Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 11 Agu 2019, 13:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Cita Rasa, Tekstur, dan Nilai Gizi dari Daging Kambing dan Sapi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Idul Adha disebut dengan hari raya kurban. Pada hari raya yang bertepatan pada 10 Zulhijah itu, umat muslim mendapat pembagian daging kurban. Jenisnya bisa sapi ataupun daging kambing.

Setiap mendapat daging kambing atau sapi, masyarakat mengolahnya dengan beragam jenis masakan. Setiap masakan dari kedua jenis daging tersebut tentu memiliki perbedaan. Baik dari cita rasa, tekstur, maupun nilai gizinya.



Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hardinsyah menjelaskan perbedaan daging sapi dan daging kambing bisa dilihat berdasar tekstur serat atau ototnya. Keduanya juga memiliki perbedaan warna merah yang agak berbeda.

“Cita rasanya pasti beda. Masing-masing punya keunikan rasa. Sebenarnya daging itu tak ada serat fiber, tapi tekstur. Nah itu tergantung umur, jenis kambing atau sapi, serta aktivitas yang dilakukan hewan tersebut,” kata Hardinsyah yang juga Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi) itu kepada gudangberitaviral.com.

1. Daging Kambing

Daging kambing yang diolah dalam bentuk masakan tongseng Istimewa/Bango)

Kambing kalau jenisnya kambing lepas atau bukan dikandangkan, maka tekstur dagingnya akan lebih kasar dan tua. Kambing lepas akan membuat masa ototnya lebih bergerak.

Begitu juga dari usia. Jika kambing muda biasanya dagingnya akan lebih lembut. Kandungan gizinya sangat tergantung pada tingkat kemerahan daging. Tingkat kemerahan daging yang pekat biasanya menandakan kandungan zat besi lebih banyak.

“Tergantung budi dayanya. Jika kambing yang dilepas bisa cari makan sendiri, maka tak ditambahkan suplemen mineral. Sedangkan kambing muda dagingnya lebih lembut. Lebih mudah dicerna,” tutur Hardinsyah.

Dikutip dari laman Live Strong, daging kambing adalah alternatif yang sehat pengganti daging sapi dan ayam. Alasannya, total kalori, lemak, dan kolesterol daging itu lebih rendah. Daging kambing terdiri atas 63 persen dari daging merah yang dikonsumsi di seluruh dunia.

Bagian 3 ons daging kambing memiliki 122 kalori. Volume ini jauh lebih sedikit dibanding daging sapi 179 dan ayam 162. Dalam hal lemak, kambing jauh lebih sedikit daripada yang lain. Satu porsi daging kambing mewakili hanya 4 persen dari nilai total lemak harian, berdasarkan diet 2.000 kalori.

Kolesterol daging kambing yakni 63,8 miligram per porsi 3 ons. Angka itu jauh lebih sedikit daripada daging sapi yang angka 73,1 miligram dan dan 76 miligram ayam per porsi. Daging kambing juga mengandung protein dan delapan asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh. Protein kambing 23 gram per porsi sebanding dengan 25 gram dalam satu porsi daging sapi dan ayam. Faktanya, satu porsi kambing 3 ons memenuhi 46 persen nilai protein harian.

2. Daging Sapi

Ilustrasi pedagang daging sapi. (Jawa Pos Photo)

Sama dengan daging kambing, sapi yang bukan dikandangkan akan membuat otot atau teksturnya lebih tua dan keras. Kalau jenis sapi dan kambingnya melakukan aktivitas bukan dikandangkan, lebih tua, teksturnya lebih kasar dan tua.

Di lapangan, sapi makanan dilepas. Dilepas banyak bergerak ototnya lebih kasar dan warnanya tua. Sementara untuk lemaknya, semakin banyak sapi yang tak bergerak atau dikandangkan, lemaknya akan semakin banyak.

“Lemak tergantung pemeliharaannya. Makanya kalau terlalu banyak seratnya bisa ditambah dengan papain atau pepaya saat membumbuinya atau merebusnya sehingga daging lebih empuk,” katanya.

Dilansir dari Healthline, daging sapi memiliki kandungan protein berkualitas tinggi. Daging sapi mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Sebagai bahan pembangun protein, asam amino sangat penting.

Daging sapi juga mengandung berbagai lemak. Selain menambah rasa, lemak juga meningkatkan kandungan kalori daging. Jumlah lemak dalam daging sapi tergantung pada tingkat pemangkasan dan usia hewan, jenis kelamin, dan pakan. Produk daging olahan, seperti sosis cenderung tinggi lemak. Daging sapi terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal, hadir dalam jumlah yang kira-kira sama. Asam lemak utama adalah asam stearat, asam oleat, dan asam palmitat.

Daging sapi juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi. Makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, adalah satu-satunya sumber makanan yang baik dari vitamin B12, nutrisi penting yang penting untuk pembentukan darah dan otak serta sistem saraf.

Lalu daging sapi sangat kaya seng, mineral yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Daging sapi merupakan sumber selenium yang kaya, elemen penting bagi tubuh. Serta zat besi yang terkandung juga bisa memberikan energi bagi tubuh.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Ditahan KPK, Jaksa Kejari Surakarta Satriawan Diam Seribu Bahasa - Gudang Berita Viral Ditahan KPK, Jaksa Kejari Surakarta Satriawan Diam Seribu Bahasa
Kamis, 22 Agu 2019, 05:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ladies, Coba 10 Gaya Rambut Agar Tampil Cantik ke Kampus atau Sekolah - Gudang Berita Viral Ladies, Coba 10 Gaya Rambut Agar Tampil Cantik ke Kampus atau Sekolah
Kamis, 22 Agu 2019, 05:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Berkendara Motor Ngebut dengan Kepala di Bawah, Pria Ini Ukir Rekor - Gudang Berita Viral Berkendara Motor Ngebut dengan Kepala di Bawah, Pria Ini Ukir Rekor
Kamis, 22 Agu 2019, 05:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print