Selasa, 19 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 03 Nov 2019, 18:00:09 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Cidro - Gudang Berita Viral

SEIRING dengan kembali populernya Didi Kempot, salah satu lagu lawasnya yang berjudul “Cidro” makin sering terdengar. Termasuk oleh Sobat Ambyar atau fans Didi Kempot yang menyebut diri sebagai Sad Boys dan Sad Girls. Tak peduli oleh fans lama, milenial, atau generasi Z yang bahkan belum lahir ketika lagu itu dirilis kali pertama pada 1989.

Cidro adalah Bahasa Jawa. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, disebut cedera. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Cidro atau Cedera mempunyai makna “Merana”. Bagi para penggemar, lagu itu dan lagu-lagu lirik nelongso lain, diharap akan megobati luka hati akibat ditinggalkan pasangan.



Sebuah ikhtiar yang hebat dari Didi yang dijuluki “The GodFather Of Broken Heart”. Agar luka-luka batin penggemarnya menjadi terobati. Sehingga hati yang merana itu menjadi riang gembira lagi.

Cidro tak hanya melulu diakibatkan soal masalah asmara saja. Namun, cidro yang dialami banyak manusia atau dalam tatanan sosial, bisa terjadi lantaran harapannya pupus atau dibunuh oleh orang yang diharap atau dipercayai. Sebagai contoh, saat sebagian kelompok masyarakat yang sekarang dicederai hatinya oleh wakil rakyat. Atau dalam skala yang lebih besar, cedera karena presiden pilihannya tak menepati janji-janji seperti yang kerap diumbar sewaktu kampanye.

Usai dilantik pada Minggu (20/10) lalu, Pasangan Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. Dengan dilantiknya Jokowi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dia resmi menjabat presiden untuk kali kedua kali.

Usai dilantik, dengan didampingi wakilnya Ma’ruf Amin, suami dari Iriana tersebut langsung membacakan pidato politiknya di depan ratusan anggota DPR, DPD, MPR serta sejumlah tamu lain seperti kepala negara sahabat. Namun sayangnya, dalam pidato tersebut, mantan Wali Kota Surakarta tersebut tak satupun menyinggung soal penguatan pemberantasan korupsi.

Padahal, dia pernah mengumbar janji akan memperkuat penegakan hukum dibidang pemberantasan korupsi. Namun sepertinya janji tinggalah janji. Meski ribuan mahasiswa dan sejumlah pihak lain melakukan aksi demontrasi bertajuk #ReformasiDikorupsi di berbagai penjuru nusantara dan menimbulkan korban jiwa, Jokowi bergeming.

Setelah Rancangan Undang-undang Komisi Pemberanatasan Korupsi (RUU KPK) disahkan menjadi UU No.19 Tahun 2019, tak ada tanda-tanda dari Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK.

Jokowi seperti menunjukkan siapa jati dirinya sebenarnya. Meski awalnya sempat mempertimbangkan untuk mengeluarkan Perppu KPK usai bertemu beberapa tokoh nasional, yang terjadi justru sebaliknya. Kini, Jokowi sepertinya lebih mementingkan kepentingan kelompok parpol pengusungnya, dibanding rakyat yang memilihnya.

Musabnya, saat berdialog dengan kalangan wartawan yang bertugas di Istana Merdeka pada Jumat (1/11) kemarin, ayah Gibran Rakabuming tersebut mengatakan tak akan mengeluarkan Perppu KPK dengan alasan adanya gugatan tentang UU KPK hasil revisi. Alasan itu sah-sah saja. Namun patut diingat, tak ada aturan yang dilanggar Jokowi jika tetap menerbitkan Perppu disaat ada yang menggugat produk UU hasil revisi di MK.

Dengan menerbitkan Perppu, Jokowi justru akan mengobati hati rakyatnya yang sedang “cidro” akibat disahkannya RUU KPK oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu. Sebab, sejak UU No.19 Tahun 2019 tentang KPK berlaku, KPK lumpuh dan terseok-seok.

Sebab, dalam menjalankan tugasnya, terutama di bidang penindakan, sejumlah tim penyelidik dan penyidik tak leluasa melakukan penyadapan. Ini karena dalam UU yang baru, KPK harus mendapat izin Dewan Pengawas (Pasal 12 B Ayat 1 UU No.19 Tahun 2019 ) untuk melakukan penyadapan.

Hal ini juga berlaku ketika KPK akan melakukan penggeledahan dan penyitaan di tingkat penyidikan (Pasal 47 Ayat 1 UU No.19 Tahun 2019 ). Sedangkan Dewan Pengawas, hingga saat ini belum terbentuk meski lebih dari dua pekan UU KPK hasil revisi sudah berlaku.

Selain itu, ada kontradiktif antara Pasal 69 D dan Pasal 70 C dalam UU No.19 Tahun 2019 tentang KPK itu. Tak ada aturan yang detil membuat KPK gamang, dan beresiko digugat sejumlah pihak yang tengah berurusan dengan lembaga antirasuah karena ketidakpastian hukum.

Dampak lain yang mengancam adalah, tidak ada aturan detail perihal kode etik batasan hubungan Dewan Pengawas dalam UU hasil revisi tersebut. Seperti, mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apa pun, yang tercantum dalam Pasal 36 UU No.20 Tahun 2001 tentang KPK.

Meski pintu harapan kian tertutup, namun tak ada salahnya jika rakyat terus menagih janji penguatan pemberantasan korupsi yang pernah didengungkan kakek dari Jan Ethes tersebut. Sebab, impian negeri ini menjadi “ Indonesia Emas” pada 2045 mustahil terwujud jika Jokowi tak mau menjadi garda terdepan, agar indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia sejajar dengan negara-negara Eropa seperti Norwegia, Swiss, dan Finlandia.

Dengarlah suara rakyat wahai Presiden. Jangan sampai cidro yang dialami rakyat Indonesia terus terjadi. Jangan menerapkan standar ganda seolah mendukung pemberantasan korupsi, tetapi fakta yang terjadi justru sebaliknya. Sebab, nanti akan dicatat sebagai sejarah kelam yang akan terus diingat oleh bangsa Indonesia hingga anak cucu.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Cidro

Tag: News



Korban Tewas Aksi Unjuk Rasa Bertambah, Evo Morales Kecam Jeanine Anez - Gudang Berita Viral Korban Tewas Aksi Unjuk Rasa Bertambah, Evo Morales Kecam Jeanine Anez
Selasa, 19 Nov 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Dituntut 7 Tahun Penjara - Gudang Berita Viral Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Dituntut 7 Tahun Penjara
Selasa, 19 Nov 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 1 Kali
GRAB Akan Beri Santunan ke Keluarga Korban Skuter Listrik - Gudang Berita Viral GRAB Akan Beri Santunan ke Keluarga Korban Skuter Listrik
Selasa, 19 Nov 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print