Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 01:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bupati Muara Enim Ahmad Yani Dibekuk KPK, Begini Kronologisnya - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Itu terkait dugaan suap proyek-proyek pada Dinas PUPR di Kabupaten Muara Enim tahun 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, dalam operasi senyap di Kabupaten Muara Enim, KPK membawa empat orang ke Jakarta, yakni Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Yani (AYN), Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar (EM), pihak Swasta dari PT Enra Sari Robi Okta Fahlefi (ROF) dan stafnya Edy Rahmadi (ERA).



Awal mula, KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang sebagai bagian dari komitmen fee 10 persen dari proyek yang didapatkan oleh ROF sebagai pihak Swasta kepada Bupati AYN melalui EM yang merupakan Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

“Pada 2 September 2019 sekitar pukul 15.30 tim melihat ROF bersama stafnya bertemu EM yang didampingi stafnya duduk bersama di sebuah Restoran Mie Ayam di Palembang,” kata Basaria dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/9).

Pada pukul 15.40, KPK melihat telah terjadi dugaan penyerahan uang dari ROF kepada EM ditempat tersebut. Setelah penyerahan uang terlaksana, sekitar pukul 17.00 WIB, tim mengamankan EM dan ROF beserta staf masing- masing dan mengamankan uang sejumlah USD 35.000.

Secara paralel, pada pukul 17.31 WIB, tim KPK juga mengamankan Bupati Muara Enim AYN di kantornya. KPK pun turut mengamankan beberapa dokumen dalam operasi senyap tersebut.

“Setelah melakukan pengamanan di rumah dan ruang kerja ROF, ruang kerja EM serta ruang kerja Bupati, tim kemudian membawa tiga orang ke Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB dan Bupati pada 3 September 2019 pukul 07.00 pagi,” pungkasnya.

Setelah dilakukan gelar perkara, KPK menetapkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani (AYN) sebagai tersangka. KPK menduga Ahmad Yani diduga menerima fee terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim.

Selain Ahmad Yani, KPK juga menetapkan Elfin Muhtar (EM) selaku Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR, Kabupaten Muara Enim yang bersama-sama menerima suap dengan Ahmad Yani dan Robi Okta Fahlevi (ROF) yang diduga pemberi suap.

Dijelaskan Basaria, pada awal tahun 2019 Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim melaksanakan pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2019. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut, diduga terdapat syarat pemberian commitment fee sebesar 10 persen sebagai syarat terpilihnya kontraktor pekerjaan.

“Diduga terdapat permintaan dari AYN selaku Bupati Muara Enim dengan para calon pelaksana pekerjaan fisik di Dinas PUPR Muara Enim,” ucap Basaria.

Menurut Basaria, Ahmad Yani diduga meminta kegiatan terkait pengadaan yang dilakukan satu pintu melalui Elfin Muhtar selaku Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas PUPR Muara Enim.

“ROF merupakan pemilik PT Enra Sari, perusahaan kontraktor yg bersedia memberikan commitment fee 10 persen dan pada akhirnya mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai total sekitar Rp. 130 Milyar,” ujar Basaria.

Pada tanggal 31 agustus 2019 Elfin meminta kepada Robi agar menyiapkan uang pada hari senin (2/9) dalam pecahan dollar. Kemudian, pada Minggu  (1/9) Elfin berkomunikasi dengan Robi untuk membicarakan mengenai kesiapan uang sejumlah Rp. 500juta dalam bentuk dollar.

“Uang Rp 500 juta tersebut ditukar menjadi USD 35.000,” paparnya.

Selain penyerahan uang pecahan dolar Amerika itu, Tim KPK juga menidentifikasi dugaan penerimaan sudah terjadi sebulumnya dengan total Rp 13,4 miliar sebagai fee yang diterima bupati dari berbagai Paket pekerjaan dilingkungan pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Sebagai pihak yang diduga pemberi ROF disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, sebagai pihak yang diduga penerima, AYN dan EM disangkakan melanggar Pasal 12huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Erick Thohir Naksir Persis Solo - Gudang Berita Viral Erick Thohir Naksir Persis Solo
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda - Gudang Berita Viral Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura - Gudang Berita Viral Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print