogor Dimerkarkan Jadi Dua
Kamis, 22 Agu 2019, 14:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
PUPR Gelontorkan Rp 1,1 Triliun untuk Empat Kawasan Wisata Prioritas - Gudang Berita Viral PUPR Gelontorkan Rp 1,1 Triliun untuk Empat Kawasan Wisata Prioritas
Kamis, 22 Agu 2019, 14:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
LPSK Tegaskan Tak Kibarkan Bendera Putih Hanya Karena Minim Anggaran - Gudang Berita Viral LPSK Tegaskan Tak Kibarkan Bendera Putih Hanya Karena Minim Anggaran
Kamis, 22 Agu 2019, 14:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print