Rabu, 13 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 07 Nov 2019, 12:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Bursa Saham Asia Variatif Respon Sikap AS-China  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Shanghai - Bursa saham di Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis pagi (7/11/2019) di tengah laporan potensi keterlambatan dalam penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China.

Saham China Daratan bervariasi pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai turun sekitar 0,2% sementara komponen Shenzhen dan komposit Shenzhen keduanya masing-masing naik sekitar 0,1%.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong tergelincir 0,4% karena saham raksasa teknologi China Tencent turun 1,62%. Di Jepang, Nikkei 225 sedikit lebih rendah sementara indeks Topix sebagian besar datar.

Saham Softbank Group tergelincir sekitar 0,6% setelah turun lebih dari 3% sebelumnya. Pergerakan itu terjadi setelah konglomerat Jepang mengumumkan kerugian kuartalan pertamanya dalam 14 tahun pada hari Rabu.



Sementara itu, pabrikan mobil Toyota diharapkan melaporkan laba kuartalannya di kemudian hari. Kospi di bursa Korea Selatan tergelincir 0,18%, karena saham industri kelas berat Samsung Electronics turun 1,13%.

Indeks ASX 200 di bursa Australia naik 0,55%. Sebelumnya, Biro Statistik Australia melaporkan kenaikan 9% pada saldo barang dan jasa yang disesuaikan secara musiman pada bulan September, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang lebih rendah 0,25% seperti mengutip cnbc.com.

Investor mengamati reaksi pasar terhadap perkembangan semalam pada perdagangan AS-Cina, menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mungkin tidak akan bertemu untuk menandatangani kesepakatan perdagangan hingga Desember.

Pertemuan antara Trump dan Xi dapat didorong kembali karena kedua belah pihak masih perlu memutuskan syarat dan tempat, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada CNBC. Trump dijadwalkan berada di London untuk pertemuan para pemimpin NATO pada 3 - 4 Desember 2019.

Momentum tersebut bisa terjadi penandatanganan sebelum atau setelah kunjungan itu. Demikian prediksi orang-orang yang dekat dengan pembicaraan mengatakan kepada CNBC.  

Perkembangan itu terjadi setelah KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Chili, yang semula dijadwalkan akhir bulan ini, dibatalkan karena protes di negara itu. Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di KTT untuk membahas dan berpotensi menandatangani kesepakatan "fase satu".

"Berita utama menunjukkan bahwa pasar khawatir tentang laporan kemungkinan penundaan" US-1 "kesepakatan AS-China hingga Desember daripada bulan ini kurang bernuansa, jika tidak ketinggalan intinya," Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, menulis dalam sebuah catatan.

"Bukan waktu (penundaan kecil) yang mengkhawatirkan," kata Varathan. "Alih-alih, (itu) lebih banyak ketegangan negosiasi yang membutuhkan lebih banyak waktu sehingga penundaan yang tidak disengaja dapat diungkapkan dan rincian final dari kesepakatan sementara yang benar-benar penting."

“Kemampuan untuk maju melampaui buah yang relatif rendah dari kesepakatan 'Fase 1' akan terancam sampai tingkat yang lebih besar dengan ketegangan yang sudah ada sebelumnya pada tahap ini, daripada penundaan waktu semata-mata karena masalah logistik,” katanya.

Semalam di Amerika Serikat, saham mengakhiri sesi di Wall Street sedikit berubah. Dow Jones Industrial Average rata-rata kehilangan hanya 7 poin menjadi 27.492,56. Sedangkan S&P 500 juga hampir tidak berubah di 3.076,78. Nasdaq Composite turun hampir 0,3% menjadi sekitar 8,410.63.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 97,948 setelah naik dari level di sekitar 97,8 kemarin.

Yen Jepang diperdagangkan pada 108,83 melawan dolar setelah menguat dari level di atas 109 kemarin. Dolar Australia berada di $ 0,6873 setelah tergelincir dari level di atas $ 0,690 pada sesi sebelumnya.

Harga minyak sedikit berubah pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent di US$61,76 per barel. Minyak mentah berjangka AS terakhir di US$56,36 per barel.




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Bursa Saham Asia Variatif Respon Sikap AS-China

Tag: News



 Kena Sanksi Dua Pemain Milan Absen Lawan Napoli  - Gudang Berita Viral Kena Sanksi Dua Pemain Milan Absen Lawan Napoli
Rabu, 13 Nov 2019, 04:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Cuma 2 Unit, BMW M4 Competition Hadir di Indonesia  - Gudang Berita Viral Cuma 2 Unit, BMW M4 Competition Hadir di Indonesia
Rabu, 13 Nov 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kapolri - Menteri LHK Bahas Penanganan Karhutla  - Gudang Berita Viral Kapolri - Menteri LHK Bahas Penanganan Karhutla
Rabu, 13 Nov 2019, 04:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print