Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 29 Sep 2019, 20:00:11 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bupati Pamekasan Badrut Tamam Siap Daftar Pilwali Surabaya - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Nama Bupati Pamekasan Badrut Tamam muncul di bursa calon Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Surabaya 2020. Meski baru setahun menjadi bupati, mantan ketua Fraksi PKB DPRD Jatim itu rela mundur dari jabatannya jika partai kembali memberinya mandat untuk bertarung di pilkada.

Badrut yang berpasangan dengan Raja’e dilantik pada 24 September 2018. Dia memperoleh dukungan sebanyak 257.738 suara. Pesaingnya, KH Kholilurrahman-Fathorrahman, mendapat 228.596 suara. Setelah pertarungan sengit itu, tampaknya PKB melihat Badrut berpotensi ditarungkan kembali dalam pilkada di Surabaya. ”Jika DPP sudah menunjuk, nanti semua kader tidak bisa menolak,” kata Badrut kepada Jawa Pos kemarin (28/9).



Saat ditanya mengenai kerelaannya mundur dari jabatan bupati, Badrut tak menjawab secara langsung. Dia mengulangi kalimatnya mengenai keputusan partai itu. Jika partai berkehendak, kader harus siap. Menurut dia, kepala daerah bisa mencalonkan diri di daerah lain. ”Pak Jokowi dari Solo bisa ke Jakarta. Kepala daerah lain juga bisa,” katanya.

Sudah ada tiga partai yang memanasi mesin politiknya untuk pilwali Surabaya. Yang paling jauh melangkah adalah PDIP. Mereka sudah menuntaskan proses penjaringan di tingkat DPC dan DPD. Ada 18 nama yang dijaring di tingkat DPP saat ini. Sementara itu, Nasdem dan PSI masih membuka pendaftaran.

Bagaimana dengan PKB yang merupakan runner-up pemilu legislatif (pileg) DPRD Surabaya April lalu? Badrut mengatakan, setiap partai memiliki mekanisme yang berbeda untuk menjaring bakal calon kepala daerah. Ada yang membentuk konvensi, menjaring calon dari tingkat bawah. Ada juga yang langsung ditunjuk DPP.

Menurut Badrut, PKB lebih condong ke arah penunjukan langsung dari pusat. Namun, sebelum itu dilakukan, ada tiga proses yang saat ini dijalankan. Yakni, melakukan survei untuk melihat peta politik Surabaya, memperhitungkan kontestasi calon-calon yang bakal muncul, dan mencari kader unggulan dari internal PKB.

Berdasar hasil survei Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dengan Jawa Pos Juli lalu, 95 persen responden belum punya jagoan di pilwali Surabaya. Tampaknya hasil itu dibaca juga oleh PKB. Mereka melihat peluang di pilkada Surabaya begitu terbuka. ”Pilwali Surabaya itu begitu cair,” katanya.

Parpol yang ingin mengusung pasangan calon (paslon) di pilwali Surabaya harus memiliki minimal 10 kursi atau setara dengan 20 persen jumlah kursi di DPRD Surabaya. Meski menjadi runner-up pileg lalu, PKB harus membentuk koalisi. Sebab, PKB hanya memiliki lima kursi. Bisa jadi, partai koalisi juga menyodorkan calon wali kota lain. Dengan begitu, langkah Badrut untuk menjadi bacawali belum mulus.

Selain itu, persaingan di internal PKB cukup sengit. Nama yang sudah mencuat adalah mantan caleg PKB Fandi Utomo. Ada juga anggota DPR Arzeti Bilbina. ”Semuanya bakal disurvei. Tapi, saya pastikan tidak ada persaingan di internal. Sekali lagi, semua harus tunduk pada putusan partai,” ujarnya. 

Harus Mau Mundur untuk Maju

Persoalan kepala daerah maju ke daerah lain belum pernah terjadi di Indonesia. Namun, tidak berarti tidak ada. Dalam pilwali Surabaya, kemungkinan itu terbuka setelah Badrut Tamam mengisyaratkan maju ke pilwali Surabaya. Inilah beberapa aturan yang harus dilihat.

Jika PDIP menunjuk Whisnu Sakti Buana maju dalam pilwali Surabaya, dirinya tak perlu mengundurkan diri. Cukup cuti sebagai wakil wali kota. Bagaimana jika yang maju pilwali Surabaya adalah bupati atau wakil bupati dari daerah lain?

’’Nah, itu menarik. Saya bukakan dulu aturannya,’’ kata Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi kepada Jawa Pos kemarin (28/9). Dia membuka Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Aturan tersebut masih berlaku sampai saat ini.

Ketua KPU Surabaya yang menjabat pada periode kedua itu langsung membuka pasal 4 yang mengatur persyaratan calon. Kepala daerah ternyata bisa mencalonkan diri di daerah lain dengan syarat mau mengundurkan diri dari jabatannya. ’’Tapi seperti Mas Azwar Anas dari Banyuwangi tentu tidak bisa. Beliau sudah dua periode,’’ katanya.

Badrut Tamam yang digadang-gadang maju lewat PKB bisa mencalonkan diri di Surabaya. Sebab, dia baru menjalani periode pertama. Itu pun baru genap setahun pada 24 September lalu.

Kepala daerah yang mencalonkan diri di daerah yang sama harus membuat surat pernyataan cuti. Segala kegiatan yang selama ini melekat tidak ditanggung oleh negara. Terutama saat masa kampanye.

Sementara itu, kepala daerah yang mencalonkan diri dari daerah lain harus menulis pernyataan pengunduran diri. Hal itu juga berlaku bagi PNS, tentara, polisi, pejabat BUMD/BUMD, anggota DPRD, hingga anggota KPU dan Bawaslu. ’’Selama tidak ada aturan sampai pilwali nanti, ya pakai ketentuan ini,’’ jelas Syamsi.

Syarat Pilkada bagi Kepala Daerah dari Kota Lain

– Belum pernah menjabat gubernur, wakil gubernur, wali kota, atau wakil wali kota selama dua periode.

– Dua periode dihitung dari jumlah pelantikan dalam jabatan yang sama, yaitu masa jabatan pertama selama lima tahun penuh dan masa jabatan kedua paling singkat 2,5 tahun.

– Dua periode juga dihitung dalam jabatan yang sama berturut-turut, jabatan yang sama tapi tidak berturut-turut, dan dua kali jabatan yang sama tapi berbeda daerah.

– Kepala daerah yang mencalonkan diri di daerah lain harus bersedia mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri berlaku bagi:

– Gubernur atau wakil gubernur yang mencalonkan diri di provinsi lain.

– Bupati atau wakil bupati dan wali kota atau wakil wali kota yang mencalonkan diri di kota atau kabupaten lain.

– Bupati atau wakil bupati dan wali kota atau wakil wali kota yang mencalonkan diri di pilkada tingkat provinsi.

Sumber: PKPU Nomor 3 Tahun 2017.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Setelah Prabowo Kunjungi Golkar, Koalisi Jokowi Rawan Gesekan Internal - Gudang Berita Viral Setelah Prabowo Kunjungi Golkar, Koalisi Jokowi Rawan Gesekan Internal
Rabu, 16 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Asosiasi Manajemen Hiburan Korea Janji Tindak Tegas Komentator Jahat - Gudang Berita Viral Asosiasi Manajemen Hiburan Korea Janji Tindak Tegas Komentator Jahat
Rabu, 16 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
STNK Mati, Pengendara Bisa Dikurung Dalam Penjara - Gudang Berita Viral STNK Mati, Pengendara Bisa Dikurung Dalam Penjara
Rabu, 16 Okt 2019, 12:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print