Minggu, 17 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 31 Okt 2019, 17:00:11 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Buat Geger, Pengakuan Rendi Setiawan Saat Menghabisi Nyawa Sang Istri - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pembunuhan yang dilakukan Rendi Setiawan terhadap istrinya, Fani Amalia Herawati, menghentak kesadaran publik. Tak banyak yang menyangka jika tersangka tega mengakhiri nyawa pendamping hidupnya itu dengan cara yang sadis. Padahal, malam sebelumnya, keduanya masih sempat bercanda sembari bernostalgia hingga sang istri tertidur. Baru pagi harinya, sebuah pisau panjang digunakan Rendi menikam tubuh istrinya hingga meninggal.

Lantas, apa sebenarnya motif yang melatari perbuatan pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam perkebunan ini? Bernarkah perkara ekonomi yang menjadi alasan? Untuk menguak rasa penasaran tersebut, Jawa Pos Radar Jember mendapat kesempatan mewawancarai Rendi Setiawan secara eksklusif dengan didampingi Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.



Sudah berapa lama Anda menikah?
Sepuluh bulan, tepatnya tanggal 23 Desember 2018.

Setelah menikah, bagaimana sikap istri kepada Anda dan keluarga?

Awalnya biasa. Tapi belakangan ini tingkah laku istri saya berubah dingin dan tak acuh. Perlakuan dia pada keluarga saya dan keluarganya sendiri sangat berbeda.

Apa Anda pernah bertanya alasannya?

Saya sempat tanya, apa ada masalah dengan orang tua dan adik saya (Renda, orang pertama yang menemukan jenazah Fani Amalia Herawati, Red). Istri saya menjawab, tidak suka dengan adik saya.

Kapan Anda bertanya itu?

Minggu pagi (27/10) lalu (beberapa saat sebelum peristiwa penusukan). Saat itu, saya izin pulang lebih awal ketika berjaga di kebun, tepatnya sekitar pukul 03.00. Sampai di rumah, saya ketemu istri dan mengobrol. Lalu saya mengambil album foto pernikahan dan sedikit bernostalgia.

Kemudian apa yang Anda lakukan?

Waktu itu saya sempat minta ‘jatah’ (berhubungan badan, Red) pada istri saya. Tapi dia menolak.

Kenapa?

Dia selalu minta uang kalau saya minta ‘jatah’. “Nggak mau Mas, mana dulu uangnya,” gitu katanya. Sebelum kejadian itu, dia juga selalu meminta uang kalau ingin berhubungan.

Sejak kapan istri Anda selalu minta uang kalau ingin berhubungan?
Kira-kira setelah memasuki usia pernikahan lima bulan.

Apa istri Anda tidak pernah menerima uang dari Anda?

Selalu. Padahal, gaji saya sebagai satpam semuanya saya serahkan ke istri. Setiap bulan, saya menerima gaji dua tahap, yakni setiap tanggal 5 sebesar Rp 1,2 juta, dan tanggal 18 sebesar Rp 1,25 juta. Semua saya kasihkan istri. Saya nggak pernah meminta uang yang saya serahkan ke istri, tapi dia tidak pernah cukup dengan gaji saya.

Bagaimana Anda memenuhi kebutuhan sampingan Anda seperti makanan kecil dan rokok?
Kalau itu saya dapat dari pemberian orang, bukan gaji.

Kembali lagi ke saat kejadian pembunuhan. Sebelum Anda melakukan pembunuhan, apa yang Anda pikirkan?

(Mulai bicara terbata-bata) Waktu malam itu, saya minta ‘jatah’ ke istri, tapi dia menolak. Akhirnya, istri saya tertidur dan saya berbaring di sampingnya. Waktu saya ngulet tiba-tiba tangan saya menyentuh pisau yang ada di dekat bantal. Saat itulah emosi saya meluap. Saya menusuk istri saya yang sedang tidur, lalu membekap wajahnya dengan bantal supaya nggak teriak. Kemudian, saya periksa detak jantung dia, tapi jantungnya sudah tidak terdengar.

Apa yang selanjutnya Anda lakukan?

Saya bangun dan menutupi pisau di perut istri dengan boneka beruang. Lalu saya keluar dan mengunci pintu rumah dari luar. Sebelumnya, saya sempat menghubungi adik istri saya, dan meminta agar menjenguk istri saya yang sedang sakit. Sementara saya sendiri pamit beli obat ke apotek. Saya juga sempat mengirim pesan singkat ke adik saya pakai HP dia (istrinya, Red), isinya permintaan maaf.

Setelah membunuh istri Anda, apa Anda tidak menyesal?
Sekarang saya menyesal Pak. Waktu itu saya tersulut emosi.

Jawa Pos Radar Jember, berupaya mengkroscek pengakuan tersangka kepada seorang ahli. Ini untuk memastikan apakah peristiwa itu spontan atau memang telah direncanakan sebelumnya. Psikiater RSD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswaty SpKj menilai, tersangka Rendi tidak sedang sakit jiwa. Kata dia, tersangka melakukannya dalam kondisi sadar. Perbuatan Rendi tersebut disebutnya akibat tekanan emosi.

Dokter spesialis kejiwaan itu menjelaskan, tersangka mengalami tekanan impulsif (mendadak, Red). Juga tekanan emosi yang terus menerus hingga menyebabkan terjadinya pembunuhan. Biasanya impulsif terjadi karena ada faktor pemicunya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Buat Geger, Pengakuan Rendi Setiawan Saat Menghabisi Nyawa Sang Istri

Tag: News



 Kalau Ahok Jadi Bos BUMN,Rizal Ramli Bilang Begini  - Gudang Berita Viral Kalau Ahok Jadi Bos BUMN,Rizal Ramli Bilang Begini
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Jerman Hantam Belarusia, Belanda Imbang  - Gudang Berita Viral Jerman Hantam Belarusia, Belanda Imbang
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Open Signal: Pengguna di Desa Belum Tersentuh 4G  - Gudang Berita Viral Open Signal: Pengguna di Desa Belum Tersentuh 4G
Minggu, 17 Nov 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print