Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 03 Okt 2019, 21:00:09 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Buffer Zone TPA Benowo Diusulkan 5.100 Meter Persegi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pemkot terus berfokus mengurangi dampak polusi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Salah satunya, membuat green belt yang mengelilingi area TPA atau disebut buffer zone. Pembangunan pengaman dari pencemaran lingkungan itu saat ini masih tahap pengajuan anggaran. Jika tidak ada kendala, pengerjaanya dimulai tahun depan.

Buffer zone tersebut sebenarnya sudah dibuat saat TPA Benowo difungsikan. Ribuan pohon ditanam mengelilingi area TPA itu. Hanya, green belt yang sudah dibuat tersebut belum optimal meminimalisasi polusi udara imbas dari sampah.



Kawasan TPA Benowo memiliki luas sekitar 37,4 hektare. Angka itu sudah termasuk area yang akan dijadikan buffer zone. ”Kalau yang untuk pembangunan usulan buffer zone tahun depan, luasnya 5.100 meter persegi,” ucap Kasi Kasi Ruang Terbuka Hijau Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Rochim Yuliadi kemarin (2/10).

Rochim mengatakan bahwa pembuatan buffer zone dilakukan secara bertahap. Tahun depan lahan yang dibuat seluas 5.100 meter persegi. Lokasinya berada di sisi selatan TPA Benowo. Selain mengurangi polusi udara, area tersebut dipilih untuk menutupi gunungan sampah yang terlihat dari Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Apalagi, lanjut dia, pada 2021 GBT akan digadang menjadi salah satu stadion tuan rumah Piala Dunia U-20. Kerena itu, pembenahan terus dilakukan. Salah satunya, memastikan bau sampah tidak terlalu menyebar.

Usulan pembuatan buffer zone sudah disodorkan DKRTH ke badan perencanaan pembangunan kota (bappeko). Jadi, perencanaan detail engineering design (DED) nanti dibuat jika sudah disetujui bappeko. ”Setelah perencanaan rampung, akan dilelang untuk pengerjaanya,” jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut.

Rochim menuturkan, area TPA yang dekat dengan GBT itu akan diberi barrier berupa vegetasi dari berbagai jenis tanaman. Tentu itu akan menyesuaikan kondisi. Antara lain, keadaan geologi dan geohidrologi di wilayah tersebut.

Tumbuhan yang dipilih berjenis hiperakumulator. Contohnya, pohon nyamplung, bintangur, sonokeling, cempaka kuning, tanjung, kesambi, dan mahoni. Pohon-pohon tersebut dapat menyerap kontaminan tertentu. Termasuk polusi dari sampah. Selain pohon, ada semak seperti bugenvil dan kembang sepatu yang ditanam. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Semarak di Puncak Hari Jadi Ke-74 Jawa Timur - Gudang Berita Viral Semarak di Puncak Hari Jadi Ke-74 Jawa Timur
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
Condong ke Street Style, Intip Fashion Item Bergaya JPop di Comic Con - Gudang Berita Viral Condong ke Street Style, Intip Fashion Item Bergaya JPop di Comic Con
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Presiden Diminta Terbitkan Perppu - Gudang Berita Viral UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Presiden Diminta Terbitkan Perppu
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print